Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
Kelakuan Dinda dan rio


__ADS_3

Waktu sore telah tiba Seila in the gengs berjalan-jalan menyusuri perkampungan itu, sekilas kampung ini terlihat sangat ramai dan asri. Orang-orang di dalam juga pada ramah-tamah dan baik hati. Saat mereka asik mengobrol tanpa sengaja Dinda dan Rio hilang dari barisan mereka, Seila sadar pas mereka sudah sampai di rumah.


"Eh Rio sama Dinda kemana?" Tanya seila.


"Hah, gak tau orang mereka tadi ada kok." ucap Moli.


"Loh Kemana lagi anak berdua itu." seila mulai panik dia khawatir jika terjadi sesuatu kepada kedua anak itu.


"Ya udah gini aja kalian pada mandi dulu aku mau cari mereka." Perintah seila.


"Aku Ikut yah," ajak Dani.


"Iya, ya udah kalian semua tunggu di sini jangan ada yang berkeliaran di luar rumah." Nasehat seila.


"Okey seila," eh bentar tadi di perjalanan aku dengar Dinda ngajak pacaranya ke sungai deh." ucap Zaka yang sempat tadi mendengar mereka berdua. ngobrol.


"Sungai mana, di sini banyak sungai tau." tanya seila.


"Kayaknya yang ada air terjun nya deh, Tadi dia sempat ngajakin aku tapi ku bilang besok pagi aja eh taunya tuh anak udah hilang aja." Mendengar perkataan zaka seila lalu menarik tangan Dani.

__ADS_1


"Yok Dani buru, yang ada air terjun nya tidak begitu jauh dari sini."


"Iya iya," Dani lalu buru-buru menyamai langkah seila yang lain langsung nurut masuk ke rumah dan menutup pintu rumah karena sudah mau magrib.


"Ihhh airnya enak yah?" tanya Dinda dia masih memeluk Dani di dalam air.


"Iya enak yang, kamu nggak kedinginan dari tadi loh kena air." nasehat Rio.


"Nggak kok malah enak di kena air nih, habis aku pengen banget mandi di tempat yang ada air terjun nya akhirnya terkabulkan maksih ayang." ucap nya sambil memeluk Rio.


Kali itu Dinda cuma pake tentop dengan Sore pendek doang, Mereka telah menyalahi aturan karena telah bermesraan di sungai air terjun itu, bukan cuma pelukan mereka bahkan berpelukan sambil saling meraba satu sama lain. Saat sudah mau petang mereka lalu mengganti baju di semak-semak bergantian. Baju basa nya di simpan di dalam kantong dan di masukin ke dalam tas ransel Rio.


"Nggak ada orang kok ayang gimana mau di liat."


"Yah mudah-mudahan aja."


"Udah buruan ganti baju sebelum malam," perintah Rio kepada nya. Dinda langsung buru-buru ganti baju sedang Rio di luar nungguin buat gantian ganti.


Ternyata dari awal mereka berdua udah rencanain semua.

__ADS_1


Flasback


Mereka semua lalu berkumpul di luar rumah, kecuali Dinda dan Rio yang masih sibuk di kamar masing-masing.


Rio lalu keluar kamar mengetuk pintu Dinda, Dinda langsung buru-buru memasukkan bajunya ke dalam tas ransel Rio.


"Din udah belum ganti bajunya?" tanya Rio dari balik pintu.


"Belum, bentar lagi kok." Dinda langsung buru-buru keluar dan memberi Rio tas ransel itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seila dan Dani sudah sampai ke tempat mereka. Terlihat Dinda dan Rio begitu segar, Seila lalu mengusap dadanya dia pikir anak itu bakalan hilang.


"Halo bro, lu nggak ajak-ajak malah pergi berduaan kalau di liat orang desa gimana?" Tanya Dani.


"Yah Syukur nggak ada yang liat kami berdua jadi aman deh, lagian kami cuma mandi kok gak ngapain." ucap Rio seolah tak terjadi apa-apa.


"Iya kami cuman mandi doang sambil cerita-cerita aja mah." timpa Dinda.

__ADS_1


"Ya udah balik yok, nanti keburu gelap lagi." aja seila mereka ber empat lalu berjalan pergi, dari kejauhan ada sepasang mata yang mengintai tingkah laku mereka tadi tanpa di sadari olehnya.


__ADS_2