Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
Mimpi buruk lagi


__ADS_3

Sesampainya di rumah seila langsung masuk ke dalam rumah, Dani pergi dari tempat itu. Di dalam ruang tamu, terlihat annisa lagi makan buah apel sambil membaca buku dongen di tangan nya. Seila langsung naik ke kamar nya, dia mengambil handuk yang ada di luar jemuran. Rasanya tubuhnya gerah, dia hanya ingin pergi mandi dan pergi istirahat.


Selesai mandi seila menggunakan baju tidur lengan panjang dan langsung tidur di atas kasur yang empuk itu. Saat ini dia hanya ingin istirahat saja, tanpa ada gangguan dari luar.


Seila tertidur pulas di atas kasur empuk itu, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06:00 sore.


"Seila, Seila, Seila..." Teriak seseorang, Seila berusaha melawan tapi seperti biasanya dia tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya.


"Seila... Dasar wanita aneh... Seila, Seila, Seila... ikutlah dengan ku." Kali ini seila melihat ibunya yang memanggilnya.


"Ibu," Seila kaget saat melihat ibunya tersenyum menyeramkan.


"Pergi kamu jangan ganggu aku, sana...." Teriak seila.


"Hahahaha, Halo seila kamu lupa yah sama aku." Kali ini lain lagi yang muncul.


"Hentikan..." Seila menutup matanya, tapi jin berdatangan dan ingin membunuhnya, leher seila rasanya sesak akibat ulahnya. Seila lalu membaca doa dalam hatinya.


"Seila, Seila,Seila, bangun." Seila terbangun setelah mendengar ada suara yang membangunkan nya, itu suara ibunya Seila terbangun dia keringat dingin dan ngos-ngosan seperti habis lari seratus meter.


"Seila kamu mimpi buruk lagi nak?" Tanya ibunya.


"Iya bu, entah kenapa aku seperti bisa melihat mereka dengan nyata saat menutup mata apalagi tidak menutup mata." Gerutu seila kepada ibunya.


"Iya, ibu ngerti kok, kamu yang sabar yah ini semua ujian." Nasehat ibunya sambil mengusap-usap punggungnya dengan lembut. Seila hanya mengangguk hampir setiap malam dia mengalami hal ini tapi malam ini lebih parah karena dia di kepung.


"Sayang kamu siap-siap ke kampus, kamu ujian kan?" Tanya ibunya.


"Iya bu," Seila langsung bangkit dari tempat tidur, dia membersihkan tempat tidur itu, setelah itu dia langsung mengambil handuk di jemuran dan masuk ke kamar mandi. Ibu seila sudah turun ke dapur lagi.


Sehabis mandi pagi seila menggunakan seragam hitam putih nya dan almamater, dia lalu turun ke bawah dan duduk di samping ayahnya. Hari ini seila tidak seperti biasanya, dia terlihat lebih pendiam di meja makan.


"Kamu mimpi buruk lagi nak?" Tegur papanya.

__ADS_1


"Iya pa," Ucap seila singkat sambil melanjutkan sarapannya. Terlihat annisa di meja makan yang sedang mengigit roti dan segelas susu di meja sibuk dengan dunia nya sendiri.


Setelah makan Seila dan adiknya izin ke ibunya untuk berangkat, seperti biasanya dia selalu mencium punggung tangan ibunya sebelum ke kampus.


"Bu seila ke kampus dulu yah," Ucap seila.


"Ibu annisa ke sekolah dulu yah," Izin Annisa, Ibunya hanya mengangguk melihat kedua putrinya akan berangkat mencari ilmu.


"Ingat pesan ibu belajar dengan baik yah," Nasehat ibunya kepada seila dan Anggi.


"Iya bu," Tiba-tiba papanya datang dan ikutan mencium tangan istrinya dan bergumam iya. semua di tempat itu tertawa.


"Ye papa ada-ada saja." ucap seila. Seila, annisa dan papanya masuk ke dalam mobil, mobil itu melaju pergi meninggalkan kompleks perumahan.


Seila sudah sampai di kampus, dia lalu mencium punggung tangan papanya dan pipi adik nya.


...🦋🦋🦋...


Di kampus pukul 08:00 Dosen pengawas masuk kali ini pak Ridwan yang masuk, dia lalu menyuruh semua mahasiswa untuk tetap tenang mengerjakan ujian.


Para siswa mengerjakan soal yang telah diberikan dengan teliti tanpa ada suara ribut-ribut. Satu jam kemudian semua kertas jawaban dan soalnya berhasil di kumpul, Pak Ridwan keluar dari ruangan itu.


Pak Ridwan adalah dosen yang paling di siplin baik dalam mengajar maupun dalam mengawas, jika ada yang nyontek tak segan-segan lembar jawaban nya akan di robek di depan mahasiswa. lalu di panggil di kantor untuk mengerjakan ulang soal ujian tersebut.


"Weits gila coy, jawaban ku penuh dengan karangan." Teriak Daniel.


"Kamu pikir cuma kamu saya juga bro sama," Teriak Dani. Beberapa menit kemudian jam kedua telah di mulai, semua para mahasiswa duduk dengan tertib dan mengerjakan ujian itu dengan berjalan lancar. Sampai akhirnya jam pulang tiba, Daniel mengajak seila dan dani mampir lagi ke restoran nya.


"Bro jalan ke restoran ku yuk?" Ajak Daniel.


"Kalau di traktir aku mau dong." Ucap seila.


"Okey deh aku traktir, apa sih yang tidak ada buat kalian." Ucap Daniel.

__ADS_1


"Eh bro kamu tidak mau nungguin anak yang lain, sekalian kasih promo mereka sebentar kalau makan di restoran mu." Dani memberi saran supaya restoran Daniel makin rameh.


"Okey deh kita tunggu di beskem aja." daniel lalu mengajak mereka ke beskem tempat nongkrong.


Di beskem mereka menunggu para teman-teman nya dari fakultas lain, Dani menyuruh Daniel untuk chat di grup supaya mereka tau.


"Chat dong anak-anak, supaya dia tau kalau kita ada di sini." Tapi sebelum dani menyuruhnya sepertinya Daniel sudah menghubunginya.


"Sudah bro, ada yang masih ujian." Kata Daniel.


"Haus nih, Dani beli minum yuk," Ajak seila dani hanya menurut saja sama sahabat nya itu.


"Kuda Nil, kami beli minum dulu yah." Ucap dani sambil menepuk-nepuk pundak Daniel.


"Siap bro, titip yah sprite satu." Dani hanya mengangguk saja. Sekarang tinggal Daniel yang duduk sendirian di beskem itu, dia dari tadi hanya sibuk menonton anime.


"Ehmmm, Daniel.... Daniel sayang." Daniel terkejut mendengar suara itu, dia menoleh tapi tidak ada siapa-siapa. Daniel kembali fokus ke layar hpnya, Lagi-lagi dia dikejutkan dengan suara itu.


"Daniel sayang.... Daniel suayang temani aku dong..." Mendengar suara itu bulu kuduk Daniel langsung berdiri semua, dia benar-benar terkejut dan kaget mendengar suara itu.


Saat membalikkan kepalanya terlihat di belakang Dani dan seila sedang menatapnya kaget.


"Ehmm ada apa denganmu sepertinya kamu sedang ketakutan." Ucap Seila.


"Iya, apa... kamu bertemu dengan hantu waria? kamu takut yah nil?" Tanya dani.


"Tidak kok," Daniel pura-pura tidak takut.


"Daniel sayang aku di sini..." Ucap dani, mendengar suara itu Daniel langsung berbalik dan menjitak kepala temannya itu.


"Dasar, ternyata kamu yang menakut-nakuti ku." Kesal Daniel.


"Katanya tidak takut," Ledek Seila, Awalnya tidak takut tapi lama kelamaan rasanya seperti aku merasa geli sekaligus jijik aja dengan suara nya." Ucap Daniel. Seila dan Dani hanya tersenyum-senyum saat Daniel mengakui perasaanya di depan sahabatnya.

__ADS_1


...🦋🦋🦋...


__ADS_2