Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
jalan-jalan dengan Vitha


__ADS_3

Di dalam rumah itu nenek curhat kepada Seila apa yang sudah terjadi dengan mama Vitha, bahwa dia di tinggal suaminya dan di guna-guna sebelum suaminya pergi dari rumah ini sehingga dia sampai gila karena dirasuki oleh seorang perempuan yang bernama Lastri.


"Nek kok bisa?" Tanya Seila ingin mengetahuinya.


"Waktu itu Mba mu sempat marah-marah sama suaminya karena dia bukannya pergi kerja malah pergi mabuk-mabukan." Ucap neneknya sedih.


"Nenek kenapa tidak pernah cerita ke mama?" Tanya Seila.


"Ibumu sudah tau, bahkan sudah di bawah ke rumah sakit jiwa tapi dia meninggal di dalam rumah sakit karena selalu di datangi dengan sosok perempuan ulah di pelet oleh suaminya lantaran sakit hati dengan mba mu." Ucap neneknya, Vitha dari tadi hanya menyimak tanpa tau apa yang mereka cerita kan.


"Kok ibu tidak cerita ke saya nek," Tanya Seila kecewa kepada kedua orang tuanya.


"Mereka tidak mau membuat kamu banyak pikiran jadi dia menyembunyikan nya darimu." nasehat nenek itu.


"Apa nenek sudah datang ke orang pintar?" Tanya Seila.


"Iya, katanya keluarga nenek kena pelet dari pria itu, tapi jika dia tidak mengenal keluarga nenek maka dia tidak akan di kena pelet." ucap nenek itu. Pantas saja ibunya tidak mau membawah nya ikut pulang kampung beberapa bulan ini.


"Jadi nenek berbuat apa?" Ucap Seila.


"Orang pintar bilang apakah mau di kembalikan tapi nenek bilang terserah anda karena itu sudah hukuman buat dia." Nenek mengatakan hal itu dengan penuh kemarahan.


Seila menyuruh Dani untuk mengajak Vitha keluar main-main.


"Dani ajakin Vitha dong main di luar, atau jalan-jalan dengan menggunakan mobil." Ucap Seila agar Vitha yang masih kecil tidak perlu dengar meski dia tidak mengerti. Dani lalu mengendong gadis kecil itu keluar dan jalan-jalan menggunakan mobil.


Di jalan Vitha melihat ada penjual boneka, dia hanya menunjuk boneka itu. "Boneka, boneka itu," Ucap gadis kecil itu menunjuk keluar jendela. Dani yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan memarkir mobilnya di pinggir jalan tokoh boneka.


Vitha sangat senang dan langsung berlari masuk ke dalam toko itu, di dalam dia sangat bahagia berlari ke sana kemari menghampiri satu-satu boneka yang dia suka. Dani hanya bisa membiarkannya, Dani juga ikut masuk ke dalam.


Mata Dani tertuju ke salah satu boneka yang sangat terlihat cantik dan besar. boneka itu terlihat kembar tiga, Dia lalu mengambil boneka itu dan memberikannya ke Vitha.


"Vitha, apakah kamu mau ini." Teriak Dani di ruang itu, Vitha berbalik dan berlari mendekati nya.

__ADS_1


"Mau, tapi Vitha tidak punya uang." Ucap anak yang cantik itu dengan menunduk sedih. Dani berjongkok di depan Vitha dan mengangkat wajahnya.


"Loh, kan kak Dani ada." Ucap Dani kepada Vitha, Vitha langsung bisa menangkap perkataan Dani dengan cepat.


"Apakah kakak mau membelikan nya untukku?" Tanya nya yang semakin yakin.


"Iya dong, Kakak akan membelinya tiga, satu untuk Vitha, untuk Anggi dan satunya buat nisa." Ucap Dani.


"Anggi adiknya kakak Ceila, Terus nisa itu Ciapa kak?" Tanya Vitha lagi.


"nisa itu adik kakak yang seumuran dengan kamu," Ucap Dani dan mencubit pipi Vitha dan tersenyum kepadanya.


"Aku mau bertemu dengan nisa, tapii nenek sendiri di kampung." Kesal Vitha lagi, Mendengar hal itu Dani sangat suka dan tertarik dengan keluguan dan kecerdasan yang di miliki anak ini. Bagaimana mungkin anak ini memikirkan neneknya seakan pemikirannya layaknya orang dewasa.


"Kan Nisa dan Anggi bisa pulang kampung ke sini, Jadi Vitha nanti akan punya teman." Dani berusaha untuk menenangkan perasaan anak kecil itu.


"Hore, Vitha punya teman, Terima kasih yah kakak Ganteng Ummah." Dengan senangnya Vitha langsung memeluk Dani dan mencium pipi pria itu kiri kanan. Muka Dani langsung memerah di peluk oleh anak yang cantik itu, dia seakan teringat adeknya di kota.


"Ayoo," Vitha lalu melepas pelukannya dan membantu Dani membawah boneka besar itu ke kasir. Tak henti-hentinya Vitha tersenyum? manis terus sampai kasir itu juga ikut bahagia melihat kepolosan anak itu tadi.


"Hai anak cantik, kok senyum terus sih." Tegur kasir cowok itu.


"Karena aku dapat boneka dari kakak ganteng ini." Ucap Vitha dengan menunjuk Dani di sampingnya. Dani hanya tersenyum dan membayar semua harga boneka itu.


"Salam kenal kak, karena kakak sudah singgah di perusahaan kami maka kakak akan dapat diskon 50%" Ucap cowok itu.


"Wah dapat diskon, emang gak papa yah?"


"Yah gak papa lah, Toko ini sudah lama aku olah dan kalau ada pelanggan aku juga suka memberi mereka diskon." Ucap Dion.


"Kamu pemiliknya?" Tanya Dani lagi.


"Sebenarnya ini tidak boleh di ketahui oleh orang, tapi karena kakak sudah bertanya jadi aku akan mengatakannya, iya kak ini perusahaan aku sudah berjalan selama tiga tahun." Ucap Dion tersenyum ramah ke pada Dani dan Vitha.

__ADS_1


"Wah hebat, sejak umur berapa kamu bangun usaha dek?" Tanya Dani lagi untuk kesekian kalinya.


"Waktu lulus SMA kak, papa takutnya aku bergaul sembarang jadi bapak bikinkan aku usaha." Ucap Dion bersyukur dengan usahanya ini.


"kamu kuliah?"


"iya kak, aku kuliah di salah satu kampus negeri di sini dan jurusan yang aku ambil ilmu manajemen kak." jawab Dion.


"Ohhhh, lain kali kita bertemu lagi yah?"


"Iya kak," Dion lalu mengecek semua harga yang di beli Oleh Dani.


"berapa semua harganya?" Tanya Dani lagi.


"karena diskon 50% jadi semuanya cuma 250.000 saja. Ucap Dion, Tanpa basa basi Dani langsung membelinya uang itu Dion.


"makasih yah kak, kakak sudah mau singgah ke sini." Dion dengan senang dan menyalami Dani.


"iya, aku juga yang berterima kasih karena aku punya kado untuk adekku nanti." Dani membalas senyum Dion dan pamit dari toko boneka itu.


"kakak, aku juga pamit yah." Ucap Vitha dan mencium tangan Dion dengan sopannya.


"sopan sekali Adek cantik ini, ini bonus untukmu dek." Dion memberi Vitha anak boneka beruang.


"Terima kasih kakak," Vitha juga mencium pipi Dion waktu dia membungkuk memberinya boneka.


"untung dia masih kecil, kalau dia gadis dewasa aku pasti akan malu di cium dengannya." Ucap Dion dan membuat Dani tertawa mendengarnya.


"Hahahaha, Aku juga tadi sempat berpikir ke situ, ku pikir hanya aku ternyata kamu juga." Hal itu justru membuat Dion ikutan tertawa.


"Sayang kalau besar nanti jangan cium cowok lain lagi yah, nanti cowoknya iseng loh." nasehat Dion dan mencubit pipi Vitha.


"Ciap kakak," Jawab Vitha dengan mengangkat satu jempol nya. Hal itu justru membuat Dion tersenyum, dia juga teringat adik perempuannya di rumah yang lebih dewasa dari Vitha.

__ADS_1


__ADS_2