Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
Liburan panjang


__ADS_3

Di kamar seila dari tadi sibuk mengatur barang-barang yang akan dia bawah untuk liburan di kampung. Terlihat dia sibuk menghambur pakaian di kamar nya, tak terasa ternyata udah pukul 06:00 siang.


"Manset udah, celana Joker udah, baju renang udah, tentop, CD, Bra udah apa lagi yah yang belum." sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Ehhh owh iya batu ajaib gue mana yah, oh my God hampir aja batu ajaib gak kebawah, apalagi kalau bukan batu tawas, ihh yang rasanya menggugah cita rasa hambar."


"Hahahaha, aduuh sakit perut." seila melanjutkan menyusun semua pakaian yang terhambur di atas kasur itu.


(Cekrek tiba-tiba.)


"Seila kamu habis ngapain?" Teriak ibunya dari belakang sontak saja membuat nya kaget.


"Ahhhhhhh, astaga ibu ngagetin aja loh." ini rencana hari ini liburan nya bareng teman." ucap seila sambil mengusap-usap dadanya.


"Owhh, owh iya ibu ada sesuatu buat kamu tunggu yah." ibu paruh baya itu Keluar dari kamar lalu balik lagi membawa sesuatu di tangan nya.


"ini kamu harus bawah ini ke mana pun kamu pergi simpan aja di tas ransel kecil itu, ingat jangan sampai di liat teman mu." nasehat ibu dengan wajah sedikit khawatir.


"Aduuh ibu ini apa lagi loh?" tanya seila kepadanya.


"Ih tidak boleh berkata seperti itu pamali, ini jimat yang di kasih ibu oleh nenek mu. jimat ini turun temurun kalau kamu tidak bawah kamu akan menyesal nanti." nasehat ibu paru baya itu.


"Ya ampun ibu hari gini masih percaya aja sama kayak gituan." ucap seila dengan sombongnya berbicara.


Puuk, suara pukulan di pindah cindi terdengar keras.


"Kamu tidak boleh sombong nak kalau di kasih tau sama orang tua harus dengar, apalagi kan kamu identik sering liat makhluk kayak gituan apa salah nya sih di simpan baik-baik di tas itu biar ngelindungi teman kamu juga kan." kali ini seila mengangguk-angguk lalu mengusap-usap bahunya yang di tepuk ibunya tadi.


"Beres deh bu," seila lalu mengambil jimat itu lalu menyembunyikan nya di laci tas bagian dalam, terlihat wanita paruh baya itu tersenyum.


"Satu lagi, kamu harus jaga sikap di kampung tolong kasih tau teman kamu itu. Jangan sampai menimbulkan masalah apalagi kampung kita kamu tau sendiri kan mereka semua ilmu pemahaman nya tentang santet teluk itu masih kental di sana."


"Siap mamaku saya," Seila lalu mencium kedua pipi mamanya lalu melanjutkan merapikan pakaian yang masih terhambur di atas kasur, wanita itu lalu meninggalkan seila dan melanjutkan tugas nya setiap pagi untuk menyiapkan sarapan di meja makan.


🦋🦋🦋


Suara klakson di depan rumah terdengar besar, seila buru-buru melanjutkan sarapan nya lalu pamit ke keluarga nya untuk berangkat.

__ADS_1


"Pa, ma, dedek aku berangkat dulu yah kalian baik-baik di sini.


"Eh kamu dek jangan nakal-nakal yah awas kalau bikin berantakan rumah terus," nasehat seila kepada adik nya.


"Ihh Kaka ceila aku mau ikut," uhhuhuhuuu hiks hiks hiks. " anak itu begitu manja dan terlalu di manjakan setiap kali seila pulang kampung dia selalu mau ikut tapi seila tidak pernah mau membawanya karena takut adiknya malah menganggu setiap liburan dia di kampung. apalagi kan ini liburan bareng teman nya kalau dia ikut pasti sangat merepotkan sekali.


Gimana bro siap nggak?" Tanya Daniel


"Wah siap dong," ucap Dani. Seila lalu masuk ke dalam mobil Dani sedangkan Daren ikut bareng yang lain, Dia tidak terbiasa mengemudi dalam perjalanan jauh.


"Barang lu udah lengkap?" Tanya Dani pada seila di dalam mobil.


"Yah udah lengkap kok," ucap seila lalu memakai earphone di telinga nya.


"Dan jalan yuk, entar aja pacaran nya." Teriak zaka.


"Siap bro," Seila dan Dani hanya saling melirik lalu tertawa bareng.


"Hahahahah,"


"Santai bro lu mukanya jangan di tekuk gitu dong, Canda gua." ucap zaka


"Yee salah sendiri juga cewek banyak ngapain di rebutin dah kayak undian aja," ledek Moli pada Daniel sambil menyikut lengan nya.


"Yeee ganteng-ganteng gini juga aku pilih-pilih mol gak kayak elu," ledek Daniel iseng.


"Ehh-ehh maksud lu apa broo," kesel Rendi sambil menggerutuk kesal. Moli lalu mencubit pinggang Daniel karena kesal dengan kata-katanya.


"Ish Awwww ahhhhh sakiiiit...." Teriakan Daniel mengagetkan satu mobil, Sedang si Moli seolah-olah tidak terjadi apa-apa malah asik dengan handphone nya.


"Lu kenapa sih Nil," ngagetin aja tegur Rendi yang barusan mau tidur.


"Itu si cimol, huhhuhuuu sakitt." kesel Daniel kesakitan.


"Hahhaa habis di apain lu?" tanya Rendi pura-pura tidak tau.


"Habis di cubit mesra," Daniel masih mengelus-elus perutnya. Terlihat Rendi kali ini senyum-senyum karena di bela lagi sama bucin nya.

__ADS_1


"Elu sih tuan rumah di gangguin untung gak di suruh turun ke jalan tegur Zaka yang saat itu lagi mengemudi.


"Canda broo," ucap Daniel sambil menggaruk-garuk kepala.


(Yee salah lagi gua padahal mah dia yang duluan huufff.) kesel nya dalam hati.


(Dasar bule aneh, siapa suruh ledekin bucin gue hampir aja turun di jalan.) kesel Moli sambil meliriknya dengan ekor mata kesel.


"Ihhh serem," Daniel menutup matanya.


"Mau lagi nggak enak Lo," bisik Moli.


"Ahh ogah sakit tau," terlihat Rendi hanya tersenyum.


"kapok Lu bro cewek gue lu lawan, jangan kamu aku aja sering dapat cubitan mesra kalau lagi ketahuan lirik cewek lain.


"Wahh sadis yah, cantik-cantik nyeremin." ledek Daniel.


"ihh dari pada elu cari cewek aja susah, ganteng doang hari gini gak ada bucin wah parah sekali...." ledek Moli.


(Hahhahah,) satu mobil tertawa.


"Candu yah mol Yang ngomong parah sekali...." ucap Zaka.


"Ehh lu sadar nggak sih cuma aku yg cewek di sini."


"Elu sih mau ikut kan tadi di suruh ikut di mobil Tania bucin Ono tuh." ucap Daniel, terlihat zaka hanya tersenyum.


"Yee maaf abis tadi kukira cuma aku doang sama Rendi eh taunya sih kuda ikut." Moli hanya menggaruk-garuk kepala.


"Iya si kuda sih kukira tadi tuh mau ikut di mobil nya sih Rio, Atau mobil Dani."


"Yee kalian malah kayak ngusir aja," Daniel jadi kesal.


"Canda bro udah ahh kalian bobo aja dari tadi bercanda Mulu nanti nangis, ujar Moli sambil ngelirik Daniel, dengan kesal dia lalu mengambil jaket dari dalam tas dan menutupi wajahnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2