
Di meja makan semuanya sudah berkumpul terutama bibi yang duduk di dekat ibunya, Seila mengambil beberapa lauk di atas meja dan mencobanya satu persatu. Dengan menikmati masakan itu dia menganggukkan kepalanya sambil memberi nilai pada makanan ini.
"Tempe goreng gurih aku kasih nilai sembilan puluh, ayam goreng Sembilan tujuh, tahu pedas rasanya juga enak menyatu dengan bumbunya aku kasih nilai sembilan tujuh, pecel leleh di goreng pedas tambahan irisan bawang bombai di atasnya aku kasih nilai sembilan delapan dan yang terakhir ikan gurami, Woahhhh ikan nya sangat terlihat lezat dengan campuran kunyit perpaduan garam dan rempah lain nya di bumbuin pedas dengan tomat di atasnya." Semua yang ada di tempat itu hanya terbengong melihat kebiasaan anak itu.
"Sayang makan dulu nanti terlambat loh ke kampus," Nasehat ibunya.
"Iya ibu, aku akan makan ikan gurami ini juga dan akan aku kasih nilai." cubitan ikan gurami itu masuk ke dalam mulutnya dengan rasa yang lembut di lida dan terasa lebih enak dari yang lainnya, serasa menggunggah minat lapar bagi yang sedang diet sekarang.
"Woahhhh ini sangat lezat bukan hanya bentuknya saja akan tetapi juga tekstur dan rasanya begitu sangat menggoda." Ucap Seila mengikuti cara ngomong para chef yang ada di televisi yang biasa dia tonton.
Kali ini Dia tidak mengoceh lagi karena pilihan nya sudah tertuju ke ikan gurami yang paling lezat itu, dia sangat menikmati ikan itu. Saat seuntai tangan kecil menarik daging ikan itu Seila langsung memukulnya, tidak salah lagi itu tangan adik semata wayang nya. semua melotot melihat tingkah cindi yang kasar sama adiknya, hal itu justru membuat adiknya menangis.
Huhuhuhu hiks, hiks, hiks, Huhuhuhuhu ayah kakka pelit....." tangis Anggi semakin menjadi-jadi di ruang makan sambil menggosok matanya dengan tangan nya.
"Seila tangan adikmu sakit sayang, kok di pukul loh." Tanya ibunya kaget.
"Abis ikan nya mau di culik, ini kan milik Seila kan masih ada yang lain tuh." Tunjuk Seila ke ikan yang masih utuh. Anggi menyadari kesalahan nya seharusnya dia tidak mengambil ikan yang di ambil kakaknya, tapi biasanya Kaka gak marah kok kali ini dia marah. Anggi merasa ada yang berbeda dengan sikap seila barusan, yang membuatnya ketakutan kali ini dia lebih cepat marah dan terlihat seram tidak kayak biasanya.
"Ya udah anggi makan lagi yah, kayaknya Kaka lagi halangan makanya dia sensitif." ucap ibunya menasehati adiknya, Ibunya tidak curiga sedikitpun dengan sikap Seila emang sering seperti itu kalau orang lagi halangan kadang sensitif. terlihat Anggi makan sesekali mengintip Seila dari celah-celah rambut yang menutupi sedikit matanya tanpa di sadari oleh nya.
Acara sarapan pagi ini malah terlihat kaku dan sedikit berbeda dari biasanya, Seila berpamitan kepada ibunya dan bibi dengan muka agak sedikit datar tidak seperti biasanya.
Ada apa dengan anak itu apa dia mimpi buruk lagi.
__ADS_1
...🦋🦋🦋...
Di sekolah Seila kebanyakan diam saja, entah kenapa dia kali ini kebanyakan melamun. Dani dari tadi hanya geleng-geleng saja melihat tingkah teman nya itu. padahal rencana mereka untuk liburan di kampung sebentar lagi akan di mulai tapi kalau kayak gini yang ada malah tidak jadi liburan nya.
Ehmmm, ada apa dengan mu?" Tanya dani Sambil menyikut tumit Seila.
"Ahh nggak papa kok," Ucap Seila sedikit linglung dan hanya tersenyum ke arah Dani.
"Ohhh, kalau ada masalah cerita aja gak papa loh." bisik Dani ke telinga nya.
"Aku gak papa kok cuma lagi binggung aja sama tugas ujian ini." ucap Seila sambil memperlihatkan kertas ujian nya ke dani yang masih kosong.
"Haaa, ya ampun Seila are you serious? bisanya kamu yang paling cepat selesai nah ini belum ada satu pun yang kamu jawab di kertas itu." kesal dani padanya. Seila hanya terdiam lesu aja, kali ini Dani menggeleng saja. Dani lagi-lagi mengintip jawaban kertas Seila namun masih aja nol padahal ujian udah mau selesai, Seila benar-benar binggung saat ini.
"Seila, ambil kertas ini semua jawaban nya ada di dalam." bisik Dani yang memang selalu dekatan duduk sama seila. kali ini Seila hanya nurut aja dia mengambil kertas yang di berikan Dani lalu menutupinya pake lengan tangannya. Pak Santo menegur Dani akibat terlalu dekat dengan Seila, Seila hanya menggeleng saja.
"Dani kenapa dekat-dekat perempuan, mau menyontek kah?" Tanya pak Santo dengan tegas, semua siswa menoleh kebelakang dan menatap Dani penuh tanda tanya. Dani kali itu hanya tersenyum saja lalu mengangkat tangan nya dengan sedikit gugup.
"Tidak pak, ini mau kumpul kertas ujian nya sudah selesai." Ucap nya dengan nada suara yang spontan. Semua siswa yang menatapnya kembali mengerjakan tugas nya masing-masing.
"Ohhh ya sudah kalau begitu, bawah sini kertas ujian nya." Tegas nya pada Dani.
"Iyaa pak," Dani berjalan menuju ke hadapan pak Santo lalu menyerahkan kertas ujian yang sudah selesai dia kerjakan. terlihat Seila mengintipnya dari belakang, sambil mengusap dadanya karena hampir saja ketahuan.
__ADS_1
Seila kembali melanjutkan mengerjakan tugas itu sambil sesekali memerhatikan yang lain agar tidak ada yang curiga padanya, Dani kembali ke mejanya untuk mengambil tasnya sambil menyipitkan matanya ke arah Seila yang sedang tersenyum padanya. Dani melewati Seila memukul pundak sahabatnya itu sambil berbisik ke telinganya.
"Semangat sayang aku tunggu di luar yah," ucap Dani sambil memukul pundak Seila pelan. teman di kelasnya sempat ngeledek mereka berdua.
"Ehmm, ehmm, kayak nya aku mencium bau bau bucin nih " teriak Anton siswa paling kacau di kelas nya.
"Wah Pj nih mana pajaknya." ucap yang lainnya ikutan menimpalinya.
Seila kali itu jadi malu di ledekin sama teman nya, akhirnya dia menggunakan kesempatan itu untuk buru-buru menyontek kertas yang di berikan oleh Dani kepadanya.
Awas aja Dani kalau aku keluar ku cubit perutmu Ampe memerah, kesal Seila akibat candaan Dani barusan. pak Santo sempat memperhatikan para mahasiswa lewat atas kacamatanya itu.
"Ehmmm ada apa ini, Anak-anak lanjutkan tugas kalian atau waktunya aku singkat." Tegas pak Santo kepada para mahasiswa yang ada di kelas.
"Iya pak," Teriak yang lain.
"Okey kalau begitu ujian selesai semua kumpul tugas di atas sini." tegas nya lagi.
"Ehhh jangan pak maksudnya belum selesai pak." ucap Siska salah satu mahasiswa di kelas itu.
"Okey aku kasih waktu 10 menit lagi untuk mengerjakan tugas ini aku harap lewat Dar lima menit tugas kalian tidak aku terimah lagi."
Beberapa menit kemudian Seila selesai, dia lalu naik memberi kertas ujian nya kepada pengawas kelas. dia kali ini tidak sabar ingin ketemu Dani, akibat ulah Dani dia jadi bahan ledekan teman-teman kelasnya.
__ADS_1
...🦋🦋🦋...