Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
Gombalan Daniel yang super baperin


__ADS_3

Daniel mengajak dani untuk menemaninya masuk ke dalam wc itu tapi dani memilih untuk tetap berada di luar saja menunggunya bersama seila, Terlihat Seila hanya terdiam saja tidak menanggapi perkataan Daniel kali ini.


"Dani aku mau pipis nih, temenin dong." Daniel memohon-mohon kepada Dani saat kamar mandi pria sudah ada di depan mata mereka.


"Bro, sepertinya aku tidak bisa deh. kamu masuk saja ke dalam aku nungguin di luar saja." Dani sengaja menolak permintaan Daniel, dia tidak mau di teror lagi kalau dia masuk ke dalam kamar mandi itu, terpaksa Daniel masuk ke dalam beberapa menit kemudian dia keluar dengan wajah yang putih pucat ketakutan.


"Hahahaha Ada apa bro, apa dia mengintip kamu pipis." Tanya Dani ngawur.


"Dia, dia, dia, Aduh...." Daniel seperti tidak bisa mengatakan apa-apa karena syok.


"Dia apaan sih?"Tanya seila, Seila kali ini mengeluarkan suara karena penasaran dengan apa yang akan di katakan Daniel pada mereka.


"Mending kamu tarik napas dulu pelan-pelan supaya tenang, setelah itu kamu lanjut ceritanya." Dani memberi saran kepada temannya, saran yang sangat sulit dia lakukan jika berada di posisi Daniel. Daniel mengikuti saran Itu setelah tenang dia lalu menceritakan semua nya.


"Jadi gini, Pas aku masuk tuh aku berdoa terus dalam hati jadi aku tidak mendengar suara apa-apa, aku lalu pipis di salah satu wc. Setelah pipis aku keluar dia luar aku melihat sosok berwajah menyeramkan menatapku dengan tatapan menyeramkan." Ucap Daniel sambil memegang dadanya.


"Sosok wajah seram? Apakah dia hantu waria?" Tanya seila saat mereka berjalan menuju kelas.


"Sepertinya bukan, dia sepertinya jin baru." Ucap Daniel masih terlihat pucat pasi itu.


"Yah mungkin mereka sengaja meneror kita, pasti ada yang tidak beres di tempat ini. atau ada anak-anak yang bertingkah tidak sopan di dalam kamar mandi." Ucap Seila heran, kejadian ini bahkan belum cukup setengah tahun terjadi.


"Maksud kamu?" Tanya Daniel.


"Maksudku bisa saja ada yang sengaja atau tidak sengaja memancing makhluk gaib bersarang di kamar mandi kampus, bisa saja ada yang berbuat mesum, kencing sembarangan, atau hal yang merusak kenyamanan makhluk lainnya." Seila menjelaskan maksudnya kepada Dani dan Daniel, mendengar hal itu Daniel dan dani saling bertatapan.


"Jadi kita harus bagaimana?"Tanya Daniel.

__ADS_1


"Gak harus melakukan apa-apa, intinya kita itu hidup di muka bumi hidup berdampingan dengan jin dan iblis, Jalan satu-satunya untuk menghindari mereka yah baca doa dan meminta izin supaya kejadian yang tidak di inginkan tidak terjadi." Nasehat seila kepada mereka berdua.


Kali ini Dani dan Daniel hanya mengangguk-angguk saja. Mereka lalu masuk ke dalam kelas terlihat beberapa murid sibuk belajar agar bisa dapat nilai baik di ujian ini, berbeda dengan Seila dia malah sangat lihai dalam urusan mengarang jawaban. Seila cukup mengetahui poin-poin nya saja dia sudah mampu menjabarkan jawabannya panjang lebar tanpa harus menghapal nya seperti para temannya yang lain.


...🦋🦋🦋...


Beberapa menit kemudian di sela-sela perbincangan para mahasiswa di kelas, dosen mata pelajaran kedua sudah memasuki ruangan itu.


"Selamat pagi, apa kalian sehat semua hari ini atau ada yang lagi sakit." Tanya dosen yang sangat ramah itu.


"Sehat bu," Teriak para mahasiswa di dalam kelas.


"Okey, kalau begitu kita langsung saja membagikan soalnya." Ucap dosen tersebut lalu memanggil ketua tingkat untuk membantu nya membagikan soal itu ke seluruh mahasiswa di dalam ruangan. Saat giliran Daniel dia malah bertanya hal konyol ke dosen yang anggun itu.


"Makasih bu, jawabannya ada gak bu." Ucap Daniel.


"Jawabannya ada di kepala kamu." Ucap Dosen itu lalu tersenyum kepada Daniel.


Hahahaha, Gombal kamu Daniel." Ucap Cika.


"Kalau jawabannya ada di hati kamu berarti bagus dong." Ucap dosen anggun itu.


"Ibu mau tau jawabannya?" Tanya Daniel lagi.


"Sudah-sudah jangan ribut lagi, sekarang kerjakan sesuai yang kalian ketahui." Ucap dosen itu.


"Jawabannya apa Daniel?" Tanya Sintia.

__ADS_1


"Jawabannya itu Setiap kali ibu dekat aku selalu Dag dig dug seperti lirik lagu blink, Dag Dig dug hatiku....dag Dig dug hatiku..." Daniel menyanyi di kelas setelah menggombal dosen itu, untung dosennya baik dan cuma tersenyum, kalau dosen lain mungkin penghapus sudah melayang di kepala Daniel


"Hahahaha, Ada-ada saja kamu Daniel." Ucap ibu Ladya ikutan tertawa.


Dosen itu namanya Ibu Ladya, dia masih Single dan sangat berbakat dalam berkawan kepada para mahasiswa. Bukan cuma Daniel saja fans cakep dosen itu bahkan para mahasiswa lainnya juga sangat mengaguminya apa lagi dia begitu perhatian dan mudah bersosialisasi.


Tiba-tiba kelas hening saat semuanya fokus mengerjakan tugas di kelas, Sampai waktu jam pengumpulan hasil ujian sudah selesai.


Ibu Ladya lalu lalu berpamitan kepada para mahasiswa di kelas itu.


"Okey, terima kasih semuanya karena sudah mau bekerja sama dengan ibu kompak tidak ribut, Semoga hasil kerja keras kalian bagus." Ucap Ibu Ladya.


"Sama-sama ibu cantik," Ucap para mahasiswa dalam kelas itu dengan kompak.


"Okey, dan terimah kasih lagi pujian yang di berikan untuk ibu." Ucap Ibu Ladya dengan tersenyum manis. Terlihat Daniel masih memerhatikan wajah ibu Ladya di tambah lagi kedua lesung pipi di wajahnya.


Ibu Ladya keluar dari kelas, dia salah satu dosen termudah di kampus ini bahkan usianya masih 24 tahun sudah jadi dosen, meski dia baru-baru selesai S2 tapi dia malah langsung di terimah kerja di kampus tempat dia kuliah sendiri.


Usia Daniel dan ibu Ladya hanya berbeda Satu tahun saja, harusnya Daniel sudah selesai S1 dan melanjutkan S2 nya tapi dia malah memilih untuk melanjutkan usaha bapaknya dan memutuskan lanjut kuliah saat usia 21 tahun dan sekarang usianya sudah masuk 23 tahun. Pantas saja jika dia menyukai ibu Ladya yang hanya berbeda usia satu tahun dengan nya.


"Dani pulang yuk," Ajak Seila kepada Dani.


"Ayo... Bro pulang yuk." Ajak Dani kepada Daniel. Daniel lalu mengikuti dani dan beberapa anak lainnya yang keluar kelas untuk pulang, Sepertinya salah satu pengawas tidak bisa masuk jadi jamnya di pindahkan di hari Selasa.


Seila lalu naik ke atas motor GP, Dani dan seila melambaikan tangannya ke arah Daniel.


"Bro kami mau singgah di restauran kamu," Teriak Dani kepada Daniel.

__ADS_1


"Okey bro, aku tunggu." Ucap Daniel dengan melambaikan tangannya setuju, Dia lalu masuk ke dalam mobil milik papanya yang dia bawah ke kampus kalau malas naik motor.


...🦋🦋🦋...


__ADS_2