
Tak terasa waktu ngobrol mereka sudah lewat hampir satu jam mereka ngobrol di kantin sampai lupa kalau dosen mereka akan masuk.
"Eh guys Ujian semester kapan yah?" Tanya Rio.
"Kalau menurut aku sih hari Kamis deh." Ucap Rendi.
"Kayaknya, aku juga kurang tau loh." Saka dengan cueknya malah sibuk main game.
Pak.... Suara tepukan melayang di pundak saka dengan keras.
"Aw... Sialan loh Seila, sakit tau." kesal Saka ngambek.
"Parah loh coyy santai banget sama ujian semester." Ucap Seila.
"Yah gimana lagi, besok juga di lupa kok." Saka malah santainya menjawab pertanyaan Seila.
"Balik yuk, kayaknya dosen aku bentar lagi masuk." Ajak Dani melihat ketua tingkat di grup memberikan mereka kabar.
"Ayo, guys aku duluan yah." Ucap mereka saling bersahutan.
"Nanti liburannya di infokan ke grup fokus ujian dulu." Reski salah satu teman nya yang paling pendiam diantara mereka itu memberi info ke temannya.
Dani dan Seila berjalan masuk ke dalam kelas, tiba-tiba Dani ingin pipis tapi merasa takut ketemu sama hantu waria itu. Jadi di urungkan niatnya dan tetap fokus balik ke kelas, Seila sempat curiga melihat cara jalan Dani tidak seperti biasanya.
"Ehmm, ada apa Dani?" Tanya Seila heran.
"Seila aku mau pipis, tapi takut sama hantu waria itu nanti nongol lagi.
"Sana pergi, aku ke kelas duluan yah." Saat hendak masuk ke kelas, tangan Seila malah di tarik kencang oleh Dani.
Brukk
Hal yang tidak di sangkah Seila dan Dani malah terjadi tubuh Seila yang tadi melangkah malah terhempas ke dada Dani dengan keras.
"Aw," Seila meringis kesakitan. Dani langsung menarik tangan Seila menjauh dari kelas sebelum di lihat oleh para temannya.
"Dani... kamu kan bisa sendiri." Kesal Seila karena harus bertemu dengan hantu itu lagi.
"Ayolah beb, aku sudah tidak tahan nih." kesal Dani di sela-sela perjalanan mereka ke WC itu.
__ADS_1
...🦋🦋🦋...
Di depan WC Dani masih menarik tangan Seila masuk ke dalam ruang WC itu, tiba-tiba para siswa yang lewat malah meledek mereka. Terutama geng trio genit itu, dia dengan kesalnya malah melabrak Seila dengan kata-kata nya.
"Mau ngapain berduaan dalam WC mba?" Tanya Lilis.
"Gak tau tuh, mau berbuat mesum kali yah." Ucap Linda
"Iya, seperti nya mereka akan...." Dengan genitnya Dian malah ikutan.
Plak
Suara pukulan di tembok membuat para trio genit kaget dan terbelak. Terlihat jelas di mata mereka Seila memukul tinjunya di tembok itu, Dani langsung panik dan memarahi padat gadis genit itu.
"Hei kalau bicara itu jangan sembarangan yah, mau aku sumbat mulut nya." Ucap Dani tegas kepada cewek genit itu.
"Dia memukul tembok, Apa tangannya sakit yah?" Tanya Linda.
"Ehmmm, seperti aku harus memberi kalian pelajaran, tenang saja tangan aku masih utuh itu tadi hanya pemanasan." Ucap Seila dengan santainya.
"Sok kuat padahal dia kesakitan." Lilis sebenarnya takut tapi dia berusaha untuk berani dengan Seila, sudah lama dia ingin mencari masalah dengan Seila.
"Beb, katanya mau pipis." Ucap Seila kepada Dani dengan memberi kode, Dani masuk ke dalam WC itu.
"kalian, Ohh kalian sudah berani rupanya sama aku." Tegur seila dengan menyentuh pundak ketiga cewek itu satu persatu.
"Ish apaan sih pegang-pegang najis deh." Lilis menghentakkan tangan Seila di pundak nya dan berusaha untuk tetap terlihat berani.
"Ehmm, aku tau kalian cemburu sayang, Tapi aku yakin Dani itu lebih najis menyentuh kalian." Kesal Seila mulai di ujung tanduk emosinya.
"Ish apaan sih, di sok pemberani sekali." Singgung Linda, Seila yang mendengar nya langsung mendekati Linda dan menyentuh wajah gadis itu."
"Wajah kamu lumayan cantik juga yah, apa yang terjadi dengan wajah ini jika tinju ini melayang seperti ini.
"Ssssss Pang" Belum Sampai tinju itu sampai di wajahnya gadis itu teriak histeris dan menyuruh Seila untuk berhenti dan tidak menganggu nya.
"Stop, aku tidak mau buat masalah sama kamu." Teriak Linda seperti ketakutan dan menutup kedua matanya.
"Tidak akan kok sayang, wajahmu masih utuh tapi aku minta sama kalian jangan menyebar fitnah yang tidak-tidak di kampus ini. Kalau sampai telinga ku mendengar hal-hal yang menceritakan aku tadi dengan Dani habis kalian, ingat itu." Ancam Seila, dia sangat tau mulut ember ketiga gadis genit itu.
__ADS_1
"Iya, iya, lepaskan kami." Kesal Lilis melihat kaki Cindi masih menempel di tembok menghalangi ketiga anak itu pergi. Seila lalu membiarkan ketiga mulut ember itu pergi, Dani terlihat sudah keluar dari WC dengan tergopoh-gopoh dan wajah yang sudah pucat Pasih.
"Hei beb, ada apa dengan wajahmu?" Tanya Seila.
"Aku hanya takut saja kalau hantu warianya nongol." Ucap Dani ketakutan.
"Owhh, balik ke kelas yuk." Seila menarik lengan Dani.
"Loh trio genit itu mana?" Tanya Dani heran.
"Udah pergi tuh." Jawab seila singkat.
"Ohh," Di dalam kelas terlihat beberapa siswa sibuk dengan diri mereka masing-masing.
Beberapa menit kemudian dosen masuk ke dalam kelas, jam pelajaran terkahir Akhirnya di mulai setelah lama menunggu dosen.
Sudah hampir setengah jam Dosen itu mengajar di dalam kelas tak henti-hentinya Dani menguap di dalam kelas. Sementara dosen mengajar Dani tidak bisa menahan kantuknya lagi dia tertidur dengan pulpen di tangannya.
"Dani habis ini kita ke rumah dulu yah." Ajak Seila tapi Dani hanya menunduk saja seolah-olah dia sedang menulis.
"Okay anak-anak Sampai di sini kalian mengerti?" Tanya pak Ridwan.
"Iya pak kami mengerti," Ucap anak-anak saling bersahutan di kelas. mata pak Ridwan tiba-tiba tertuju ke arah salah satu siswa.
"Kalau Dani apakah kamu mengerti?" Tanya pak Ridwan namun dia tidak mendapatkan Jawaban dari mulut nya Dani. Tanpa sadar penghapus melayang.
Pang
Dani bahkan tidak merasakan apa-apa setelah di lempar, semua di kelas langsung menatap ke arah Dani yang masih tertidur pulas itu. pak Ridwan dengan penuh kekesalan langsung mendekati tadi, Seila berusaha membangunkan Dani agar dia tidak dapat masalah di mata kuliah pak Ridwan.
"Dani bangun," Seila menggoyang kan tubuh Dani. mata Dani begitu berat untuk terbuka, pak Ridwan semakin mendekatinya.
"Dani, Dani, bangun Dani." Pak Ridwan membangunkan Dani.
"Apa-apaan sih orang ngantuk." Dani melanjutkan tidurnya terlihat di buku tulis itu penuh coretan, Seila mulai khawatir melihat tingkah Dani. Pak Ridwan langsung mengejutkan nya dengan mengetuk kepalanya spidol.
Pang
Pang, Bunyi spidol melayang di kepala Dani dengan mulusnya, Dani sontak saja langsung bangun dan marah-marah.
__ADS_1
...🦋🦋🦋...