Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
Cinta segitiga


__ADS_3

Di dalam mobil Renata malah asik fotoin semua pemandangan yang dia lewatin, terlihat Tania hanya menggeleng-geleng kepala, Di samping nya lani malah asik tiduran. Mungkin sekarang dia sudah ketemu lagi sama oppa oppa Korea nya di dalam mimpi. Tania kadang gemes sama pipi lani, Tembem gitu apalagi badan nya yang semok gitu bikin cowok melirik 150 derajat.


"Btw Ini masih jauh yeahh," tanya Renata.


"Masih ret, lu kalau ngantuk bobo aja." ucap Tania.


"Tidak apa-apa, aku masih mau lihat pemandangan yang indah sekali." ucap nya, dengan masih kental logat bule nya.


"Okey no problem, if you hungry there is food beside Ladya."


"Okay thank you honey" balas Renata dengan senyuman yang sangat manis.


Renata sendiri salah satu teman Tania, dia sepupu Daniel. Mereka sama saja lawak nya, hanya saja kalau si Renata masih kental bule nya.


Tania memutar radio untuk menghilangkan penat dan rasa ngantuk nya, terlihat sih tembem makin molor aja. Tania tersenyum melihat wajah imut anak itu.


"Ret," Panggil Tania.


"Yes baby, ada apa?" Tanya Renata.


"Jangan tidur yah temenin aku aja," Ucap Tania.


"Iya, aku juga tidak bisa tidur kalau naik mobil takut mabuk nantinya." Ujar si Renata.


"Ehh Renata aku mau nanya si Daniel itu emang gak punya pacar atau gimana sih?" tanya Tania.


" Dulu ada ceweknya cakep banget, tapi di tinggal nikah." ucap Renata.


"Nikah?" tanya tania.


"Iya, tapi saat itu dia berubah dan malah suka sama sih Seila yang ternyata sahabat dia sendiri." cerita Renata panjang lebar.


"Wahh bukan nya si seila udah jadian sama Dani yah?" Tanya Tania.


"Aku kurang tau juga sih kalau masalah itu, soalnya kan Daniel nggak cerita juga, terus kan mereka berdua juga serasi kok kalau memang pacaran." ucap Renata.


"Iya sih, aku juga udah jarang nongkrong sama mereka makanya hubungan cinta segitiga itu aku kurang tau lah, cuman si zaka aja yang suka nongkrong sama mereka." Tania sempat melirik ke arah lain.


"Ret gimana kalau kita comblangin smaa lani." usul sih Tania.


"Siapa, si Nil?" tanya Renata.


"Iya, siapa lagi." ujar Tania.


"Okey, tapi kalau sampai di kampung aja. Lagian mereka juga suka saling ngeledek kan." Renata menimpali perkataan Tania.

__ADS_1


"Yes, kayak nya cocok deh." terlihat senyum nakal Tania dari arah cermin.


"Yaelah si Daniel mah agak susah juga orang nya, apalagi dia masih suka sama si seila." Renata agak sedikit binggung.


"Itu mah gampang ret, liat aja nanti mereka pasti akan jadian. lagian kan si kuda tuh udah gede masa gak bisa liat kalau seila dan Dani nyembunyiin sesuatu dari dia, apalagi mereka soal hubungan gak kayak kita terbuka gitu." ucap Tania.


"Iya aku sebenarnya kasian aja sama si Nil, udah berapa tahun jadi rival nya Dani tapi yang dapatin cinta nya Dani bukan dia." Ucap Renata sedikit sedih.


"Ya makanya itu, eh dia dengar nggak sih kita ceritain." Tanya tania.


"Nggak deh kayak nya paling udah ada di alam mimpi dia Tan."


Yah Syukur lah setidaknya rencana kita nggak gagal kan?" Tania mengelus-elus dadanya dia baru ingat kalau dari tadi orang yang dia ceritakan ternyata salah satunya malah di samping nya.


Tak terasa perjalanan mereka udah hampir satu jam, tapi masih belum sampai juga. Tania berniat ingin menelpon zaka tapi sama-sama mengemudi.


"Ret coba kamu telpon si Nil masih jauh nggak yah." Tanya Tania.


"Yes, Wait." Renata mengambil telpon genggaman dari saku bajunya kamera yang di pegang nya di simpan di job mobil yang kosong.


Tuuttt........Tuuuut........tuuuuuttttt......


"Halo, ada apa ret?" Tanya suara dari seberang.


"Ini udah di mana, masih jauh nggak?" Tanya Renata.


"Ini si Tan nanya," Ucap Renata.


"Spiker- spiker suara nya." ucap Tania.


"Woi sultan ada apa?" Tanya Daniel.


"Ini gue kebelet pipis masih jauh nggak sih?" Ucap Tania.


"Kalau jauh sih udah nggak, tapi masih ada setengah jam perjalanan lagi Hehehheee Ucap Daniel.


"Matamu tidak jauh, itu setengah jam gue dah ngompol di mobil nih." kesal Tania.


"Ya udah bentar aku chat si Dani suruh istirahat dulu kalau ada mesjid." Ucap Daniel.


"Okey cepet yah," ujar Tania.


"Sip deh beres Tan." Daniel lalu mematikan telpon nya.


🦋🦋🦋

__ADS_1


"Ada apa Nil?" Tanya Moli


"Biasa, Bucin bos kebelet pipis tuh. Tapi aku udah chat si Dani kagak di balas."


"Udah mending langsung telpon seila deh," usul si zaka.


"Aku aja yang telpon seila bentar." Moli lalu mencari kontak wa seila lalu menelpon nya.


Tuuuut..... Tuuuuut..... Tuuuut.


"Halo Moli ada apa?" Tanya suara lembut di seberang sana.


"Di depan ada mesjid nggak?" Tanya Moli


"Haaa ku mau sholat?" Tanya Seila heran.


"Nggak, itu si Tania kebelet pipis." ujar Moli.


"Ada kok bentar lagi sampai," ucap seila


"Ya udah kalau udah Nemu mesjid stop dulu yah," ujar Moli.


"Siip deh, dan kalau Nemu mesjid stop dulu si Tania kebelet pipis tuh "


"Siap, okey Moli nanti aku berhenti di depan bentar lagi kita Nemu mesjid kok." Teriak Dani di telpon.


"Okey bro bye." Moli mematikan telpon nya lalu balik tidur lagi.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka menemukan mesjid, Tania lalu keluar dari mobil dan berlari kecil menuju WC.


"Guys yang mau pup atau pipis mending pipis sekarang aja deh perjalanan masih ada stengah jam an lah." nasehat Daniel.


"Aku mau pipis juga dong," sih Renata lalu berlari kecil menuju WC mesjid.


"Say, kamu gak mau pipis?" Tanya Rendi kepada Moli di dalam mobil.


"Mau sih, ya udah aku juga mau takut kebelet kayak sih Tania lagi." Moli lalu turun dari mobil.


"Say mau ku jagain nggak?" tanya Rendi iseng.


"Apaan sih say nggak usah kan WC nya ada khusus cewek." ucap Moli lalu berlari kecil menuju WC.


Di samping mesjid kebetulan ada warung para cowok-cowok malah singgah ngemil di sarang itu bahkan ada yang sempat ngopi. siapa lagi kalau bukan si zaka, dengan asiknya dia ngopi di situ sendiri an sambil makan pisang goreng.


"Hei guys dari pada lu pada nungguin cewek-cewek itu pipis mending sini ngopi di temani pisang goreng wah mantap bro." ucap zaka.

__ADS_1


"Wah parah lu, lincah juga yah udah ada di warung aja." tegur Rio


"Yok broo ngopi dulu masseh." terlihat mereka memesan beberap gelas kopi dan pisang goreng di warung mba inem.


__ADS_2