Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
Hadiah untuk adik


__ADS_3

Di perjalanan pulang lagi-lagi seila ketiduran di dalam mobil, Dani hanya bisa menggeleng-geleng kepala melihatnya. Mobil itu melaju ke kompleks perumahan seila, Di teras rumah seperti biasanya ibu seila akan duduk dengan membaca majalah.


"Seila kita sudah sampai," Dani berusaha membangunkan seila dari mimpinya.


"Iya," Dani membuka mata nya dia lalu turun dari mobil. Terlihat ibunya tersenyum ke arahnya.


"Gimana liburannya sayang?" Tanya ibu.


"Seru kok." Ucap seila dengan memeluk ibunya. Dani hanya bisa ikutan mengekor di belakangnya.


"Oh iya tante, Anggi mana?" Tanya Dani.


"Ada di kamarnya dia barusan pulang sekolah, Nak dani bagaimana suasana di kampung?" tanya Dina mama seila.


"Seru tante," Dani ikutan duduk di kursi luar teras.


Anggi keluar kamar dia sempat menengok keluar di liatnya Dani dan seila sudah datang, Anggi berlari-lari keluar memeluk Dani dan seila secara bergantian.


"Kak ceila, kakak ceila kado Anggi mana?" Tanya anggi dengan polosnya. mendengar hal itu seila teringat akan boneka yang di janjikan untuk adiknya, Seila binggung harus jawab apa. Terlihat dani beranjak dari kursi dan mengusap-usap rambut Anggi yang imut dan lucu itu.


"Sebentar yah sayang kakak ambilin dulu hadiahnya." Ucap Dani dia lalu menuju bagasi mobil nya dan mengeluarkan boneka teddy bear seukuran tubuh manusia bahkan lebih besar dari tubuh Anggi.


"Woahhh, ini untuk anggi kak?" Tanya nya dengan waja polos kepada Dani.


"Bukan, ini untuk Seila." Dani memberi kode Seila untuk pura-pura mengambil boneka itu. Seila mengambil boneka dari tangan Dani terlihat Anggi langsung menunduk.


"Sayang ini untuk kamu kak dani membelikannya sebagai oleh-oleh." Seila membujuk adiknya dan memberikannya boneka itu yang melebihi ukuran tubuh Anggi.


"Woahhh, kakak seila dan kakak dani memang kakak yang terbaik, Ummah, ummah, ummah," Seila mencium pipi Seila, pipi dani dan pipi ibunya, Karena malu dengan tingkahnya barusan dia tersenyum dan berlari masuk terdengar suaranya teriak berterima kasih.


"Terimah kasih kakak seila kakak dani." Ucap Anggi tersipu malu lalu menutup pintu kamarnya mereka hanya tersenyum melihat tingkah lucu gadis kecil itu , Seila bahkan sempat merekam kekonyolan adiknya untuk di jadikan story wa nya.


"Kirim dong seila," Seila lalu membagikan nya ke Dani lewat wa. mereka cukup lama berbincang-bincang di teras sampai tiba waktunya dani pamit pulang kepada ibu seila.


"Tante Dani pamit dulu yah, seila aku pulang duluan yah." Dani mencium tangan ibu itu dan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Hati-hati, jangan ngebut." Nasehat seila.


"Iya-iya," Mobil itu melaju kencang meninggalkan kompleks perumahan itu.


Driiing driiing driiing


"Halo dani ada apa nak?" Tanya seorang wanita paru baya di seberang telpon.


"Dedek sudah pulang yah?." Tanya Dani kepada ibunya.


"Dari tadi nak, ada apa?" Tanya ibu khawatir.


"Tidak ada apa-apa kok bu, cuman mencarinya aja." Dani dan keluarga sudah biasa memanggil Adiknya dengan sebutan dedek. Dani mematikan telponnya dan tersenyum penuh arti.


...🦋🦋🦋...


Mobil itu singgah di depan rumah terlihat ibunya sudah menunggu dirinya di teras rumah. Melihat dani turun dari mobil seuntai senyum manis terukir di bibir sang ibu, dani lalu membuka bagasi dan mengambil boneka beruang besar dari dalam bagasi.


"Bu, dedek di kamar?" Tanya dani.


"Yaelah bu kalau dia liat ini yang ada di ganggu pun dia akan senang." Ujar dani dengan menunjukkan boneka beruang besar yang bisa di bilang hampir sama besar dengan dirinya.


"Ya ampun besar sekali bonekanya, beli di mana nak?" Tanya ibu nadia.


"Beli di kampung bu, kemarin habis jalan-jalan dengan keponakan seila eh ketemu penjual boneka di pinggir jalan jadi saya beli tiga bu karena lagi diskon." jelas dani, terlihat ibunya heran bonekanya cuma satu dani bilang tiga.


"Loh bukannya tiga kok cuma satu?" Tanya Nadia masih keheranan.


"Udah aku kasih ke keponakan seila, anggi dan ini untuk Dedek." Mendengar hal itu Nadia hanya tersenyum dan mengangguk-angguk kepala tanda mengerti.


"Masuk yuk nak," Ajak nadia dia beranjak dari kursi dan masuk ke dalam rumah.


Nadia mengajak Dani untuk makan siang tapi dani cuma mengangguk saja, Terlihat pintu kamar adeknya sedang di kunci dani berusaha untuk menyembunyikan hadiah itu di samping tembok dekat lemari agar tak kelihatan.


Tok tok tok, Terdengar suara ketukan dani dari dalam tapi dedek cuma fokus dengan tugasnya di pikirnya itu ibunya yang lagi iseng. Dani mengulangi ketokan yang kedua kalinya.

__ADS_1


Tok tok tok, tapi lagi-lagi gadis itu mengabaikan dirinya, akhirnya dani mencobanya lagi tapi kali ini berbeda.


Tok tok tok tok, " Dedek ini kak dani loh kok tidak di bukain pintu padahal kakak mau kasih." belum selesai dani melanjutkan perkataanya terdengar suara pintu terbuka sosok adeknya di depan pintu tersenyum-senyum penuh arti tiba-tiba mendadak murung ketika melihat dani tidak membawah apa-apa di tangannya.


"loh kakak hadiah nya mana?" Tanya Dedek heran.


"Ehmmm hadiah, hadiah apa dek." Tanya dani balik kali ini dia sengaja mau membuat adiknya kesal.


"Ishh kakak.... yaudah gak ada hadiah gak apalah aku tutuk kembali deh." Saat hendak menutup pintu Dani menahan pintu itu agar tidak tertutup.


"Dedek mau hadiah, kalau begitu dedek keluar dari kamar dan lihat sendiri hadiahnya." Mendengar hal itu Dedek keluar dengan ragu-ragu takut kalau kali ini kakanya hanya mempermainkan dirinya dengan iseng.


"Dedek, Hadiahnya ada di samping lemari loh." Ucap dani saat melihat adeknya menoleh ke kiri ke kanan tapi tidak menemukan apa-apa.


"Surpsrise," Dani teriak saat adeknya berjalan ke samping lemari.


"Woahhh its so amazing, makasih kakak ummah." Dedek mencium pipi dani dani lalu mencium balik adiknya.


"Ummah, adek cantik kakak sepertinya sudah semakin besar." Puji nya pada Dedek, terlihat dedek hanya tersipu malu.


"Dedek Nisa sudah makan siang?" Tanya Dani.


"Udah, tadi ibu Masakin ayam goreng dan nasi hangat." Ucapnya senang.


"Yaudah kalau begitu dedek balik ke kamar belajar." Dani lalu menurunkan nya dari gendongannya, dedek berlari masuk ke kamarnya dengan menggendong boneka Teddy bear besar itu. Dani ke ruang makan terlihat ibunya di dapur lagi membersihkan lemari dapur.


"Ibu sudah makan?" Tanya dani.


"Sudah dong sayang, kamu makan dulu supaya tidak telat makan." Nasehat ibunya, Dani lalu duduk di meja makan terlihat beberapa lauk pauk dan nasi putih yang tidak kalah enaknya dengan masakan nenek Seila di kampung tadi.


"Bagaimana perjalanannya nak?" Tanya ibu menatap dani yang masih menyantap makanan itu.


"Yah seru sih bu rasanya aku masih ingin kembali ke sana." Terlihat di wajah dani senyum saat mengingat kejadian tadi pagi bersama seila.


...🦋🦋🦋...

__ADS_1


__ADS_2