
Hari ini Seila harus pagi-pagi ke kampus sebelum jam 08:00, Akhirnya kali ini dia bangun cepat lagi. Seila buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, membangunkan adik dan papanya lalu turun ke bawah membantu ibunya.
Dengan menyiapkan sarapan pagi bersama ibunya terdengar percakapan mereka sampai di ruang tamu.
"Kok kamu bangun cepat lagi." Tanya ibu.
"Sekarang akan ujian pertengahan semester lagi bu, gak boleh telat ke kampus." Ucap Seila. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu seila dan ibunya sudah selesai menyiapkan sarapan pagi.
"Bu aku naik dulu yah ganti baju." Izin Seila.
"Iya, sekalian bangunin annisa sama papa." Teriak ibu saat seila hendak berlari menaiki anak tangga.
"Iya ma,"Seila lalu kembali ke kamar Anggi dan papanya. Setelah membangunkan adiknya Seila kembali ke kamarnya untuk menggunakan seragam hitam putih. Semua barang sudah di masukin ke tas terutama kartu ikut ujian. Dengan berlari-lari kecil menuruni anak tangga, terlihat anggi dan papanya sudah lengkap dengan baju seragam mereka masing-masing.
Kali ini meja makan terasa hening dan sepi hanya ada suara orang makan tanpa ada suara yang lain, mungkin karena mereka punya kesibukan masing-masing. Sampai tiba waktunya ibunya mengeluarkan suara memecahkan keheningan di tempat itu.
"Ehmmm, Katanya bulan depan kakakku akan liburan ke indonesia." Mendengar hal itu Seila langsung bersorak gembira.
"Yes, Serius ma?" Tanya seila masih kaget mendengarnya.
"Iya mama serius tadi malam dia sempat menelpon ibu dan ayah." Ucap ibu.
"Yaps kalau begitu seru dong, Tapi tanggal berapa yah bu." Tanya Seila semakin tak sabar menunggu kepulangan kakaknya.
"Sepertinya akhir bulan depan deh," Mendengar hal itu Seila hanya bisa tersenyum.
"Belalti kakak halus belikan Anggi oleh-oleh dong." Ucap anggi dengan wajah polos bahagia.
__ADS_1
"Iya song sayang, nanti ibu kasih tau kalau kakakmu menelpon lagi." Ucap ibu sambil melanjutkan mengoles selai di di roti itu. Tak terasa perbincangan mereka berkahir, Seila lalu membantu ibunya mencuci piring dan berangkat kuliah ikut di mobil papanya.
"Bu, Seila berangkat dulu." Izin seila dam adiknya kepada ibunya dengan mencium tangan ibunya. Mobil itu melaju pergi meninggalkan sang ibu yang masih di depan rumah tersenyum kalah melihat mobil itu semakin menjauh.
Pukul 07:40 Seila sudah sampai di kampus, udara di dalam kampus cukup adem dan tenang. Seila mempercepat langkahnya menyelusuri koridor kampus dia berjalan secepat yang dia bisa agar tidak telat sampai di kelas.
Alhasil seila sampai di kelas tepat pukul 07:59, tersisa satu menit pukul 08:00. Di dalam kelas sudah terlihat beberapa mahasiswa yang datang, Seila mencari-cari keberadaan Dani.
Terlihat dani di kejauhan melambaikan tangan kepadanya, Dengan suara yang masih ngos-ngosa Seila menghampiri pria itu dan duduk di sampingnya. Beberapa menit kemudian dosen pengawas masuk ke dalam kelas untuk memberikan soal dan kertas jawaban kepada para mahasiswa.
"Okey anak-anak sekarang kita akan ujian, jadi saya harap kalian tenang dalam mengerjakan soal." Ucap dosen pengawas itu.
"Baik bu," Jawab para mahasiswa di ruangan itu.
Ujian telah di mulai, namun yang terjadi tidak sesuai dengan realita. Para mahasiswa di dalam kelas saling bertanya kesana-kemari kunci jawaban. Saat dosen menyadarinya sontak saja langsung menegur mereka semua, seakan mengingatkan masa-masa SMA mereka saja.
"Ehmmm, kalian ini sudah semester lima loh tapi masih saja seperti taman kanan-kanan kelas ini. Jadi jawab saja sesuai yang kalian ketahui, kalian nyontek ke teman kalian belum tentu juga benar jawabannya." Tegur ibu Sinta dosen pengawas di kelas itu.
...🦋🦋🦋...
"Dani ke kantin yuk, aku haus nih." Rengek seila.
"Tunggu bentar lagi baru selesai." Ucap dani, Mendengar perkataan dani seila hanya bisa setia menunggu sahabat nya itu, lagian dia tau kalau ada mahasiswa yang tugasnya tidak terkumpul maka akan mendapatkan nilai error.
Beberapa menit kemudian Dani sudah mengerjakan tugas kampus, Seila dan dani lalu keluar kelas. Di luar kelas masih ada beberapa mahasiswa yang masih ujian, entah kenapa kelas Seila selalu yang tercepat menyelesaikan soal-soal yang di berikan dosen untuknya.
"Mereka masih ujian berarti jam kedua masih lama dong." Bisik seila ke telinga dani.
__ADS_1
"Yah sepertinya kamu benar," Saat mereka tiba di kantin Seila dan dani lalu memesan jus jeruk dani memesan jus alpukat. Tak selang beberapa menit beberapa temannya juga yang baru ke kantin duduk di samping mereka.
"Eh bro kamu memang selalu yang terdepan kalau urusan kantin." Ucap Daniel sambil memukul-mukul pundak Dani.
"Eh kuda nil kok akhir-akhir ini kamu jarang nongkrong sama anak-anak." Tanya Dani.
"Biasa lah bro, aku sibuk ngurusin restauran papa." Ujar Daniel.
"Eh Gimana kalau kita mau nongkrong di restoran Daniel aja." Ajak seila.
"Aku sih setuju, sekalian di ramehin restoran nya." Ujar Daniel sambil tersenyum-senyum penuh arti.
"Iyalah setuju yang punya restoran kan kamu sendiri, apalagi ini anak-anak banyak." Ujar seila menimpali perkataan Daniel.
"Eh dosen kedua jam berapa sih masuk?" Tanya seila di sela-sela obrolan mereka.
"Katanya sih jam 09:30, soalnya masih banyak kelas yang masih ujian.
"Ohh, Yah darai pada tinggal diam, melamun gak jelas di kelas mending kita di kantin aja dulu." Ajak seila kepada kedua pria di sampingnya.
"Aku mah bebas, lagian aku bosan juga tinggal diam di kelas setiap harinya nemu muka yang sama dan menatap dinding yang sama." Daniel mulai curhat dengan kondisi kelas yang selama dua tahun setengah dia di dalam.
Tak terasa sekarang sudah jam 09:05 tapi mereka malah masih asik berbincang-bincang sampai jam masuk kelas tiba, mereka lalu beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan kantin itu. Seila seperti biasanya suka menemukan hal aneh saat berjalan di sekolah ini seperti dia melihat banyak kematian di sekolah ini, Tapi karena sudah terbiasa jadi di cuekin saja.
Di perjalanan Daniel masih saja berbincang-bincang dengan Dani, Seila kali ini hanya bisa menguping saja pembicaraan mereka.
"Weh bro hantu di kamar mandi kampus masih ada gak yah?" Tanya Daniel kepada Dani.
__ADS_1
"Iya masih ada tuh, kayaknya kita harus bacain Yasin nih supaya dia minggat dari kampus ini." Kesal dani, dia mengingat lagi kejadian demi kejadian romantis yang dialaminya bersama hantu waria itu.
...🦋🦋🦋...