Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
Hukuman bagi Dinda dan rio


__ADS_3

Tiba-tiba alat kelamin Rio gatal-gatal dia terus menggaruknya, kali ini dia tidak tahan dan berteriak kesakitan.


"Ahhh gatal banget dan tolong aku," teriak nya. kali ini Dani mulai panik tidak tau harus ngapain.


"Gimana dong seila, Rio juga kena nih." muka Dani mulai pucat.


"Sekarang kalian jujur sama aku kenapa kelamin kamu bisa gatal itu semua ada sangkut pautnya kejadian yang kalian buat di air terjun itu." Seila juga bingung harus ngapain jadi dia hanya bisa berdoa saja.


"Sebenarnya kami sudah rencanain semuanya, maafkan kami seila semua itu kami yang salah karena tidak mau mengajak kalian. kami hanya pengen berdua saja jadi kami memutuskan untuk pergi berdua, tadi iseng ngajakin zaka itu karena kami udah tau zaka bakalan tidak ikut.


Akhirnya kami pergi ke air terjun itu saat situasi mulai membaik, kami berdua lalu berjalan ke air terjun itu. sesampainya kami di air terjun aku dan Rio lalu berenang dan hanya menggunakan tentop dan celana pendek, sedangkan Rio dia hanya menggunakan ****** *****.


Di dalam air kami sempat ciuman dan saling meraba satu sama lain. Kami berdua tidak tahan akhirnya kami berbuat mesum tapi sumpah kami tidak melakukan itu kami hanya saling meraba beneran kami tidak sampai melakukan **** kami juga memikirkan masa depan kami." Seila dan Dani hanya menggelengkan kepala.


"Iya gak Sampai situ tapi itu kan tempat terbuka loh apalagi ini kampung aku, dari awal sebelum berangkat aku udah nasehatin Rio berulang kali. Kalau kalian mau kalian bisa ke hotel di luar kampung ini jangan di sini soalnya di sini banyak mistik nya juga, ilmu hitam orang desa masih kental." Ucap seila kesal, sedih, sekaligus merasa bersalah.


"Ya gimana juga kan udah terjadi kami yang minta maaf karena ulah kami berdua kalian menjadi lupa." Dani juga merasa bersalah, gimana kalau kita minta maaf sama dato lagi." ucap Dani.


Seila lalu duduk sila di tempat itu dia lalu menutup kedua matanya, sewa seila keluar dari tubuhnya dia lalu mencari tempat dato' buyut nya berada. Terlihat ada gubuk tua di atas air terjun itu seila memasuki gubuk itu, apa yang seila takut kan terjadi kakek buyut itu sedang melakukan ritual di dalam.


"Ada apa kamu mengunjungi kakek?" Tanya dato siang.


"Kakek cucumu datang untuk memohon lepaskan teman kami." seila dusun di samping kakek tua itu sambil mengusap bahunya.


"Tidak bisa seila, dia telah berbuat mesum dan mengotori air terjun yang suci itu." teriak kakek.


"Kakek, dia tidak tau apa-apa dia dari kota seila lah yang salah, tolong maafkan seila." Seila memohon-mohon kepada kakek itu.


"Ada satu syarat," ucap kakek itu.

__ADS_1


"Apa itu kek kalau aku sanggup akan aku lakukan." seila semakin antusias


" kamu harus mencabut Kris itu," seila lalu mencabut Kris itu lalu pamitan kembali. Setelah rohnya kembali ke tubuhnya tempat itu tiba-tiba berubah jadi kampung yang ramai dan asri. mereka sudah ada di hutan yang tak jauh dari desa. Mereka lalu bergegas keluar dari hutan itu terlihat desa itu ramai banyak lampu-lampu yang menyala.


Di rumah semua teman nya semakin khawatir dengan mereka ber empat karena sudah larut malam belum juga pulang, begitu pun dengan nenek Seila yang dari tadi sudah curiga terjadi sesuatu kepada cucunya.


"Ihh kok Seila dengan yang lain nya belum pulang yah?" Tanya Moli.


"Iya yah kita udah hampir lima jam main game, pisang nya juga udah tinggal dikit tapi mereka belum balik-balik juga.


"Yah mungkin mereka tersesat yah di hutan harusnya kan udah balik dari tadi. bukan ya seila bilang kalau potong kompas Jalan nya dekat." Zaka menimpali perkataan Moli.


"Nek, emang jalan ke Air terjun jauh banget yah?" tanya Moli.


"Seharusnya tidak begitu jauh nak, nenek juga jadi panik udah lima jam loh Mereka belum juga sampai." ujar nenek itu terlihat di wajahnya perasaan khawatir terjadi sesuatu pada cucunya.


"Ya udah kamu hati-hati yah bro, jagain nenek jangan sampai jatuh." nasehat Moli.


"Siap, nek ayo." Rendi lalu memegang lengan nenek itu untuk menuntun nya jalan.


Baru saja mereka berada di depan pintu tiba-tiba suara ketukan mengagetkan mereka semua, Seila Dani Dinda dan Rio mengetuk pintu, wajah mereka pucat rambut mereka tidak karuan lagi.


Cekrek suara pintu terbuka keempat anak itu masuk ke dalam rumah dengan wajah yang sangat pucat. Moli, Renata, dan tania langsung berlari memeluk seila dan Dinda.


"Kalian kemana aja, kita khawatir loh." Moli sampai-sampai hampir nangis.


"Air minum ada air minum nggak?" Ucap seila, Nenek langsung mengambilkan air minum dari dalam dapur dan membacakan ayat kursi lalu memberinya kepada ke empat anak itu.


"Ayo cerita ada apa?" Tanya nenek saat mereka semua udah tenang.

__ADS_1


"Besok aja nek, kita cuma tersesat aja." ucap seila meyakinkan neneknya sambil mengusap bahu nenek itu.


"Iya kita cuma tersesat aja," Dinda menimpali terlihat di raut wajahnya masih ketakutan.


"Loh bentar kayaknya ada yang aneh dari kalian pakaian kalian kok kotor semua?" Tanya zaka mulai melihat ada yang tidak beres dari keempat teman nya.


"Kami habis jatuh makanya kotor gini, besok aja ahh kita ceritain semuanya." Dani meyakinkan teman nya.


"Ya udah kalian semua pergi tidur dulu," ucap nenek,


"Kami masih ngos-ngosan jadi si ruang tamu dulu kalian istirahat duluan." Ujar seila sengaja membuat alasan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah semua orang masuk ke kamar kecuali mereka berempat akhirnya seila berniat memberi tau yang lain jika sudah waktunya tiba.


"Seila kejadian ini apa harus secepatnya kita kabarin yang lain." ujar Dani.


"Yah pengen nya sih gitu tapi kita tunggu waktu yang tepat aja." ujar nya.


"Ya udah kalau gitu ini kita rahasiakan untuk sementara takut yang lain nanti tambah panik dan heboh." usulan Dani barusan membuat mereka bertiga mengangguk setuju.


"Bobo yok ini juga udah agak malem banget udah jam 01:03 malam," Setiap dan yang lainnya lalu masuk ke kamar yang sudah di tentukan di awal mereka datang.


Nenek Seila yang rupanya mendengar percakapan mereka kali ini hanya terdiam saja, maka besok dia lah yang akan menasehati anak-anak itu.


Malam rasanya begitu panjang Seila tertidur sangat pulas mungkin karena kecapean rasanya semua badan nya pegal.


Begitupun ketiga teman nya mereka semua baru merasakan pegal pada seluruh badan ternyata mereka dari magrib sampai jam 12 malam berlarian di tempat yang selama beberapa jam.

__ADS_1


__ADS_2