
Hutan semakin gelap tapi cuaca bagus dan tidak menandakan adanya hujan turun. cahaya memancarkan dirinya di sela-sela hutan yang masih bisa diterangi. Jalanan di hutan itu masih sempit yang awalnya bisa di lalui dua sepeda sekarang hanya bisa dilalui satu sepeda.
"Ini ekspor nya sampai mana nih guys," ucap Rio.
"Sampai kita mendapatkan danau," ujar mas Doni.
"Di dalam ada danau?" tanya Rio.
"Iya ini kan jalan nya memutar jadi otomatis danau nya itu tempat air terjun udah dekat Dari kampung." mendengar itu seila langsung menghentikan sepedanya, mereka berempat lalu saling melirik satu sama lain.
"Loh ada apa seila," Tanya mas Dion heran.
"Nggak papa, yok lanjut." mereka melanjutkan perjalanan nya memasuki hutan, memang terlihat ada jalan yang berbelok jadi itu jalan menuju ke kampung nya lagi. kalau tidak ada mas Dion mereka semua mungkin akan tersesat lagi. karena seila baru tau kalau ada jalan memutar menuju danau air terjun.
"Yeh ke air terjun," teriak Renata. dia benar-benar tidak sabaran untuk berenang.
"Stop bentar," ujar seila menghentikan mereka.
"Di danau nanti kalian jangan macam-macam yah, harus jaga sikap jangan ada yang ceroboh. Soalnya kami kemarin tidak bisa balik ke kampung hanya karena Dinda dan Rio kedalam ciuman di danau itu sama kakek penghuni rumah gubuk di atas gunung." nasehat cindi. semua langsung kaget dan terdiam.
"Iya benar, sebenarnya di kampung ini ada yang namanya adat istiadat dan tidak boleh di lakukan oleh orang luar dan orang dalam" ucap mas Dion.
"Jadi pake baju seksi juga tidak boleh yah?" Tanya Renata.
"Boleh, tapi harus izin dulu sama penghuninya. tapi kalian bajunya jangan sampai seksi kebangetan juga, nanti dapat karma nya." nasehat mas Dion, soalnya kemarin dia juga mengalami hal yang sama saat dia dan teman nya mandi-mandi ke sungai. Teman nya hanyut di bawah air dan ditemukan mayatnya mengampung di atas air, kejadian itu sudah hampir lima tahun yang lalu terjadi.
"kalau begitu ayo lanjut perjalanan masih ada satu kilo lebih takut keburu sore udah tidak sempat lagi mandi-mandi nya. ujar Dion, mereka semua lalu mengayun sepeda nya menuju ke danau air terjun berada.
Awalanya mereka tidak yakin namun saat suara air terjun semakin keras akhirnya mereka sadar kalau apa yang di katakan oleh mas Dion itu ada benar nya.
"Bentar, coba kalian dengan suara air terjun itu makin dekat gak sih." ujar seila kepada yang lain. Mereka semua menghentikan sepedanya memang sudah terdengar meski masih jauh.
__ADS_1
"Iya benar, gas yok lanjut mengayun sepeda nya." Zaka bernyanyi di perjalanan penurunan menuju air terjun.
"Turun... turun... dari puncak gunung, menu ..ku air terjun....." yang lain mengikutinya.
""Turun... turun... dari puncak gunung, menu...ju air terjun....." suara ramai mereka
"Kiri kanan ku lihat saja, banyak rumput ilalang...." lanjut zaka.
Kiri kanan ku lihat saja, banyak rumput ilalang...." teriak yang lain mengikutinya sambil mengayun sepeda mereka dengan pelan-pelan.
Turun... turun... dari puncak gunung, menu ..ju air terjun....." semua pada bernyanyi bahkan mas Dion ikutan bernyanyi saking somplak nya mereka.
Kiri kanan ku lihat saja, banyak rumput ilalang...." lagu itu diulang sebanyak tiga kali pas detik lagu terkahir mereka semua sampai di air terjun tak lupa pula sang perekam siapa lagi kalau bukan Renata sibuk merekam aksi mereka menggunakan kamera yang ukuran nya seperti pesawat kecil, harga nya bukan main-main. itu hadiah ulang tahun dari papanya karena youtube nya semakin berkembang pesat.
Jadi dia tidak perlu lagi memegang kamera, cukup menerbangkan nya di atas kepala mereka pesawat kecil itu akan merekam aksi mereka semua. ini akan menjadi momen terkocak di akun YouTube channel nya.
Terlihat mereka semua menyimpan sepedanya di samping jalan menuju keluar dari air terjun itu. Kali ini banyak orang yang mandi-mandi danau air terjun itu, jadi bukan cuma mereka.
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 03:25 jadi mereka masih ada kesempatan untuk mandi sambil renang selama satu jam setengah. jadi aturan nya sebelum magrib mereka semua harus cepat pulang.
Pantas saja waktu Rio dan Dinda ke tempat itu, sangat sepi cuma ada suara kodok dan jangkrik yang menemani mereka.
Renata lalu meminta mereka semua foto batang sebelum berenang, kali ini mereka hanya menggunakan leging panjang dan baju kaos lengan pendek.
Ternyata sebelum berangkat seila sempat mengingatkan mereka semua untuk Doble celana trening mereka dengan leging jadi tinggal di buka aja tidak perlu ganti lagi. karena kamar ganti cuma dua satu untuk wanita dan satunya untuk perempuan, dan itu terbuat dari kayu. Jika di bandingkan jumlah mereka yang banyak pasti sangat memakan waktu.
Mereka semua menikmati permandian itu Dinda terlihat masih takut-takut, dia terus melirik ke kiri dan kanan takut di pantau lagi sama seseorang. Tiba-tiba matanya tertuju dengan seorang bapak tua yang sedang menatapnya dengan wajah marah Dari atas gunung itu, karena masih trauma Dinda lalu menjauh dari Rendi dan memilih berenang bersama teman wanitanya sepanjang waktu itu.
"Wih sini-sini aku mau foto dong," teriak Moli lalu mendekati yang lainnya.
"Satu, dia tiga," yang lain pada kaget saat melihat kamera berbentuk pesawat itu terbang dan memotret mereka. Terlihat seorang cowok menghampiri para cewek-cewek cantik itu.
__ADS_1
"Kak itu apa?" Tanya cowok itu yang usianya bisa di bilang belasan tahun.
"Ini namanya kamera dek," ucap Moli.
"Owhh kamera kukira tadi mainan." ujar anak itu lagi.
"Itu yang nyala berarti lagi kamerain kita yang lagi ngobrol ini." ucap Renata kepadanya.
"Berarti aku bakalan masuk tv dong, di tv kan mereka juga di rekam." ujar adek itu.
"Kamu nanti Kaka masukin ke youtube." ujar Renata.
"Youtube Kaka namanya apa, aku suka nonton YouTube Jess no limit Kaka kenal tidak?" Tanya nya dengan polos.
"Iya kenal dong dek, tapi dia nggak kenal sama Kaka." ucap Renata.
"Kalau Kaka ketemu dia nitip salam yah, bilangin si Aldo anak kampung asri permai nitip salam tuh." ujar anak itu.
"Beres dong, nanti kalau ketemu Kaka sampaikan salam nya." janji Renata kepadanya.
"Janji yah," ujar anak itu.
"Janji dong," anak itu lalu tersenyum.
"Aku balik ke sana dulu yah, nanti aku subscribe YouTube nya Kaka Renata." ujar anak kecil itu sambil berenang menghampiri teman nya.
"YouTuber, ada YouTuber teriak anak kecil itu lalu menghampiri Renata.
"Tumben fans kami pada bocah-bocah semua." ujar Moli
"Yah gak papa lah sekali-kali." ucap Renata lalu berfoto kepada Renata.
__ADS_1
"kakak nanti fotonya boleh yah di kirim ke wa ku." ujar anak kecil itu.
"Beres dong," anak-anak belasan tahun itu lalu balik lagi ke tempat nya mereka renang tadi.