Legenda Dewi Api

Legenda Dewi Api
Kematian Kaisar Langit


__ADS_3

Sepuluh ribu tahun yang silam sebelum masa ketenangan dirasakan tujuh penjuru dunia yang terdiri dari dunia Langit, dunia bunga, dunia atas Awan , dunia burung ,dunia Iblis, dunia Air dan Dunia Fana terjadi huru hara yang disebabkan oleh pengusaha Langit terdahulu.


Kaisar Tei Feng sang Penguasa Langit pertama yang kejam, dengan keserakahan nya ingin menguasai tujuh penjuru dunia. Ia tak segan segan menghancurkan siapapun yang menentang keinginannya. Bahkan Dunia iblis yang pernah mencoba melawannya akhirnya pun di segel dan diberi pembatasan wilayah sekte mereka.


Berita tentang kesewenang wenangan Kaisar Langit telah tersebar ke seluruh penjuru dunia dan sampai ke telinga Putri Iyar, Sang dewi kedamaian penguasa Dunia atas awan yang sedang bertapa.


Riwayat Putri Iyar yang melegenda di kalangan para Dewa dan penjuru Dunia, terkenal pembawa kedamaian di setiap dunia. Ia mempunyai kekuatan unsur Angin yang tersalur pada senjata ampuhnya yang berbentuk kipas yang mampu membunuh seratus ribu pasukan langit dengan sekali hempasan, dan mampu meluluh lantahkan satu dunia sekalipun. Nama Putri Iyar di takuti seluruh penguasa penguasa dunia tak terkecuali Tei Feng sendiri yang sebenarnya juga berambisi ingin menguasai Dunia atas awan tersebut.


Tei Feng mengetahui jika Putri Iyar sedang melakukan pertapaan untuk mencapai kesucian penyempurnaan Dewi nya, hingga Sang kaisar langit memanfaat kan kesempatan ini untuk menguasai penjuru dunia.


Rencana penyegelan Kaisar Tei Feng selanjutnya di tujukan pada Dunia bunga, dimana disana tempat para peri peri bunga dan Dewi Dewi suci.


Hari itu Kaisar Tei Feng membawa ratusan ribu tentara langitnya dan mendatangi Dunia Bunga. Ia bermaksud untuk menaklukkan dunia bunga dan mengambil dunia mereka untuk dijadikan bagian dari kekuasaannya.


Namun Sang Dewi bunga penguasa Dunia bunga pada masa itu, tidak mau menyerahkan begitu saja wilayahnya. Karena merasa keinginannya ditentang ,Sang Kaisar pun murka dan memerintahkan Tentara langitnya untuk meluluh lantahkan mereka.


Sebelum keadaan semakin memburuk, seorang utusan berhasil dikirim oleh Dewi bunga ke pertapaan sang Putri Iyar. Utusan itu terus bersujud memohon pertolongan Putri Iyar untuk menyelamatkan penghuni Dunia bunga yang terancam binasa. Putri Iyar pun tergugah hatinya. Ia membuka matanya dan meninggalkan pertapaan nya. Demi menyelamat kan satu dunia ia rela menanggalkan keinginan nya untuk menuju kesempurnaan.


Putri Iyar akhirnya turun ke dunia bunga menghadang Kaisar Langit, namun sayang kedatangan nya sedikit terlambat. Pedang Kaisar Tei Feng telah berlumuran darah Dewi bunga yang telah terkapar tak berdaya.


"Apakah ini perbuatan terpuji seorang Kaisar Langit yang seharusnya menjaga keseimbangan seluruh penjuru dunia?" Ucap Putri Iyar di hadapan Kaisar Tei Feng.


"Putri Iyar, kenapa kau ada disini dan ikut campur urusan ku, bukan kah kau seharus ada di tempat pertapaan mu.?" Sahut Kaisar Tei Feng.


"Atas nama Dewi ku ,  aku datang untuk menciptakan kedamaian." Jawab Putri Iyar.


"Kau sudah menyalahgunakan Kekuasaan mu  sebagai Penguasa langit Tei Feng. Apa sebenarnya yang merasuki mu..?" ucap Putri Iyar.


"Kau jangan coba coba untuk menceramahi ku Putri Iyar, kedudukan mu tidak lebih dari seorang Dewi bahkan kau belum mencapai kesempurnaan." Jawab Kaisar Tei Feng.


"Kembalilah ke duniamu Tei Feng , dan tarik semua prajurit mu. Segera lah bertobat dan renungi semua kesalahanmu. Jika tidak, aku tidak akan memandang mu sebagai Kaisar Langit lagi. Aku akan menjadikanmu Abu untuk di sebar ke Dunia Fana yang hina." Ucap Putri Iyar, ia merentangkan telapak tangan nya, dan muncullah sebuah tongkat berujung kipas.


"Kau harus ingat Putri Iyar, jika kau berani menyentuhku, maka langit akan menghukummu.!" Ucap Kaisar Langit.


"Lebih baik aku menerima hukuman Langit daripada harus melihatmu menyebar keangkaramurkaan.." jawab Sang Dewi Kedamaian.


Tei Feng menyadari kekuatan Putri Iyar tidak bisa diremehkan. Ia segera memerintahkan Prajurit Langitnya untuk mengepung Putri Iyar, namun sebelum mereka berhasil mendekat hempasan kipas sakti milik Putri Iyar telah menyapu bersih mereka.


Menyadari itu Kaisar Tei Feng turun tangan. Ia menghunus pedangnya dan melambung ke udara. 

__ADS_1


Slaah...Slaah...Slaah…..


Pedang Kaisar langit menyemburkan Sinar berkilauan yang mematikan ,menyambar nyambar ke arah Putri Iyar, namun Putri Iyar menghindari serangan itu dengan sangat cantik.


Merasa serangan nya sama sekali tidak mampu menyentuh kulit Putri Iyar, Kaisar Tei Feng sangat murka, ia berteriak dengan suara yang memekikkan telinga. Seketika wujud Kaisar Tei Feng berubah menjadi naga putih raksasa.


Naga itu menyemburkan api yang begitu dahsyat ke arah Putri Iyar.


Dengan cekatan Putri Iyar menangkis semburan demi semburan naga itu dengan kipas saktinya. Putri Iyar akhirnya melepaskan kipas nya yang melesat dengan cepat ke arah Naga tersebut. Hanya dengan sekedip mata, kipas itu menghantam sang Naga dan berhasil memutuskan kepala Naga putih itu.


Tubuh dan kepala Naga itu terjatuh, tak lama kemudian muncul benda semacam mutiara merah dari mulut Sang Naga yang melayang dan menghilang, disusul dengan tubuh dan kepala Naga itu melebur menjadi Abu yang akhirnya hilang diterpa angin.


Sang Kaisar Langit benar benar tewas di tangan Putri Iyar, melihat itu para prajurit langit memilih untuk mundur kembali ke istana langit. 


Para suku bunga yang terdiri dari para peri dan para Dewi menghampiri Putri Iyar, mereka sangat berterimakasih sekali atas pertolongan Dewi kedamaian yang menyelamatkan Dunia bunga dari keserakah Kaisar Langit, walaupun Dewi bunga mereka harus musnah terkena pedang sang Kaisar yang biadab dan harus meninggalkan putrinya yang masih kecil.


Kabar kematian Kaisar langit di tangan Putri Iyar cepat tersebar ke seluruh penjuru. Membuat para Tetua dewa turun mendatangi Putri Iyar di istana Atas awan nya.


Dewi kedamaian bersimpuh di hadapan para Tetua Dewa dengan ribuan penghuni Dunia Atas Awan mengelilingi nya.


"Kau tau kesalahanmu Iyar, hingga kami mendatangi mu.?" Sang Tetua bertanya pada Dewi kedamaian.


"Karena telah meninggalkan pertapaan sebelum mencapai kesempurnaan." Sahut Putri Iyar.


" Atas nama Dewi ku, aku tidak sanggup membiarkan kekejaman Kaisar langit yang telah merugikan dunia yang sama sekali tidak bersalah. " Jawab Putria Iyar.


"Kau tidak harus ikut campur urusan Dunia Iyar ,karna kau telah berada di pertapaan dan sedang menuju kesempurnaan untuk keabadian mu, tapi kau menanggalkan semua itu hanya untuk urusan duniawi yang seharusnya sudah kau tinggalkan."


"Aku tau kesalahan ku, tapi aku tidak bisa menunggu, saat korban tidak bersalah harus berjatuhan di tangan kaisar langit. Aku sudah memikirkannya sebelum bertindak dan akan menanggung semua konsekuensinya."


"Kau tau Iyar, Kau telah melanggar aturan Langit yang telah tertulis." Ucap sang Tetua.


"Aku tau, dan aku tidak pernah menyesal dengan perbuatan ku."


"Apa kau tau hukuman apa yang pantas untuk mu." 


"Dimusnahkan dan dibuang ke Dunia Luar." 


"Baiklah, karena kesalahanmu adalah hal terpuji, maka kau akan menerima hukuman terhormat bagi para Dewa dan Dewi yang khusus." Ucap Tetua Dewa.

__ADS_1


"Kau harus melebur dirimu sendiri,di depan para pengikutmu. Unsur Anginmu akan kami buang ke dunia Yang berbeda. Jika unsur Angin mu bisa menyatu dengan sebuah raga,entah itu dari bangsa Dewi, iblis ,manusia maupun binatang sekalipun kau mempunyai kesempatan bereinkarnasi  untuk bisa kembali menjadi penguasa Dunia atas awan mu ini. Kau akan mengalami reinkarnasi yang mungkin lebih dari satu kali. jika kau gagal dalam reinkarnasi mu maka nama Dewi mu akan di copot dan Dewi kedamaian hanya akan menjadi legenda." 


"Aku mengerti Tetua." Putri Iyar kemudian bangkit dan berjalan menuju Aula besar yang terbuka luas, Seluruh penghuni dunia atas awan pun mengikuti nya. Mereka membentuk lingkaran upacara khusus untuk Dewi mereka.


Hening mencekam hati seluruh makhluk penghuni dunia atas awan, mereka harus tegar melepas sang Ratu mereka menuju peleburan diri nya.


Dewi kedamaian memulai upacaranya. Ia duduk bersimpuh diatas batu astral yang luas. Sebuah pancaran sinar dari langit ketujuh turun mengelilingi tubuhnya. Perlahan tubuh Putri Iyar mulai melebur sedikit demi sedikit dan hilang terbawa angin mirip seperti kejadian saat musnahnya sang naga putih jelmaan kaisar Tei Feng, dan hanya menyisakan sebuah titik sinar kecil berwarna kehijauan yang akhirnya melayang jauh hilang dari pandangan.


Tangis dari Ribuan mulut penghuni dunia Atas awan pecah mengiringi musnah nya sang Dewi Kedamaian, Penguasa dunia Atas Awan mereka. Dengan diiringi doa disetiap hati mereka, berharap sang Dewi mampu bereinkarnasi kembali dan kelak pada masa nya akan kembali pada mereka.


Ribuan Tahun , Tujuh penjuru dunia hidup dengan kedamaian dan kemakmuran tanpa adanya kekejaman dan kejahatan, dan telah sepuluh ribu tahun lamanya Dunia atas awan hidup tanpa seorang pemimpin, mereka masih selalu berharap sang Dewi mereka akan segera kembali untuk mereka.



Suara jeritan panjang yang menggetarkan hati terdengar menggema di sebuah ruangan kamar di salah satu tempat di Dunia bunga, disusul suara tangisan merdu bayi mungil perempuan yang berhasil dilahirkan selamat oleh sang Dewi bunga kedua.


Namun ketika sang bayi hendak diraih oleh salah satu Dewi yang menemani proses persalinan Dewi Bunga, sebuah keanehan terjadi. Tubuh sang bayi mengeluarkan Cahaya kehijauan yang menyilaukan mata dan tiba tiba tubuh mungil itu terbang melayang ke udara dengan sinar kehijauan yang menyelimuti di sekeliling tubuh mungilnya.


Semua yang ada di ruangan itu terkejut dan panik melihat sang bayi yang terus melayang di udara, tak terkecuali Dewi Bunga.


"Apa yang terjadi pada Putri ku.?" tatapan khawatir Dewi bunga.


"Sepertinya ada kesalahan." Ucap Dewi Fen Sang peri Agung.


Bayi itu kemudian turun perlahan dan jatuh ditangkap tangan Dewi Baoyu.


"Sepertinya bayi ini mempunyai unsur Angin dalam dirinya." Ucap Baoyu. Membuat mereka terbelalak.


"Mana mungkin. Unsur Angin sudah lama binasa." sahut Dewi Fang Yin.


"Baoyu, kemari kan Putri ku." 


Dewi Baoyu melangkah mendekati Dewi Bunga. Dan mengulurkan bayi itu.


" Setelah ini , aku akan mengasingkan diri sampai batas waktu peleburan diriku. Aku akan memberi nama Xing er padanya.Tolong jaga dia, aku ingin kalian merahasiakan kelahiran nya dari seluruh penjuru Dunia.." Ucap Dewi bunga yang mempunyai nama asli Annchi itu.


"Dewi.. apakah keputusan mu untuk mengasingkan diri sudah benar benar bulat.?" tanya Yuze satu satunya pria penghuni dunia Bunga.


"Aku sudah mengambil keputusan, dan ini yang terbaik. Aku tidak ingin ada hati yang terluka. Jaga Xing er dengan baik agar kelak setelah dewasa ia bisa menggantikan ku menjadi Dewi bunga yang ketiga." 

__ADS_1


Suasana hening mencekam ketika sang Dewi bunga perlahan lenyap tak berbekas , pergi ke tempat pengasingan diri, jauh dari tujuh penjuru Dunia.


___


__ADS_2