Legenda Dewi Api

Legenda Dewi Api
Kecemburuan Dewa Malam.


__ADS_3

Xing er menatap lurus ke depan dan melangkah kan kaki nya mendekati seorang pria yang sepertinya telah menunggu nya dengan rasa tidak sabar.


Ya, malam itu adalah malam pertama Xing er untuk menemani makan malam sang Phoenix.


"Kau sudah datang?" tanya Yan Xun menghampiri Xing er yang sudah menghentikan langkah nya.


Xing er tidak menjawab , melainkan kembali melangkah menghampiri sebuah meja besar yang sudah di penuhi oleh berbagai macam makanan khas Dunia Langit. Dan nampak beberapa makanan dari dunia fana tertata di sana juga.


Bukan hanya itu, lilin lilin besar dan hiasan bunga bunga pun nampak memperindah suasana yang seperti nya sengaja di buat sedemikian rupa agar terkesan romantis.


Tapi seperti nya Xing er tidak ingin mempedulikan itu, di pikiran nya makan malam ini hanya lah sekedar untuk memenuhi janji nya.


Dengan cekatan Yan Xun langsung menarik kursi untuk Xing er.


"Duduk lah."


"Bisa kah kita memulai nya sekarang? Sepertinya aku sudah sangat lapar." ucap Xing er langsung duduk dan mengambil sebuah piring.


Yan Xun hanya tersenyum, ia tau jika Xing er bukan sedang kelaparan melainkan hanya ingin mempersingkat waktu.


Pria itu meraih sebuah teko, dan menuangkan arak di dalam gelas kaca.


"Minum lah arak ini dulu. Kita bersantai sejenak sebelum makan." ucap Yan Xun berusaha mengulur waktu.


"Tapi aku tidak pernah meminum arak. Jadi , maaf." jawab Xing er.


"Oh , baiklah. Kalau begitu kita makan." balas Yan Xun.


Akhirnya makan malam mereka berjalan lancar. Sepanjang mengunyah makanan nya pun Yan Xun tak henti nya mengajak Xing er berbicara. Berceloteh dan bercerita. Sesekali Xing er terdengar tertawa, terbawa suasana keceriaan Yan Xun.


Tidak mereka sadari jika diluar sana, sepasang mata menatap mereka dan segera berbalik melangkah pergi dengan perasaan hancur.


"Terimakasih Phoenix, atas makan malam nya. Aku sungguh senang." ucap Xing er.


"Benar kah? Kalau begitu besok kau pasti akan kesini kembali kan?" tanya Yan Xun.


"Tentu. Bukan kah aku sudah berjanji akan menemani mu makan malam selama tujuh malam? Aku pasti menepati janjiku.' balas Xing er.

__ADS_1


Yan Xun termenung, sejenak menatap wanita cantik yang ia sukai itu.


"Sesungguhnya aku lebih suka jika kau menemaniku bukan karna janji mu. Melainkan dengan ketulusan mu." ucap nya.


"Kau pikir aku tidak tulus?"


"Bukan begitu, maksudnya.. Aku lebih senang jika kau menemaniku karena kau juga ingin. Bukan karena untuk balas Budi." sahut Yan Xun.


Xing er terkekeh. "Bukan kah memang begitu? Kau yang menginginkan nya seperti itu."


"Ah, baiklah baiklah.. Aku sudah cukup senang dengan kedatangan mu. Siapa tau setelah ini, kita bisa berteman baik." potong Yan Xun menyadari jika Xing er sebenarnya sudah menebak jalan pikiran nya.


"Tentu saja aku bersedia jika berteman baik dengan mu. Kau orang yang ceria , tentu itu akan sangat menyenangkan." jawab Xing er.


"Benarkah? Kalau begitu mulai hari ini kita berteman baik." sambut Yan Xun dengan bahagia mendengar ucapan Xing er.


Xing er pun mengangguk. "Baik lah. Kalau begitu aku harus pulang. Terimakasih atas jamuan mu." ucap Xing er berpamitan.


Yan Xun akhirnya mengangguk dan tersenyum menang menatap langkah kaki Xing er. Di dalam sana , sang Permaisuri langit pun ikut tersenyum. Namun senyum licik nampak terlihat jelas di bibir nya.


''Kau hebat putraku. Langkah yang bagus. Kau memang harus selalu di atas Pangeran Pertama. Agar kau bisa dengan mudah menyingkirkan nya dari istana Langit. Karena tahta Padaku harus menjadi milik mu." ucap nya lirih.


Dari kejauhan, Xing er sudah bisa melihat punggung Dewa malam yang melangkah masuk. Xing er tak ingin menyapa melainkan mengikuti Dewa malam yang sudah memasuki kamar nya dan terlihat duduk di sisi ranjang.


"Run Yu. Apa aku mengganggu mu?" tanya Xing er ketika sudah berada tidak jauh dari Dewa malam yang duduk.


Run Yu menoleh, sebenarnya ia sudah tau jika Xing er mengikuti nya, namun ia hanya berpura pura tidak tau.


Run Yu tidak menjawab, dia hanya tersenyum samar ke arah Xing er yang kini sudah duduk di samping nya.


"Kenapa diam? Aku benar-benar mengganggu mu ya?" Xing er kembali bertanya.


"Bagiamana makan malam mu , apa berkesan?"tanya Run Yu membuat Xing er terkejut, ia tidak menyangka jika Run Yu melihatnya makan bersama sang Phoenix.


"Kau melihat kami?"


"Hanya kebetulan saja. Ku kira kau ada di istana biru. Entah kenapa malam ini aku ingin sekali melihat mu. Tapi, aku melihat mu berjalan keluar. Ku pikir, kau akan menemui ku. Ternyata aku salah." ucap Run Yu.

__ADS_1


"Run Yu, kenapa kau tidak mendatangi kami dan ikut makan saja. Aku pasti akan sangat senang jika kau ada di sana."


"Kenapa? Bukan kah kau senang bisa makam berdua dengan Phoenix. Apalagi dengan suasana romantis seperti itu. Kau menjadi wanita yang sangat beruntung. Apa kau tau, jika tidak ada satu pun wanita yang bisa mendekati Phoenix. Meskipun seribu Dewi dan bidadari yang berusaha mendekatinya tidak ada satu pun yang berhasil. Dan kau berhasil membuat nya menyukai mu." ucap Run Yu.


"Tidak seperti itu. Kau salah paham." sahut Xing er menangkap kecemburuan dari Run Yu.


"Kau senang?" Run Yu kembali bertanya dengan penuh penekanan.


"Tidak tidak. Kau belum tau apa yang sebenarnya terjadi. Aku.. aku menemui untuk menceritakan nya." bantah Xing er semakin panik melihat wajah gelisah Run Yu.


"Menemui ku setelah bersama dengan nya dulu?" kembali Run Yu menyerang Xing er dengan pertanyaan yang menekan.


Xing er tidak bisa lagi membantah.


Tiba tiba saja tangan nya meriah tengkuk Pangeran Pertama dan membungkam mulut nya menggunakan bibir nya. Run Yu yang terkejut berusaha mendorong tubuh Xing er. Namun Xing er dengan sekuat tenaga menahan tangan laki laki itu. Xing er tau jika saat ini, Run Yu sedang di landa cemburu, dan Xing er tidak ingin itu terjadi.


Ia terus mengecap bibir laki laki itu dengan penuh cinta, bahkan semakin dalam. Membuat benteng pertahanan Run Yu yang awal nya acuh pun akhir nya roboh juga. Pria itu membalas nya dengan penuh kelembutan. Lama mereka saling berpagut seperti sedang saling mengutarakan isi hati mereka masing masing. Di tengah cummbuan mereka yang semakin memanas tiba tiba Run Yu tersentak seperti tersadar dari sesuatu dan segera melepaskan pagutan nya lalu mendorong tubuh Xing er dengan perlahan.


Wajah Xing er memerah, menyadari keliaran nya. Ia pun tidak mengerti kenapa ia bisa senekad ini untuk memulai.


"Maaf. Aku..Aku hanya tidak ingin kau salah paham saja." ucap Xing er.


"Kenapa kau mencium ku?" Run Yu kembali bertanya dengan menatap kedua mata Xing er dengan sangat dalam.


"Karena aku menyukai mu. Bukan kah kau yang pertama mengatakan jika kau menyukai ku? Apa aku salah jika aku membalas?" sahut Xing er.


"Kau tidak menyukai Phoenix? Bahkan dia sangat tampan dan berpengaruh di tujuh penjuru dunia."


"Kau kira aku wanita seperti apa hah!! Aku sudah menyukai mu. Dan aku terlanjur mencintaimu bahkan sebelum kita saling mengenal. Untuk menyukai orang lain , itu tidak akan mungkin terjadi." jawab Xing er membalas tatapan Run Yu dengan tajam.


" Kau menyukai ku dan jatuh cinta padaku sebelum kita saling mengenal. Apa maksudmu?" Run Yu terlihat bingung dengan ucapan Xing er yang baginya tidak masuk akal. Apalagi ia yakin jika Xing er saat ini sudah menyukai Phoenix setelah melihat tawa ceria nya saat bersama sang Phoenix.


"Kau tidak akan percaya jika aku bercerita. Tapi sudah lah. Yang jelas , aku tau kau menyukai ku dan aku pun juga begitu. Jadi tidak ada salah nya jika aku berjuang untuk cinta ku." kembali jawaban Xing er membuat Run Yu semakin tidak mengerti.


"Setelah kau melihat wujud asliku..."


"Justru karena aku sudah melihat wujud aslimu. Aku semakin yakin, jika laki laki yang aku cintai selama ini adalah kau Dewa Malam. Naga putih bertanduk yang selalu menemui di dalam mimpi ku selama ini adalah jiwa suci mu."

__ADS_1


Run Yu tersentak, ia seperti tidak percaya dengan ucapan Xing er.



__ADS_2