Legenda Dewi Api

Legenda Dewi Api
Kerja sama orang luar dan orang dalam.


__ADS_3

Di dunia Iblis,


Nampak jendral Yuen Wei dan ShuYe anak buah andalan nya sedang berada di dalam kediaman jendral Yuen Wei. Mereka tengah berbincang serius dengan seseorang yang terlihat bukan dari golongan dunia Iblis.


" Yang Mulia Permaisuri sangat kecewa atas kegagalan mu jendral Wei, apalagi ini kali kedua nya kau gagal." ucap seseorang itu.


"Kata Kan pada Yang mulia , aku meminta maaf atas kegagalan ini. Tapi aku berjanji untuk berusaha, dan kali ini usaha ku tidak akan gagal lagi." sahut Yuen Wei.


"Tidak ada toleransi untuk mu, sekarang Yang mulia Permaisuri meminta kau menyerah kan panah iblis itu pada nya, biar kami saja yang akan mengambil alih tugas mu." ucap Seseorang yang ternyata utusan permaisuri langit itu.


"Tidak bisa, kami masih membutuhkan panah iblis itu. Jika kalian ingin mengambil alih tugas ku, maka cari lah senjata sendiri, jangan memakai panah iblis yang sudah susah payah kami ambil dari istana Iblis." jawab Yuen Wei.


"Kau menolak permintaan Permaisuri,.? Apa kau tau resiko nya.?" ancam utusan itu.


"Jangan mencoba mengancam ku, kita semua sama, jika permaisuri berani mengancam ku, maka aku juga bisa mengancam nya. Aku akan membongkar semua kejahatan nya. Bagaimana.? Apa kau masih berani mengancam ku Hah..!!" balas Yuen Wei.


"Kurang ajar..!!" pekik utusan itu menghunus pedang nya.


"Jangan membuat keributan di dunia kami. Pulang lah dan sampai kan pada Atasan mu, jika masih ingin bekerjasama dengan ku, maka harus bersabar ,atau kita akan menyatakan perang dengan dunia langit. Tidak susah bagi ku untuk membuka jalan peperangan Dunia iblis dan dunia langit, karena semua kejahatan Permaisuri Langit ada di tangan ku semua. Aku bisa saja melaporkan nya pada raja iblis.!" ralat Yuen Wei, membuat si utusan mundur dan kembali menyarung kan pedang nya dan kemudian pergi meninggalkan Jendral Yuen Wei itu untuk pulang ke istana Langit.


Sampai di istana Langit sang utusan itu langsung menemui Permaisuri langit untuk melaporkan penolakan jendral Yuen Wei, yang menolak untuk menyerah kan mata panah iblis yang berhasil mereka curi dari istana Iblis mereka.


"Kurang ajar.!!! Berani jendral Wei mengancam ku.!!" pekik Sang Permaisuri Langit.


"Benar Yang Mulia, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang.?" sang utusan itu bertanya.


"Biarkan saja, kita tidak boleh berhenti bekerja sama dengan mereka. Aku masih membutuhkan nya. Jika aku sudah tidak memerlukan nya lagi, maka aku sendiri yang akan menyingkirkan Yuen Wei, agar dia bisa tutup mulut untuk selama nya." ucap Sang Permaisuri langit.


"Baik Yang Mulia."


"Sekarang kau selidiki apa saja yang dilakukan Dewa malam dan peri kecil nya itu. Laporkan apapun yang kau ketahui tentang mereka." titah sang Permaisuri Langit.


"Baik Yang Mulia..!" sang utusan yang juga merangkap mata mata itu segera melangkah pergi.


"Yang Mulia, bagaimana jika aku yang mengambil alih tugas mereka, kurasa itu akan lebih mudah dan kita tidak akan melibat kan mereka lagi. Dengan begitu kita tidak memerlukan mereka lagi dan bisa segera menghabisi mereka." ucap Nuwa.


"Apa kau yakin bisa melakukan nya.?"


"Anda meragukan murid mu ini Yang Mulia.?"


"Bukan begitu, tapi bagaimana caranya agar kau bisa melakukan nya dengan baik.?" tanya Sang Permaisuri menatap Nuwa murid nya itu.

__ADS_1


"Aku bisa mencuri Anak panah iblis itu dan menggantinya dengan yang palsu." Nuwa menjelaskan.


"Apa itu tidak akan mudah untuk di kenali.?" tanya Permaisuri langit masih dengan keraguan.


"Aku akan membuat panah palsu dengan sumsum tulang ku sendiri, dengan begitu mereka tidak akan mudah mengenalinya. Ayah ku adalah dari bangsa mereka, jadi darah ku pun masih mengalir darah bangsa iblis, setidak nya panah palsu ciptaan ku tidak akan mudah di tebak oleh mereka ,kecuali yang benar benar ahli." Nuwa me jelaskan dengan rinci pada Gurunya.


"Kau benar benar jenius Nuwa, tidak sia sia kau menjadi murid ku." puji Sang Permaisuri pada murid nya itu.


Nuwa hanya tersenyum mendengar pujian gurunya itu.


"Baik lah , kalau begitu ijinkan saya untuk melakukan kuntivasi Yang Mulai, untuk meningkatkan kekuatan sihir saya dan saya akan segera mencoba membuat samaran panah iblis itu." Nuwa meminta ijin.


"Pergi lah sekarang." sahut sang permaisuri Langit.


___________


Sementara itu,


Saat ini Run Yu dan Xing er, serta Jiuzhie dan Lu dong sudah berada di dunia Iblis.


Mereka berempat lalu menyinggahi sebuah rumah pedang di sana.


"Apa kau mencurigai sesuatu disini.?" tanya Jiuzhie pada Run Yu.


"Tidak, kurasa mereka tidak ada sangkut paut nya dengan tempat ini." sahut Pangeran Pertama.


"Lalu kenapa kau singgah ke sini.?" kembali Jiuzhie bertanya.


"Aku hanya sekedar sedang mengecoh seseorang yang sedang memata matai kita."


"Apa..? Ada yamg memata matai kita..?" Jiuzhie yang tidak menyadari situasi terkejut .


Run Yu hanya tersenyum dan kembali mengajak mereka keluar dari situ setelah memastikan sang mata mata yang ia maksud tadi pergi, mereka akhirnya memilih kedai untuk melepas lelah mereka.


Setelah beberapa saat lama nya berada di kedai tersebut, Jiuzhie menyarankan Run Yu dan Xing er untuk segera ikut ke istana Iblis guna bertemu ayah nya.


Run Yu pun akhirnya setuju, dan Jhiuzie membawa mereka ke istana nya.


Sampai di istana tersebut, mereka segera di sambut oleh Raja iblis dengan sangat baik.


"Selamat datang di Dunia iblis kami yang mulia Pangeran Pertama sang Dewa Malam. " sapa Sang Raja iblis ayah dari Jiuzhie yang bernama Han Jiang itu memberi hormat pada Run Yu.

__ADS_1


Run Yu mengangguk membalas penghormatan tersebut.


"Terimakasih Raja Han Jiang, senang bertemu dengan mu, bagaimana kabar mu.?" tanya Run Yu pada Han Jiang sang raja iblis.


"Mungkin Yang mulia sudah mendengar sedikit kesalahan yang ada di istana kami dari putri ku." sahut Han Jiang.


Run Yu mengangguk dan kini mereka duduk melingkari meja di sebuah ruangan yang sudah di siapkan oleh mereka khusus untuk ruangan berkunjung tamu.


"Aku sudah mendengar nya, dan itu adalah alasan pertama ku sehingga aku berada di sini sekarang ini." ucap Run Yu.


"Oh, terimakasih sekali, saya tidak menyangka jika Pangeran pertama mau peduli dengan kami." sahut Han Jiang.


"Karena ini menyangkut permasalahan sahabat baik ku Jiuzhie dan juga sudah menjadi Masalah ku juga." jelas Run Yu.


"Maksud nya.. masalah anda?" raja iblis sedikit bingung.


"Ayah, seseorang yang telah mencuri panah iblis kita telah menggunakan nya untuk mencoba membunuh Pangeran Pertama dan juga Xing er calon istrinya." potong Jiuzhie.


"Apa..??" Han Jiang terbelalak kaget.


"Maka dari itu aku perlu ikut menyelediki nya." sambung Run Yu.


"Kenapa bisa seperti ini, maaf kan atas kecerobohan kami Yang Mulia Pangeran Pertama. Kami tidak habis pikir, apa maksud dari si pencuri ini." jawab Han Jiang.


"Tapi kelihatan nya mereka sengaja membuat panah iblis palsu guna merahasiakan keberadaan Panah iblis yang asli." Jiuzhie mencoba menjelaskan.


"Kau benar Jiuzhie, sebenar nya mereka hanya ingin memfitnah dunia langit. Ku rasa begitu." ucap Han Jiang.


"Ini bukan sekedar ingin memfitnah, tapi kurasa ada maksud lain dari itu, karena sasaran utama mereka adalah nyawa ku. Dan Xing er, menjadi sasaran mereka karena mereka merasa Xing er pernah menggagalkan rencana mereka. Dan mereka merasa jika Xing er adalah masalah baru bagi mereka yang ingin menginginkan nyawaku." ucap Run Yu.


"Jadi maksud Yang Mulia..?" tanya Han Jiang.


"Ada orang luar yang bekerja sama dengan orang dunia Iblis, dengan maksud bekerja sama untuk mencari keuntungan masing masing. Bisa jadi, orang dalam mempunyai niat khusus pada Sang Raja, sedangkan orang luar itu berniat membunuh saya, dan mengkambing hitam kan Raja Iblis. Setelah ke salah pahaman ini berlangsung, maka mereka bisa mengambil keuntungan nya." jelas Run Yu.


"Yang Mulia Pangeran benar, lalu siapa orang orang tersebut.?" Han Jiang terlihat berpikir.


"Kita akan menyelidiki nya. Raja tidak perlu khawatir. Percaya kan semua nya kepada kami. Saya dan Xing er akan membantu Putri Jiuzhie dan Lu dong untuk masalah ini." ucap Run Yu.


"Terimakasih Yang Mulia Pangeran. Terimakasih."


__________________

__ADS_1


__ADS_2