
Seketika , seluruh penghuni yang berada di dalam ruangan istana dunia langit menjadi riuh karena penjelasan dari Sang Permaisuri Langit. Mereka saling melempar pandangan satu sama lain. Di dalam hati mereka bertanya tanya, siapa Ayah Xing er sebenarnya..? Jika tadi nya mereka mendengar pengakuan dari Sang kaisar jika Xing er adalah putri nya, lalu setelah mendengar penjelasan dari sang permaisuri membuat mereka semakin bingung.
Begitu juga Xing er, ia melangkah mundur . Dunia terasa sedang mempermainkan nya. Saat ia merasa bangga dan bahagia ketika mengetahui jika Kaisar Langit adalah ayah nya, tapi kini hatinya tiba tiba hancur berkeping keping, luluh dan jantung nya seakan berhenti seketika.
Saat semua sedang di landa kebingungan, Dunia Langit bergetar hebat. Sinar cerah yang begitu pekat keluar dari langit ke tujuh, menerobos masuk ke dalam istana membuat semua yang ada berlutut ketika menyadari jika Tetua para dewa datang mengunjungi mereka.
"Selamat datang Tetua para dewa.!" ucap semua yang ada tak terkecuali sang Kaisar Langit dan Sang Permaisuri.
Hanya Xing er, yang tidak berlutut karena tidak faham siapa mereka yang sudah berdiri di hadapan nya dengan alas awan putih itu.
"Kaisar Langit, kedatangan kami kemari karena ada satu hal yang akan kami sampaikan terkait dengan identitas gadis itu." ucap Tetua dewa menoleh pada Xing er.
Semua yang ada kini berdiri dari berlutut nya dan serempak menoleh pada sosok Xing er yang masih berdiri mematung di sana.
"Ketahui lah para penghuni dunia langit dan sebarkan berita ini pada seluruh penjuru dunia. Jika Xing er Yang ada dihadapan kalian ini adalah titisan dari Dewi kedamaian."
"Kami sengaja memberitahu kan hal ini untuk meluruskan kesalahpahaman. Jika dulu saat Dewi bunga bertapa, roh suci Dewi kedamaian berhasil menyinggahi nya hingga Dewi bunga hamil tanpa pria manapun yang menyentuh nya. Dewi bunga mengandung roh suci milik Dewi kedamaian dan ia berhasil melahirkan Xing er yang merupakan titisan Dewi Kedamaian."
Penjelasan Tetua dewa mengejutkan semua nya. Tidak ada satu pun yang menyangka jika Peri kecil di hadapan mereka itu adalah titisan Dewi suci , yaitu Dewi kedamaian yang telah merelakan kedewian nya demi kedamaian penjuru dunia.
__ADS_1
Mereka bersujud sambil mengucapkan rasa syukur atas kelahiran titisan sang Dewi kedamaian yang telah di nantikan selama ribuan tahun lama nya. Dan kenyataanya ini baru saja mereka ketahui.
Kaisar langit pun tercengang , begitu pula sang Permaisuri langit. Ia bahkan merasa seperti tidak percaya , Annchi yang ia benci berhasil melahirkan titisan Dewi kedamaian.
"Xing er. Kemari lah.!" sang tetua dewa menoleh ke arah Xing er yang melangkah perlahan mendekati.
"Jika saat nya nanti telah tiba, kau akan melakukan reinkarnasi untuk penyempurnaan mu sebagai Dewi kedamaian. Jika kau berhasil , ingatan serta kekuatan mu akan kembali lagi sepenuhnya . Dan kau akan kembali ke dunia Atas awan di mana asal mu dan tempat mu yang sesungguhnya. Apa kau mengerti.?"
Xing er terdiam, ia sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Sang Tetua dewa itu.
"Baik lah , karena saat ini kau masih berstatus Xing er. Kau akan tetap menjadi Xing er sampai pada saat nya kau bereinkarnasi , setelah itu kau akan mengerti dengan sendiri nya." jelas Sang Tetua Dewa.
"Baik Tetua para dewa, kami akan melaksanakan nya dengan baik.!" jawab mereka serempak.
"Baik lah, hanya ini yang ingin kami sampai kan." ucap sang Tetua dewa itu lalu kemudian sosok mereka berubah menjadi cahaya yang pekat dan melesat keluar istana menuju langit ke tujuh.
Gegap gempita terjadi setelah kepergian Tetua para dewa, sementara sang Kaisar langsung memberi perintah para Dewi untuk mengantar Xing er ke istana biru yang berada tidak jauh dari istana Qin Shan milik Pangeran Pertama. Istana biru yang seharusnya menjadi istana Putri langit. Namun di karena sang Kaisar langit tidak memiliki seorang Putri maka saat ini Kaisar langit memberikan nya kepada Xing er sebagai tanda hormat sekaligus hadiah untuk seorang titisan Dewi kedamaian yang agung.
Xing er yang masih tidak mengerti apa apa itu hanya bisa menurut saja ketika para Dewi menyapa dan mengajak nya berlalu, dengan melirik Run Yu yang menunduk kan wajahnya untuk sengaja menjaga pandangannya.
__ADS_1
Saat ini ada rasa bahagia di hati Run Yu ketika mengetahui jika Xing er bukan lah saudara nya, namun jauh di lubuk hati nya terselip rasa sedih ketika kenyataan mengungkap siapa sebenarnya Xing er.
Bagaimana tidak, saat ini Run Yu harus bisa sadar diri jika ia sudah tidak lagi bisa selevel dengan Xing er yang jauh di atas nya. Xing er adalah titisan Dewi kedamaian , Dewi agung yang menjadi elu eluan seluruh penghuni tujuh penjuru dunia. Sedang kan dirinya, memang Pangeran Pertama kaisar langit, tapi menurutnya jika Xing er mengetahui sosok asli nya yang hanya seekor naga buruk rupa itu akan membuat Xing er tidak mau kembali bertemu dengan nya . Itu lah pemikiran Run Yu saat ini.
Siapa yang tidak mengenal Dewi pembawa kedamaian yang telah merelakan dirinya demi kedamaian dunia. Semua juga mengetahui kisah nya, dari cerita yang terus turun temurun di ceritakan oleh para terdahulu mereka.
Kini Xing er sudah berada di istana biru. Masih dengan kepolosan nya Xing er yang sebenar nya sudah mengerti namun tidak ingin mengerti itu nampak biasa saja. Malah saat ini ia ingin sekali bertemu dengan Run Yu dan mengajaknya ke dunia Bunga. Xing er tiba tiba Merindukan dunia Bunga yang masih di akui nya sebagai asal usul nya tempat di mana ia dilahirkan dan besarkan oleh para Dewi di sana.
Xing er nampak berjalan ke arah Istana Qin Shan untuk menemui Run Yu.
"Run Yu.!" Xing er memanggil Run Yu, namun ia tidak menemukan sosok yang ia cari. Karena penasaran di mana Run Yu berada Xing er melangkah memeriksa kamar Run Yu.
Xing er tetap tidak menemukan Run Yu di kamarnya.
Xing er melangkah ketika ia mendengar suara gepakan air dari kolam yang berada di luar belakang kamar.
Xing er berjalan menuju kolam tersebut dan melihat Run Yu sedang berendam di sana. Xing er segera menghampiri nya namun ia begitu terkejut dengan apa yang ia lihat. Separuh tubuh Run Yu kebawah berwujud naga putih.
"Run Yu..!!" Jerit Xing er ketika melihat sosok Run Yu yang asli.
__ADS_1
_________________