Legenda Dewi Api

Legenda Dewi Api
Pencerahan Tetua Dunia bunga.


__ADS_3

Di Dunia langit.


Istana Qing Shan.


Tampak permaisuri Langit Jing Mi berjalan di dampingi oleh Nuwa murid nya.


Mereka melangkah menuju ruangan Pangeran pertama.


"Dasar tidak berguna, semua orang sibuk rapat membahas tentang pemberontakan dunia iblis, tapi kau malah bermalas malasan di sini." ucap Permaisuri Langit kepada Run Yu Sang Pangeran Pertama, saat tiba di ruangan nya.


"Mohon maaf Ibunda , Ayahanda menyuruh saya untuk konsentrasi berkultivasi." jawab Pangeran Pertama.


"Sudah ku bilang berkali kali, aku bukan ibu mu. Aku kesini hanya untuk memberitahu mu, sebentar lagi Putra ku YanXun akan segera kembali dari dunia Burung. Jadi kau jangan berani mencari muka di hadapan Baginda. Karna aku ingin YanXun yang memimpin pasukan langit untuk menyerang Dunia Iblis." ucap Sang Permaisuri Langit.


"Saya tidak pernah mencari muka Yang Mulia permaisuri, Ayahanda sendiri yang meminta saya untuk memimpin pasukan." jawab Run Yu.


"Diam kau..!!! Seharusnya aku sudah menyingkirkan kau dari dulu. Tapi kau selalu beruntung." ucap Permaisuri Langit semakin ketus dan bergegas pergi meninggal kan Pangeran Pertama.


Run Yu hanya bisa menghela nafas berat setiap saat hinaan diterima dari Sang Permaisuri yang tidak menginginkan nya dan selalu membenci nya itu.


_______


Di Aula besar milik istana langit terlihat para menteri langit sedang mengadakan rapat membahas tentang Dunia Iblis yang kabarnya akan mengadakan pemberontakan pada keKaisaran Langit kedua.


Mereka masih saja menaruh dendam atas kematian Raja Iblis yang tewas di tangan Kaisar Tei Feng sekitar empat belas ribu tahun yang lalu.


"Kita harus segera menggempur mereka sebelum mereka menyerang langit terlebih dahulu." ucap Kaisar Langit.


"Baginda, kita tidak boleh ceroboh. Kita belum tau pasti apakah Dunia Iblis benar benar akan memberontak. Ini masih kabar burung dan kita tidak boleh mengulang kesalahan Kaisar Langit pertama." jawab Jendral Xiwang.


"Lalu bagaimana jika mereka benar benar memberontak, disaat kita lengah. Dunia Iblis tidak pernah bisa berdamai dengan Dunia Langit semenjak Peristiwa dahulu." ucap Sang Kaisar Wang Xuezi.


"Saya akan meningkatkan penjagaan di sudut penjuru langit. Dan saya akan mengirim mata mata andalan saya untuk menyelidiki kasus ini." jawab Sang Jendral .


"Baik lah, aku akan menunggu kabar dari mu Jenderal Xiwang." ucap Kaisar Langit .


Rapat pun di tutup tanpa mendapat kan kesimpulan apapun. Jendral Xiwang mempunyai firasat jika kabar pemberontakan Dunia Iblis hanya nya isu, yang di buat seseorang hanya untuk memecah belah kedua pihak agar kembali berperang dan bermusuhan seperti dulu.


_________


Sementara di Dunia Bunga,


Xing er terus melakukan Kultivasi agar mampu membangun Chi dalam dirinya.


Selama beberapa bulan ini ia terus berlatih dan berlatih dengan serius, meskipun dengan melawan rasa malas nya ia terus berlatih untuk mencapai sebuah kesempurnaan dalam menggunakan sihir dan kekuatan nya.


Di dampingi peri Agung Dewi Feng dan Dewa Pohon Yuze yang nampak terkagum dengan kemajuan pesat yang di alami Xing er.


Bahkan Xing er sendiri pun merasa heran dengan kekuatan nya yang melampaui kekuatan para Dewi yang menjadi Guru nya.


Ia bisa mengendalikan Angin disekitarnya. Membentuk Angin semaunya dan angin seolah tunduk atas semua perintah nya.


Tak terkecuali Dewi Feng yang selalu memperhatikan setiap pergerakan Xing er, ia menangkap ada element lain di dalam jiwa gadis itu.


"Apa kau merasakan suatu keanehan di diri Xing er..?" tanya Dewi Feng pada Yuze.


"Kekuatan Angin , ya.. itu kekuatan Angin Dewi.!! Dan sepertinya itu kekuatan Dewi Kedamaian." jawab Yuze.


"Atau kah Xing er merupakan reinkarnasi Dewi Kedamaian.. Tapi mana mungkin .? Xing er hanya hasil dari perbuatan keji Kaisar langit, Dewi suci tidak akan mungkin menitis pada nya." ucap Dewi Feng .

__ADS_1


"Satu satunya yang bisa menjawab pertanyaan kita hanya lah Tetua Dunia bunga." ucap Yuze.


"Berarti kita harus membawa Xing er menemuinya agar semua jelas." sahut sang Dewi.


Yuze pun mengangguk dan menghampiri Xing er yang tengah berlatih.


"Xing er, berhentilah.."


"Dewa pohon , kau mengganggu ku.!" Xing er menghampirinya.


"Ikut lah kami, kita harus menemui seseorang ." ucap Dewi Feng melangkah diikuti Yuze dan Xing er.


Mereka bertiga segera menuju ke tempat Asing di mana para Tetua Dunia berada.


"Tetua, kami datang untuk meminta sebuah pencerahan." ucap Dewi Feng menghatur kan sembah .


"Peri Agung, dan Dewa pohon, sudah lama kalian tidak mengunjungi ku. Pencerahan apa yang ingin kalian ketahui.?" jawab Tetua mereka tak bergerak dari tempat semedi nya.


Dewi Feng menoleh ke arah Xing er dan mengisyaratkan agar Xing er memberi salam.


"Xing er sang peri Daun memberi Hormat Tetua.!" ucap salam dari Xing er.


"Xing er, tak seharusnya Dewi kedamaian terjebak di sana." ucap Tetua membuat mereka saling berpandangan.


"Maksud Tetua..??" Yuze bertanya.


"Aura Dewi kedamaian begitu mencolok, hanya saja ia belum mampu menampakan jati diri nya. Suatu saat ketika Xing er telah menguasai Chi dan Sihir tingkat tinggi nya ia bisa mengeluarkan benda ajaib milik Dewi kedamaian yang ada di dalam tubuh nya. Di saat itu Dewi kedamaian akan bereinkarnasi melalui Xing er. Dan ini merupakan takdir langit." penjelasan Tetua Dunia bunga membuat semua terpana.


Xing er yang yang nampak bingung tak mengerti dengan maksud Tetua hanya menggaruk kepalanya.


"Apa yang harus kami lakukan Tetua." tanya Dewi Feng .


Dewi Feng hanya menunduk kan kepalanya dan mengajak mereka kembali ke dunia bunga.


"Siapa Dewi kedamaian Peri Agung ? Kenapa dia ada di diri ku, aku tidak mau menjadi siapapun selain diriku sendiri ." tanya Xing er setelah mereka berada di Dunia mereka.


"Dia adalah seorang Dewi yang telah mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Dunia kita. Ia yang membunuh kaisar langit pertama yang kejam dan mendapat hukuman langit atas keberanian nya yang benar." jawab Yuze menjelaskan.


"Jika tindakan nya benar , Kenapa dia harus di hukum.?" kembali Xing er ingin mengetahui nya.


"Hukum langit tetap lah hukum langit, tidak ada satupun yang bisa menentangnya. Itu sudah menjadi aturan tujuh Dunia sebelum kita lahir. " jawab Yuze.


"Xing er, apa pun yang kau dengar hari ini ,jangan satu orang pun yang mengetahui nya. Dan aku meminta padamu jangan kau gunakan Kekuatan Angin mu. Kau mengerti..?" ucap Dewi Feng .


"Kenapa Peri Agung..? Bukan kah ini suatu keajaiban yang langka. Dan aku menyukai kekuatan ku ini." jawab Xing er.


"Jangan membantah ku.. Pergi lah." ucap Dewi Feng membuat Xing er takut dan akhirnya melangkah pergi meninggalkan mereka.


"Xing er harus tetap menjadi Xing er, tidak boleh menjadi siapapun tidak peduli itu Dewi kedamaian sekali pun." ucap Dewi Feng setelah Xing er jauh.


"Ya benar sekali, karena Xing er adalah putri Dewi Bunga dan harus menjadi penerus Dewi Bunga ." sahut Yuze.


______________


"Huh.. aku bodoh salah ,sekarang aku hebat juga salah. Apa mau nya..?" Xing er menggerutu sepanjang jalan.


"Xing er....!!!" Pieyu berseru ke arahnya.


"Pieyu , hari ini aku sangat bosan sekali. Bagaimana kalau kau menemani ku jalan jalan..?" ucap Xing er seketika berubah ceria melihat sahabat nya datang .

__ADS_1


Mereka akhirnya sepakat untuk jalan jalan ke arah sungai suci yang berada tidak jauh dari dunia Bunga.


"Naga putih yang sering berubah menjadi lelaki tampan itu sering datang dalam mimpi ku , Pieyu ... apa itu pertanda kalau dia jodoh ku .?" ucap Xing er dengan polosnya.


"Haha..haha.. Kau lucu sekali Xing er, jodoh itu bertemu di dunia nyata, lalu saling jatuh cinta dan menikah ." saya sahut sahabatnya itu.


"Tapi aku selalu bertemu dengan nya ,bahkan aku mulai jatuh cinta padanya. Tapi kalau aku bisa bertemu dengan nya di dunia nyata, apa aku juga akan menikah. .?" kemudian Xing er menghela nafas.


"Entah lah, tapi para Dewi disini tidak ada yang menikah." jawab Pieyu.


"Aah... kita harus menikah Pieyu , karna kita tidak boleh mengikuti jejak para Dewi disini. Lihat lah para dewa di langit saja menikah dan mempunyai keturunan." ucap Xinger, menatap batas dunia mereka.


"Sudah lah, itu terserah takdir kita saja. Sebaiknya kita pulang . Aku sudah sangat lelah." jawab Pieyu.


"Pulang lah duluan aku masih ingin disini, siapa tau saja, pangeran naga putih itu akan datang menjemput ku." sahut Xing er tak bergeming dari batu besar yang ia duduki.


"Baik lah, aku pulang. Tapi ingat lah kau jangan terlalu berharap dengan khayalan mu itu." ucap Pieyu melangkah meninggalkan Xing er.


Xing er masih tak berkedip menatap pembatas dunia mereka yang nampak terlihat seperti kabut yang sangat tebal. Pikiran nya melayang, apa yang ada di luar sana itu yang dipikirkan nya.


Tiba tiba Xing er menangkap sinar biru keputihan masuk menerobos kabut tebal itu dan jatuh menjelma seorang laki laki gagah dan tegap seperti dewa dari langit .Xing er yang penasaran melangkah menghampirinya.


" Siapa kau..??" sapa nya.


Laki laki itu melangkah mendekati Xing er yang mundur beberapa langkah.


"Aroma mu mengingat ku pada Annchi, siapa kau gadis cantik.?" tanya Laki laki itu.


"Aku yang seharusnya bertanya padamu, kenapa kamu memasuki wilayah Dunia bunga kami.?" sahut Xing er menatap curiga.


"Aku adalah Kaisar langit, dan sahabat Annchi Dewi bunga. Kedatangan ku kemari untuk menengok makamnya." jawab Laki laki yang tak lain adalah Wang Xuezi Kaisar Langit kedua.


"Hormat saya Paduka Yang Mulia." Xing er memberi hormat ketika mengetahui siapa yang dihadapan.


"Siapa namamu. Aku belum pernah melihat mu disini..?"


"Xing er Paduka, saya memang belum pernah kemana mana selain di didalam istana saja. Saya hanya peri daun dengan tingkatan yang rendah. " jawab Xing er.


"Apa kau bisa menolong ku? Membawa aku ke makan Dewi Bunga. Karena aku tau jika bukan hari kematian nya siapa pun di larang memasuki area pemakaman nya.Tidak peduli siapa pun itu." ucap Kaisar Langit .


"Saya akan menolong Yang Mulia , tapi dengan satu syarat." jawab Xing er ingin menggunakan kesempatan emas ini.


"Katakan.."


"Bawa saya keluar dari sini, saya hanya ingin melihat dunia lain diluar sana."


Kaisar langit menganguk setuju dengan permintaan Xing er. Ia berpikir tidak masalah jika hanya membawa seorang peri daun dari dunia bunga , yang biasa nya memang sering di ambil dunia langit untuk di jadikan pengawal atau pelayan di istana langit.


Xing er akhirnya membawa Kaisar langit menuju Pemakaman Dewi Bunga, karena hanya penduduk Dunia bunga yang mampu menembus titik pengaman pada area pemakaman Dewi Bunga.


Setelah sekian lama Kaisar langit berada di sana, ia kembali mendekati Xing er.


"Aku sudah selesai apa kau benar benar mau ikut dengan ku.?" tanya nya pada Xing er


" Kau benar benar akan membawa ku.. aah.Aku senang sekali. Ayo berangkat sekarang. " ucap nya dengan gembira tanpa menghiraukan apapun lagi termasuklah larangan mereka untuk keluar dari dunia bunga


Sang Kaisar langit akhrinya membawa Xing er ke Dunia langit , tanpa sepengetahuan Peri Agung dan yang lain nya.


_________________________

__ADS_1


__ADS_2