Legenda Dewi Api

Legenda Dewi Api
Pertemuan Xing er dan Run Yu.


__ADS_3

Kaisar Langit akhirnya membawa Xing er ke dunia Langit.


Perjalanan yang begitu memukau kan bagi Xing er. Selama ini dia belum pernah melihat dunia luar ,apalagi saat ini dia melihat semua itu dari atas langit.


Tak begitu lama Mereka tiba di pintu kedua Istana langit, Kaisar kemudian membawa Xing er ke Rumah Pendidikan milik Dewa Rubah yang bernama Hang.


"Paduka Yang Mulia, ada angin apa yang membawa Paduka datang kemari.?" sapa Dewa Rubah memberi hormat.


"Hang, aku titip gadis ini, kenalkan pada Run Yu. Siapa tau dia mau menjadi pelayan nya. Dengan begitu Run Yu tidak akan kesepian lagi jika mempunyai pelayan seorang peri dari dunia bunga." ucap Kaisar Langit.


"Baik Yang Mulia." jawab Hang.


Sang Kaisar pun berlalu.


"Hai gadis cantik, siapa namamu.?" Dewa Rubah menyapa Xing er.


"Xing er."


"Nama yang unik, Aku Dewa Rubah. Kau bisa memanggil ku Paman Hang." ucap Hang lagi.


"Paman..? Kau masih terlihat sangat muda untuk sebutan itu Dewa Rubah." jawab Xing er.


"Haha...ha..Umur ku sudah hampir dua puluh ribu tahun lebih, aku memang di beri wajah awet muda makanya aku terlihat tidak pernah tua." ucap Hang sang Dewa Rubah tertawa.


"Benarkah..? Itu terdengar sangat mustahil." sahut Xing er.


"Untuk para Dewa kemustahilan itu sudah menjadi suatu kewajaran gadis manis."


"Oh.. begitu ya.?"


"Baik lah, mulai sekarang kau tinggal dulu beberapa waktu di rumah ku, Setelah itu aku akan mengenalkan mu pada Pangeran Pertama. Ayo masuk..!!" Hang mengajak Xing er masuk.


Mereka melangkah masuk.


Xing er terkesiap melihat ruangan luas yang penuh dengan Kain sutra yang indah indah dengan lukisan yang bagus bagus di setiap sudut mata memandang.


"Semua ini milik mu Dewa Rubah.?" tanya Xing er.


"Ya.. aku membuat nya sendiri, dan aku mengajari para anak anak disini untuk membuat kain sutra dan lukisan. Aku juga banyak memberi kan ilmu pelajaran pada mereka."


"Berarti kau seorang Guru.?" sahut Xing er.


"Begitu tepat nya." balas Hang.


"Bagaimana , apa kau menyukai Dunia Langit .?"

__ADS_1


"Tentu.. disini pemandangan sangat indah. Tidak seperti di dunia ku yang hanya bisa melihat Bunga dan kabut tebal." jawab Xing er.


"Tapi aku sangat menyukai Dunia bunga. Aku pernah kesana dan aku ingin sekali lagi kesana." ucap Hang.


Seharian Xing er berada di Rumah Pendidikan, ia terlihat sangat bahagia dikelilingi para Dewi yang rupawan dan ramah tamah. Begitu juga Dewa Rubah yang baik dan terus mengajak Xing er bercanda. Ia melupakan dunia Bunga nya, melupakan Peri Agung dan Yuze yang mungkin kini sedang mengkhawatirkan nya.


Hingga malam tiba , Xing er melangkah kan kaki nya keluar dari Rumah Pendidikan dan terus melangkah menikmati pemandangan Dunia Langit yang begitu mempesona di malam hari. Tak sadar langkah nya telah memasuki Istana Qing Shan.


Ia berjalan menghampiri sebuah telaga biru di sana. Tiba tiba ia dikejutkan dengan bayang mirip seperti naga yang sedang berendam di telaga itu. Dan tiba tiba bayangan itu menghilang.


"Siapa kamu ? Seperti nya aku belum pernah melihat mu." suara seseorang dari arah belakang Xing er mengejutkan nya, ia pun menoleh. Tampak Seorang Pria gagah dengan pakaian serba putih dan wajah yang tampan berdiri dibelakangnya.


"Maaf kan saya jika saya sudah mengganggu Tuan Dewa." ucap Xing er.


"Kau tidak menggangguku ,Aku hanya sedikit terkejut melihat mu. Selama ini tidak ada yang berani memasuki wilayah Telaga ini." jawab Seseorang itu.


"Nama ku Run Yu , aku hanya Dewa ikan kecil biasa. Siapa nama mu.? Dan dari mana kau berasal .?" tanya Run Yu Sang Pangeran Pertama, melirik wajah Xing er yang sangat memukau bagi nya itu.


"Nama ku Xing er, Aku hanya peri daun yang di bawa Kaisar langit ." jawab Xing er .


"Ayahanda yang membawa mu kemari.?" tanya Run Yu sedikit terkejut .


"Sungguh..!!" jawab Xing er meyakinkan Run Yu.


"Xing er...!!!!!" suara itu memanggil Xing er.


"Ternyata kau disini, ku pikir kau tersesat." ucap Hang menghampiri Xing er.


"Paman.. kau mengenal nya.?" tanya Run Yu .


"Ya.. tentu saja. Ayah mu menitip kan nya padaku untuk mengenalkan padamu. Ayah mu meminta Xing er untuk menjadi pelayan mu. Apa kau mau.? " tanya dewa Rubah pada Run Yu.


"Apa...? Tidak tidak.. aku tidak mau menjadi pelayan. Aku kesini hanya untuk melihat lihat dunia luar saja. Bukan untuk mencari pekerjaan." Xing er memotong pembicaraan Dewa Rubah .


"Jadi lah pelayan ku dan kau akan sangat senang. Jika dalam sehari kau tidak senang kau boleh mengundurkan diri. " ucap Run Yu yang terpesona oleh Xing er.


Entah kenapa hati Run Yu bisa begitu cepat terpikat dengan Xing er, menurut nya Xing er sangat lain dan mempunyai daya tarik tersendiri bagi nya. Ia tertarik pada peri kecil itu.


"Xing er, bagaimana.? Apa kau tertarik dengan tawaran Pangeran Pertama." tanya Hang.


"Baik lah , aku akan mencoba nya. Tapi aku tidak janji akan betah ya.?" jawab Xing er


Run Yu hanya tersenyum.


"Mari ikut dengan ku." Run Yu mengajak Xing er ke istana Qing Shan nya.

__ADS_1


Xing er pun mengikuti langkah Run Yu, sementara Dewa Rubah kembali ke Rumah Pendidikan.


"Ini kamar mu, jika kau perlu sesuatu kau bisa memanggil ku." ucap Run Yu ketika sampai di Istana Qing Shan nya.


"Boleh kah aku meminta makanan.? Ku rasa aku lapar." ucap Xing er tanpa merasa malu.


Run Yu tersenyum dan mempersilahkan Xing er untuk mengikuti nya. Run Yu membawa Xing er kesebuah ruangan yang telah di penuhi hidangan langit yang lezat lezat.


"Kau boleh memakan nya sesuka hati mu." ucap Run Yu duduk di bersimpuh menghadap meja makan tersebut, di ikuti Xing er.


"Wah... semua ini siapa yang membuat nya.?" tanya Xing er takjub dengan aneka makanan yang belum pernah di sentuh nya sepanjang hidup nya.


"Tentu saja pelayan Langit. Aku tidak mungkin menyiapkan nya sendiri." jawab Run Yu kembali tersenyum melihat kepolosan Xing er.


Xing er segera menyantap Hidangan tersebut tanpa peduli pada Pangeran Pertama yang terus memperhatikan nya.


"Kau tinggal dengan siapa disini.?" tanya Xing er di sela sela makan nya.


"Aku sendirian."


"Apa.. kau sendirian.? Bagaimana mungkin. Bukan kah kau adalah Pangeran pertama Kaisar, kenapa tidak tinggal di istana Langit , malah tinggal di sini sendirian.?" tanya Xing er penuh penasaran.


"Aku yang memilih nya karena aku ingin hidup mandiri." jawab Run Yu.


"Wah... kau hebat sekali . Meskipun kau seorang putra kaisar langit tapi kau tidak manja sama sekali." sahut Xing er masih dengan mengunyah makanan.


"Lalu apa yang kau lakukan disini sendirian.?" tanya Xing er kini ia memperhatikan wajah tampan Run Yu, dan ia seperti mengenali wajah itu .


"Kau... aku.. aku seperti pernah melihat mu.?"


"Benar kah.. ? Dimana kau melihat ku.? " jawab Run Yu sedikit terkejut.


"Apa kau seorang Naga Putih.?" tiba tiba Xing er bertanya, membuat Run Yu terkejut .


"Tidak.. aku Seorang Dewa ikan." jawab Run Yu.


"Oh.. kalau begitu aku salah." Xing er mendengus.


Ia kembali mengunyah makanan terakhir nya dan tetap menatap wajah Run Yu yang juga menatap nya.


"Wajah nya begitu mirip jelmaan naga putih yang selalu datang dalam mimpiku. Tapi dia seorang dewa ikan bukan dewa Naga." bisik Xing er dalam hatinya.


Mungkin ini hanya kebetulan saja itu pikirnya.


_______________________________________

__ADS_1


.Ini masih proses perjalanan Xing er dalam membuka jati diri nya teman teman.. ikuti terus part nya... karena nanti kita akan bertemu dengan part dimana jati diri Xing er sebagai putri Dewi bunga dan titisan Dewi kedamaian terungkap. Dan proses Xing er menjadi Dewi Api.. yang menakut kan*..


__ADS_2