
Run Yu yang terkejut mendengar suara Xing er memanggil nya langsung merubah dirinya menjadi sosok manusia seutuh nya kembali dan segera keluar dari kolamnya.
"Xing er!"
"Kau.. kenapa kau membohongi ku?" Xing er masih seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.
"Maaf, aku tidak bermaksud.._"
Xing er sudah tidak mau mendengar penjelasan Run Yu , ia pergi berlari meninggalkan Run Yu yang hanya bisa menunduk.
"Setelah ini kau pasti membenci ku dan tidak akan lagi mau dekat dengan ku lagi." ucap lirih Run Yu.
"Aku memang tidak pantas dekat dengan siapa pun." Run Yu melangkah kembali ke istana nya dengan hati yang di liputi kesedihan.
Sementara Xing er terlihat murung , duduk di taman milik istana Qing Shan.
"Run Yu.. Jadi selama ini kau lah yang selalu ada dalam mimpi ku itu. Dan aku tidak menyadari nya." Xing er tak ingin berpikir lagi. Ia melangkah ke istana Qing Shan.
Xing er menatap dari jauh ke arah kamar Run Yu yang terbuka, ia bisa melihat Pria itu tengah duduk dengan wajah nya yang muram.
Run Yu menoleh ketika mendengar suara langkah kaki mendekati nya. Xing er kini duduk di samping Run Yu tanpa suara.
Run Yu menoleh sesaat menatap wajah jelita wanita yang sudah menggenggam hati nya itu, namun Run Yu segera menguasai dirinya dan kembali menarik pandangan nya untuk menatap lurus ke depan.
"Kenapa kau tidak istirahat malah kemari?" tanya Run Yu.
"Bagaimana aku bisa istirahat dengan tenang sebelum aku memastikan apa yang ku lihat tadi adalah benar." jawab Xing er.
"Yang kau lihat benar. Sosok asliku adalah naga putih yang buruk rupa. Bukan berniat membohongi mu. Tapi aku.. aku sungguh takut kau menjauhi ku jika kau tau wujud asli ku." ucap Run Yu.
"Baik lah, jika kau sudah mengakui nya. Selamat malam." ucap Xing er berdiri.
Namun ia tidak melangkah keluar melainkan meraih tengkuk Run Yu dan mendaratkan bibirnya pada pria itu . Xing er menyesap lembut bibir Run Yu yang terkejut dengan tingkah Xing er yang tidak di sangka nya itu.
__ADS_1
Xing er masih menyesap lembut bibir pria itu hingga beberapa detik lama nya lalu melepaskan pagutan nya dan menatap lekat wajah Run Yu.
"Terimakasih sudah menampakkan wujud asli mu. Dengan begitu aku tidak akan menjauh sedikit pun dari mu." ucap Xing er kini melangkah keluar kamar Run Yu, meninggalkan pria yang saat ini memegangi bibir nya.
"Apa maksudnya?" ucap Run Yu masih belum mengerti. Jari nya masih menyentuh bibir nya, masih terasa begitu jelas bekas bibir Xing er di sana.
"Apa Xing er menyukai ku karena aku seorang naga? Tapi mana mungkin? Semua orang akan menjauhi ku jika sudah melihat wujud Asliku." kembali Run Yu bertanya tanya.
*****
Keesokan hari ketika Xing er membuka matanya , terbangun dari tidur gelisah nya. Karena sepanjang malam ia terus teringat sosok naga milik wujud asli dewa Malam.
"Setiap dekat dengan mu aku merasakan kenyamanan dan kebahagiaan. Ternyata kau lah yang selama ini berada dalam mimpi ku. Tapi bagaimana bisa ? Kau dewa malam Putra Dewi ikan?" Xing er masih saja bingung. Entah lah, ia berpikir akan menjalani semua nya dulu . Apalagi saat ini ia harus menghadapi kenyataan baru jika dirinya adalah titisan Dewi kedamaian yang bahkan dirinya sendiri sama sekali tidak mengerti apa apa tentang sejarah Dewi kedamaian.
"Bukan kah aku menemui Run Yu berniat untuk mengajak nya ke dunia Bunga?" Xing er kembali mengingat keinginan nya dan melangkah.
"Sang titisan Dewi kedamaian!" seru seorang dayang istana berlari kearah Xing er.
"Ada apa?" tanya Xing er pada dayang itu.
Xing er melangkah menemui utusan dari dunia atas awan dengan sedikit pertanyaan di hati nya.
"Hormat kami Dewi Xing er." ucap para utusan yang terdiri dari dewa dan Dewi itu menundukkan kepalanya tanda menghormati Xing er.
Xing er hanya membalas mereka dengan senyuman.
"Ada keperluan apa, sehingga kalian datang kemari menemui ku?" tanya Xing er.
"Kami sudah mendengar berita tentang siapa sebenarnya anda. Dan kedatangan kami untuk menjemput Dewi Xing er agar kembali ke istana atas awan, tempat asal Dewi Xing er." jawab salah satu dari mereka.
Xing er terkekeh, "Apa di haruskan?"
"Kami sudah berunding dengan Kaisar Langit, dan beliau setuju karena Istana Atas Awan adalah tempat tinggal Sang Dewi yang sesungguhnya."
__ADS_1
"Kalau begitu, bolehkah aku mengajak seseorang?" tanya Xing er, di dalam pikiran nya ia akan mengajak Run Yu.
"Tentu saja."
Xing er tersenyum lalu melangkah menuju istana Qing Shan, sementara mereka mengikuti langkah Xing er.
"Run Yu, bisakah kau menemaniku hari ini?" tanya Xing er pada Run Yu ketika sudah bertemu dengan Run Yu di istana Qing Shan.
"Tapi._"
"Sekali ini saja. Aku tidak akan merepotkan mu lagi." ucap Xing er yang di balas anggukan ringan pria itu. Xing er meraih tangan Run Yu dan mengajak nya melangkah mengikuti para utusan Dunia Atas Awan yang langsung membawa mereka melesat meninggalkan Istana Langit menuju dunia Atas awan.
Rombongan itu kini sudah memasuki gerbang milik Dunia Atas Awan. Di sana para penghuni Dunia Atas Awan sudah berkumpul menyambut kedatangan Xing er dengan segala rasa syukur mereka yang terucap keras dari mulut masing masing.
"Selamat datang sang titisan Dewi Kedamaian. Kami sudah sangat lama menanti mu!" ucap seorang pria pada Xing er yang hanya tersenyum pada nya.
"Selamat datang juga Pangeran Pertama. Baru kali ini pangeran bersedia singgah di Dunia kami." ucap pria itu mengangguk hormat ke arah Run Yu yang juga mengangguk hormat membalas pria yang tak lain adalah tetua istana Dunia Atas Awan.
"Mari silahkan masuk." Tetua mempersilahkan Xing er dan Run Yu memasuki istana.
Masih dengan bergandengan tangan mereka memasuki istana itu.
"Apa kau mengingat istana ini?" tanya Run Yu pada Xing er yang menggeleng.
"Sama sekali tidak. Aku hanya penasaran seperti apa Dunia Atas Awan asal Dewi Kedamaian. Padahal ku rasa mereka hanya salah paham padaku." ucap Xing er.
"Tetua para dewa tidak mungkin salah. Jika mereka mengatakan kalau kau adalah Titisan Dewi kedamaian. Berati benar." jawab Run Yu membuat Xing er menoleh.
"Kau percaya?"
Run Yu mengangguk. "Melihat kekuatan Angin yang kau miliki, hanya Dewi Kedamaian yang mempunyai semua itu."
Xing er hanya diam tak menjawab lagi, karena di hadapan mereka sudah berdiri para Dewa dan Dewi penghuni istana yang menyambut kedatangan mereka.
__ADS_1
"Selamat datang di istana mu Sang Dewi!" ucap mereka serentak.
bersambung...