Legenda Dewi Api

Legenda Dewi Api
Kabar kematian Dewi Bunga kedua.


__ADS_3

Empat puluh hari setelah kepergian Dewi bunga sang Kaisar langit kedua mendatangi Dunia bunga.


Yuze yang merupakan Dewa pohon dan Dewi Feng sang peri Agung menyambut kedatangan Sang Penguasa Langit.


"Aku ingin bertemu dengan Annchi." ucap Sang Kaisar .


”Maaf Yang Mulai Baginda, Dewi Bunga tidak ada di tempat." jawab Sang peri Agung.


"Peri Agung, aku hanya ingin bertemu sebentar. Jangan mempersulit ku."


"Yang Mulai, Sang Dewi benar benar tidak ada. Jika Yang Mulia tidak percaya silahkan periksa sendiri." sahut Dewi Fen Sang Peri Agung.


Kaisar Langit yang tidak mempercayai nya dan masuk begitu saja ke dalam istana Dunia bunga. Ia terus melangkah menuju ruangan yang biasa dipakai Dewi bunga untuk bersantai.


Tapi ia tidak menemukan keberadaan Dewi Bunga.


"Apa yang kalian sembunyikan dariku..?" Mata Kaisar Langit menatap tajam ke arah Dewi Fen dan Yuze.


"Sang Dewi telah pergi Baginda." jawab Yuze.


mengapa mengatakan itu bodoh.


Mata Dewi Fen melirik ke arah Yuze.


"Pergi..?"


"Dewi Bunga memutuskan untuk mengasingkan diri nya Sampai batas peleburan dirinya Baginda." jelas Dewi Fen, tak ingin lagi menutupi.


Kaisar Langit langsung keluar dari istana dan kembali ke istana Langit. Kini perasaan bersalah dalam dirinya meluap luap saat ia kembali mengingat tragedi di suatu malam yang menimpa dirinya dan Dewi Bunga.


Dewi Bunga kedua sebenarnya adalah kekasih Kaisar Langit kedua. Mereka saling mencintai dan berjanji akan menikah, tapi siapa yang menyangka ketika malam dimana mereka sedang mengadakan pesta kecil di istana Langit, memperingati hari Mekar nya bunga bunga. Mereka saling bersulang secangkir anggur.


Tiba tiba, mereka terbangun dalam keadaan tanpa busana di dalam kamar kaisar Langit. Bertepatan dengan munculnya Jing mi Putri dari Dunia burung yang memang sering tinggal di Istana Langit.


Dewi Bunga di adili oleh para Tetua Dewa karena tindakan mesum di dalam Istana .


Mulai detik itu Dewi Bunga di larang masuk ke Istana Langit , dan hubungan nya dengan Kaisar langit harus di akhiri Hari itu juga.


Saat itu Dewi Bunga sangat bersedih, terlebih satu Minggu dari kejadian itu ia mendengar kabar jika Kaisar Langit menikahi Jing Mi Sang Dewi burung.


Hari hari Dewi Bunga menjadi layu, dan ia menghabiskan hari harinya hanya untuk bertapa di sebuah Gua suci yang ada di dunia Bunga itu sendiri.


______


"Kenapa kita tidak mengatakan saja jika Xing er adalah hasil dari perbuatan Kaisar kedua." ucap Dewi Baoyu.


"Tutup mulut mu.?" sahut Dewi Fen.

__ADS_1


"Peri Agung, bagaimana nasib Xing er kelak jika dia tau bahwa dia tidak mempunyai Ayah dan juga Ibu. Ini akan sangat menyakiti hati nya." kembali Dewi Baoyu berucap.


"Lebih baik Xing er hidup tanpa seorang ayah, daripada harus terlibat dengan dunia langit. Aku sudah memutuskan untuk tidak berhubungan dengan Dunia langit." Dewi Fen melangkah.


"Yuze, kita harus ingat apa yang telah dilakukan dunia langit pada dunia kita, kita pernah kehilangan Dewi Bunga pertama karena ulah keserakahan Kaisar langit Tei Feng, dan kita harus kehilangan Bunga Dewi kedua Karena ulah Kaisar langit kedua yang tidak bertanggung jawab. Apa kita harus kehilangan Bunga Dewi ketiga kita juga..?" ucap Dewi Fen


"Maafkan aku Peri Agung , Aku hanya takut jika Xing er merasa kesepian tanpa kedua orang tua." jawab Yuze.


"Tugas kita menjaga nya Sampai dia dewasa. Dan kita harus merahasiakan tentang kelahiran nya , juga identitas orangtuanya." Dewi Fen melangkah pergi.


***


Hari itu Seribu tahun setelah kepergian Dewi Bunga, mendadak Alam dunia menjadi gelap. Bunga bunga di seluruh penjuru dunia layu dan jatuh berserakan.


Seorang dewa kematian datang ke Dunia bunga membawa kabar kematian Dewi Bunga kedua.


Disambut dengan duka yang mendalam seluruh penghuni Alam Dunia Bunga.


Mereka kemudian menggelar acara sesembahan untuk Dewi bunga mereka, di iringi doa dan Isak tangis para bangsa peri bunga , peri daun dan seluruh Dewi penghuni Dunia Bunga.


Begitu juga Sang Kaisar Langit kedua Wang Xuezi sangat berduka atas meninggal nya Dewi bunga Annchi.


Selama sepuluh tahun seluruh Dunia mengalami masa berkabung , tanpa ada nya Bunga yang bermekaran, warna di penjuru dunia hilang terganti warna abu abu saja tanpa keindahan sang bunga bunga.


Setelah melewati masa berkabungnya , dunia kembali ceria, bunga bunga kembali bermekaran.


Empat ribu tahun kemudian,


"Hei... apa yang kau lakukan disitu Xing er.." Zhu berteriak melempar batu kearah sahabatnya yang tengah tertidur di atas dahan pohon.


"Kau mengganggu ku saja." jawab gadis itu.


"Xing er kau lupa ini hari apa..?" teriak Pieyu.


"Aku memang ingin melupakan nya.. Sudah lah pergi sana kalian.!" Jawab Gadis yang tak lain Xing er yang kini sudah beranjak dewasa.


"Xing er...!!! Turun atau aku yang akan menurunkan mu." Seorang Dewi menyerang Xing er dengan sebuah sinar menyebabkan tubuh Xing er terguling dan jatuh dari atas pohon tersebut.


"Aahh.... Sakit sekali." Xing er memegangi pinggang nya sambil bangkit dari tempatnya terjatuh.


"Peri Agung, aku tidak tau kau datang." sapa nya, menyadari siapa yang menyerang nya.


"Kau benar benar pemalas Xing er. Sudah empat ribu tahun kau belajar , bahkan kemampuan sihir mu masih tingkat rendah." ucap sang Peri Agung .


"Aku sudah belajar setiap hari , kenapa aku masih disalah kan.?"


"Kau harus belajar siang malam, bila perlu satu jam sekali."

__ADS_1


"Apa.. ??? Yang benar saja, bagaimana aku akan makan dan beristirahat ? Aku juga perlu jalan jalan di luar dunia ini, melihat lihat keadaan dunia luar." Xing er mendengus.


"Berani nya kau membantah ku Xing er..!!"


"Ah .. Tidak peri Agung, aku bukan membantah , aku hanya menyampaikan keinginan ku."


"Diam .. dan cepat ikut aku.." Sang Dewi Fen melangkah, di ikuti oleh semua yang ada tak terkecuali Xing er .


Mereka berhenti di sebuah pemakaman.


"Hari ini, kita memperingati hari meninggalnya Dewi Bunga kedua. Beri salam padanya Xing er." perintah Peri Agung.


Tanpa membantah Xing er maju ke depan beberapa Langkah.


"Dewi Bunga, Xing er memberi mu hormat. Semoga kau selalu mendapat kedamaian di Alam Surga Mu." ucap Xing er.


Semua yang hadir Hening , memulai doa mereka masih masing yang di tujukan pada Sang Dewi mereka.


"Huh... Sebenarnya Dewi bunga itu siapa..? Kenapa aku harus selalu memimpin upacara saat sesembahan doa untuk nya." keluh Xing er saat usai upacara.


"Mereka bilang Dewi bunga itu adalah Ratu Dunia Bunga kita yang mengasingkan dirinya untuk pergi ke Surga yang abadi ." jawab Pieyu sahabat dekat Xing er.


"Lalu apa hubungan nya dengan ku Dewa pohon ? Kenapa Peri Agung selalu menuntut ku harus bisa mengikuti mendiang Dewi Bunga.?" tanya Xing er pada Yuze, satu satunya pria penghuni Dunia bunga yang menjadi salah satu Guru spiritual mereka.


"Itu karena kau ,mirip dengan nya."


"Mana mungkin..? Dewi Bunga adalah Ratu Dunia Bunga yang kecantikan nya tersohor di penjuru dunia, sedang kan aku hanya peri Daun yang di temukan Peri Agung yang terbuang di pinggir hutan Pinus di luar sana."


"Aku tidak tau , tapi yang jelas menurut Peri Agung Kau mempunyai bakat kekuatan unsur Angin yang hebat dan Energi Qi yang kuat. Hanya saja kau sangat malas untuk membangun nya." jawab Yuze.


"Baik lah ,aku tidak akan malas lagi. Tapi kau harus berjanji padaku Dewa pohon, untuk mengijinkan aku pergi keluar sana. Aku hanya ingin melihat nya sebentar." rengek Xing er.


" Tidak tidak.. Di luar berbahaya. Banyak siluman jahat. Kau bisa mati di makan nya. Kau harus tetap di dalam sini agar tetap hidup sampai kau bisa membangun Qi mu dengan baik." jawab Yuze.


"Baik lah. Aku akan membangun Qi ku, setelah aku kuat nanti aku akan pergi melalang buana ke penjuru dunia." Teriak Xinge er berlari meninggalkan Yuze.


***


Xing er yang pemalas sebenarnya mempunya bakat tersendiri yang hebat. Ia mampu menciptakan Fire Element yaitu elemen Alam yang paling labil dan populer di dunia, ia bisa mengendalikan angin hanya dengan gerakan tangan nya. Dan kekuatan Chi dari tubuh nya melebihi batasan normal orang biasa.


Peri Agung sempat khawatir dengan kenyataan Xing er, ia takut dengan kekuatan Xinger itu membuat Xing er benar benar menjadi pendekar yang senang berpetualang. Peri Agung dan Lain nya hanya ingin agar Xing er bisa menjadi pengganti ketua mereka yang telah tiada, dan tidak memikirkan dunia luar.


Apalagi Peri Agung sering melihat keanehan pada diri Xing er, yang sering tiba tiba tubuh nya mengeluarkan cahaya kehijauan yang menyilaukan mata , dan menahan Angin badai ketika sang badai melintasi dunia mereka. Bahkan Xing er sering asyik bermain dengan beberapa Angin beliung.


Membuat mereka bertanya.. Apa dan Siapa yang ada di dalam diri Xing er..??


__________

__ADS_1


__ADS_2