Legenda Dewi Api

Legenda Dewi Api
Menelan inti Api.


__ADS_3

Besok, adalah hari yang telah ditentukan para tetua dewa. Di mana Xing er harus menjalani reinkarnasi. Dilahirkan kembali, dan kali ini Xing er akan menjalani hidup nya di dunia fana menjadi manusia biasa.


Jika Xing er bisa menjalani hidupnya dengan baik dan mati dalam keadaan baik, maka reinkarnasinya akan berhasil. Xing er akan kembali ke dunia langit dan mendapatkan kembali seluruh ingatan serta kekuatan sang Dewi Kedamaian kembali.


Berita itu telah di sampaikan kepada Kaisar Langit dan Kaisar Langit juga sudah menyampaikan nya pada para penghuni dunia Bunga. Karena Kaisar Langit berpikir, jika mereka harus mengetahui hal ini dan mereka di minta datang ke istana Langit untuk menjadi saksi saat Xing er dilahirkan ke dunia fana.


Tentu saja berita itu sangat menggembirakan bagi para Dewi dan peri di dunia Bunga. Mereka merasa bangga dengan Xing er , bahkan tidak menyangka jika Xing er akan menjalani masa reinkarnasi untuk menjadi Dewi Agung. Begitu juga dengan para penghuni Dunia Atas Awan, mereka lebih bahagia mendengar kabar itu. Bagaimana tidak, akhirnya penantian panjang mereka akan segera usai. Dengan lahirnya kembali Xing er, walaupun harus melalui proses reinkarnasi , namun nanti nya Xing er akan kembali ke dunia atas awan sebagai Dewi Kedamaian.


Tapi tidak bagi Xing er sendiri, ia bahkan merasa sangat sedih. Baginya reinkarnasi besok merupakan hal yang tidak ia inginkan. Ia tidak ingin terlahir menjadi Dewi Kedamaian. Ia tetap ingin menjadi Xing er. Run Yu, ya.. Run Yu adalah alasan Xing er tidak menyukai reinkarnasi ini.


Sama hal nya dengan Run Yu, perasaan gelisah saat ini melanda hatinya. Jika reinkarnasi Xing er berjalan lancar, Xing er pastinya akan segera terlahir menjadi Dewi Kedamaian. Artinya Xing er tidak akan mungkin bersama nya. Cinta mereka yang baru saja terjalin harus siap terpisahkan. Namun Run Yu bisa apa? Kecuali hanya bisa menerima segala takdir Langit.


****


Malam itu, Xing er melangkah kan kaki nya kembali. Malam kedua untuk menemani makan malam sang Phoenix. Menurut Xing er, mungkin malam kedua ini adalah menjadi malam terakhir karena besok ia akan menjalani reinkarnasi.


Entah sadar atau tidak, dalam kegalauan pikiran nya, langkah kaki Xing er membawa nya kembali pada tepi Kolam merah. Xing er tersentak ketika kembali melihat bola api di dasar kolam. Tapi kali ini lebih mengejutkan , bola api itu keluar melayang di udara. Xing er terus menatap bola api tersebut yang terus berputar dan melayang cepat dan jatuh tidak jauh dari hadapannya.


Rasa penasaran yang mendomisili nya ,membuat Xing er melangkah mendekati nya. Bola api yang berkobar itu perlahan padam, dan menyisakan sesuatu yang lebih mirip seperti batu mutiara merah delima.


Tangan Xing er segera meraihnya, matanya terus mengamati benda yang kini sudah di tangan nya itu.


"Xing er!!" suara seseorang dari belakang.


Mendengar suara panggilan, Xing er terkejut dan reflek memasukan batu itu ke mulut nya. Dengan maksud untuk membunyikan nya. Namun sayang, batu itu tertelan.

__ADS_1


"Xing er. Apa yang kau lakukan di sini?" Pangeran kedua sudah berdiri di belakangnya.


"Aku.. aku.. Panaaassss!!" jerit Xing er, merasakan panas yang teramat pada tubuhnya.


Melihat itu seketika Yan Xun panik.


"Apa yang terjadi? Xing er! Xing er!" Yan Xun terus memanggil dan mengguncang tubuh Xing er yang sudah terkapar dan kejang kejang.


"Phoenix! Ada apa ini?" Run Yu yang kebetulan mendengar keributan datang ketempat itu. Melihat keadaan Xing er ia pun terkejut dan segera meraih tubuh Xing er.


"Ahhrg..!!" Run Yu tiba tiba menarik tangan nya yang menyentuh tubuh Xing er, terlihat tangan nya memerah seperti terbakar.


"Apa yang terjadi pada nya?" tanya Run Yu pada Yan Xun.


"Aku juga tidak mengerti. Ketika aku memanggilnya tadi, tiba tiba Xing er sudah terjatuh dan seperti ini." jawab Yan Xun.


"Kita harus membawa nya ke istana. Hanya Ayahanda yang bisa menjawab nya , apa yang sebenarnya terjadi pada Xing er." sahut Yan Xun.


"Kau benar. Kau yang bisa membawanya. Kau adalah dewa api. Hanya kau yang bisa menahan rasa panas itu." ucap Run Yu.


Yan Xun akhirnya membopong tubuh Xing er yang sudah tak sadarkan diri dan membawa nya ke Istana langit bersama Run Yu. Yan Xun memang sudah di nobatkan sebagai dewa api. Maka dari itu ia bisa menahan hawa panas dari tubuh Xing er saat ini.


Sampai di istana langit, Yan Xun membaringkan tubuh Xing er di atas ranjang. Dan Yan Xun segera menemui Kaisar Langit untuk memberi tahu keadaan Xing er. Mendengar apa yang di katakan Putra nya, Kaisar Langit pun datang bersama beberapa Para Dewa. Semua terkejut melihat keadaan Xing er, tubuh Xing er terlihat membara. Tapi aneh nya, tubuh Xing er sama sekali tidak terbakar.


"Apa ini? Kenapa seperti ini?" Kaisar pun tidak mengerti.

__ADS_1


"Mohon maaf paduka, seperti nya itu adalah Inti Api.!" ucap salah satu dewa.


"Apa? Jadi Xing er menelan inti Api.? Tapi bagaimana mungkin?" Ucap Kaisar Langit. Dan semua yang ada pun ikut terkejut. Begitu juga dengan Run Yu.


"Bukan kah inti Api hanya milik Kaisar Langit pertama dan sudah musnah bersama kematian nya. Bagaimana bisa saat ini berada di dalam tubuh Xing er.?" kembali Kaisar Langit di buat bingung.


"Kita harus segera mengeluarkan inti Api itu dari tubuh Xing er Paduka. Jika tidak , tubuh Xing er akan hancur." ucap salah satu Dewa.


"Itu berbahaya. Jika inti Api itu keluar, akan membuat seluruh istana langit ini terbakar." sahut Kaisar Langit.


"Lalu bagaimana?" tanya yang lain nya.


"Hanya ada satu cara!" tiba tiba terdengar suara menggema di dalam ruangan, di susul sinar terang benderang dan kepulan awan putih yang akhir nya membentuk. Tetua Para Dewa ternyata datang ke istana Langit.


"Hormat kami Tetua para Dewa..!!!" semua menunduk memberi hormat.


"Unsur Api milik Kaisar Tei Feng terperangkap di dalam tubuh Xing er, dan saat ini sedang berperang dengan unsur angin milik Dewi Kedamaian. Ini akan menjadi bencana untuk dunia langit." Ucap Tetua Dewa.


"Bagaimana ini bisa terjadi Tetua?" tanya Kaisar Langit.


"Inti Api itu sedang mencari raga yang bisa ia tempati, dan mungkin hanya raga Xing er ia rasa cocok ,hingga inti Api itu memilih nya. Kami harus menyegel unsur api dan angin di dalam tubuh Xing er. Jika berhasil maka kedua unsur itu akan menyatu dan melahirkan Dewi Api. Tapi jika gagal, kemungkinan kedua unsur itu akan sirna bersama dengan tubuh Xing er." jelas sang Tetua Dewa.


Semua yang ada di sana pun tercengang dan hanya bisa terdiam tanpa tau apa yang harus mereka lakukan kecuali hanya mundur beberapa langkah, ketika para tetua dewa melangkah mendekati tubuh Xing er yang terus mengobarkan api.


Para tetua dewa mengelilingi Xing er, dan mulai berkonsentrasi penuh. Menyalurkan energi mereka guna menyegel unsur api dan Angin yang saat ini sedang berperang di dalam tubuh Xing er, memperebutkan raga Xing er.

__ADS_1


____________________


__ADS_2