
"Dimana kau melihat nya." sahut Peri agung cepat.
"Di telaga suci di dunia Air. Seseorang dari dunia langit membawa Xing er. Tapi aku tidak mengenali nya." jawab Pieyu.
Tanpa bicara lagi Dewi Fen langsung melangkah.
"Peri agung, kau akan kemana.?" tanya Dewi Fang Yin.
"Cepat ikut aku.!" perintah peri Agung.
Baoyu dan Fang Yin langsung menyusul tanpa berkata lagi.
Mereka bergegas ke dunia air menemui putri Chan e.
"Apa yang membuat kalian menemui ku.?" tanya putri Chan e .
"Apakah engkau melihat seorang gadis dari dunia kami berada disekitar sini.?" tanya Peri Agung.
"Seorang gadis,? Apa yang kalian maksud adalah Xing er.?" Putri Chan e bertanya balik.
"Benar, kau mengenal nya putri.?" Fang Yin. membuka suara.
"Dia datang kemari di bawa oleh Pangeran Pertama. Run Yu mengatakan jika Xing er adalah pelayan nya yang di bawa Baginda kaisar dari dunia Bunga." tutur Putri Chan e.
"Jadi, kaisar langit yang membawa Xing er ke dunia langit dan di jadi kan pelayan Pangeran pertama. Ini tidak boleh terjadi." ucap Dewi Fen, segera melangkah di ikuti baoyu dan Fang Yin.
"Tunggu..! Kata kan padaku siapa sebenar nya Xing er.?" Putri Chan e mendadak menghentikan langkah mereka.
"Ini bukan urusan mu putri.!" Peri agung memberi jawaban dengan sedikit gugup.
"Bagaimana jika ini menyangkut Annchi, apa kalian melupakan persahabatan ku dengan nya.?"
"Maaf kan kami, bukan kami tidak menghargai persahabatan kalian. Tetapi ini sudah menjadi kesepakatan kami ." sahut Peri agung. Akhirnya mereka pun segera menghilang kembali ke dunia Bunga .
"Aneh, sekali. Jika Xing er bukan siapa siapa.. kenapa mereka sangat mengkhawatirkan nya. Padahal suatu kehormatan jika seorang peri diangkat menjadi pelayan istana Langit." Putri Chan e terus berpikir.
Sementara di dunia Bunga mereka sedang berkumpul dan berbincang serius.
"Kita harus segera membawa Xing er kembali ke dunia Bunga. Jika tidak mereka akan mengetahui siapa sebenar nya Xing er." ucap Peri Agung.
"Tapi jika kita pergi dan menyusul Xing er ke sana ,itu malah akan membuat mereka semakin curiga. Peri Agung kita harus memikirkan cara dengan matang." sahut Yuze.
Mereka semua terdiam, memikirkan cara agar bisa kembali membawa Xing er ke dunia mereka.
Sementara di dunia Langit, Xing er yang telah kembali bersama Run Yu ke Istana Qing Shan juga nampak tengah berbicara serius.
"Run Yu, siapa yang kau curigai tentang penyerang mu itu.?" tanya Xing er.
"Entah lah, walaupun senjata itu berasal dari dunia Iblis, tapi aku meragukan jika mereka dari dunia Iblis." jawab Run Yu.
__ADS_1
"Xing er, sebaik nya kita masuk." ucap Run Yu.
"Masuk lah, aku masih ingin di sini sebentar." jawab Xing er.
"Baik lah, tapi kau harus segera menyusul." ucap Run Yu melangkah.
Xing er hanya mengangguk.
Ia kini melamun , teringat dengan Dunia bunga yang sudah beberapa hari di tinggal kan nya.
"Peri Agung pasti sangat khawatir . Apa sebaik nya aku pulang saja ya..? Tapi melihat keadaan Run Yu ,ku rasa ia dalam bahaya. Ah, kenapa aku jadi ingin melindungi nya.!" gumam Xing er.
"Hei.. siapa kau. Seorang bidadari cantik berada di teras Istana Qing Shan. Aku baru tau jika Run Yu menyimpan seorang bidadari ." sapa seorang pria muda yang muncul tiba tiba di hadapan Xing er.
Ia menatap seksama Xing er, bahkan tanpa berkedip.
"Kau siapa..?" tanya Xing er yang sangat terkejut melihat kehadiran sosok itu.
"Kau yang siapa..?"
"Phoenix..!! Kau kah itu.?" beruntung Run Yu segera datang menghampiri mereka.
"Kakak.. siapa bidadari ini.?" tanya Sang Phoenix yang lain adalah Yan Xun sang Pangeran kedua yang baru saja kembali dari dunia burung Dunia Ibunda nya.
" Dia peri daun dari dunia Bunga. Ayahanda membawa nya untuk menjadi pelayan di istana Qing Shan ku." jawab Run Yu.
"Maaf kan aku Phoenix, tapi Xing er bukan hanya pelayan ku, melainkan sahabat ku. Jadi ku rasa aku tidak bisa memberikan nya padamu." jawab Run Yu.
"Ayo lah kakak, aku menyukainya. Aku akan melakukan apapun untuk mu..!!" Yan Xun merengek.
"Coba kau tanyakan padanya, apakah Xing er mau ikut dengan mu." ucap Run Yu.
"Hai, peri cantik. Mau kah kamu ikut dengan ku..? Istana Langit lebih bagus dari pada ini. Dan jika kau mau ikut dengan ku, aku akan memberi kan apapun yang kau mau.. bagaimana..?" Yan Xun merayu Xing er.
"Aku tidak mau, aku kesini bukan hanya untuk jadi pelayan Pengeran Pertama, tapi aku juga ingin belajar padanya." sahut Xin er.
"Belajar.. kau belajar apa..?"
"Belajar sihir, karena sihir ku sangat rendah ."
"Kalau begitu aku akan memberi mu kekuatan sihir sepuluh ribu tahun. Bagaimana.?" Yan Xun tetap gigih merayu Xing er.
"Aku bilang tidak ya tidak." balas Xing er, langsung pergi.
"Ah,..!!" Yan Xun mendengus kesal dan meninggal kan mereka.
Beralih ke dunia Iblis .
Seorang wanita terlihat sedang melakukan kultivasi dengan konsentrasi penuh di kelilingi sinar biru kehijauan di sebuah lembah yang cukup menyeramkan. Mereka menjuluki lembah itu sebagai lembah Kematian.
__ADS_1
Jiuzhie adalah wanita tersebut, putri dari raja iblis yang merupakan penerus kerajaan iblis.
Sudah ribuan hari ia melakukan kultivasi untuk meningkatkan kekuatan dan sihir nya. Hingga di hari itu Ayahanda nya mendatangi nya dan membangunkan nya.
"Jhiuzie, bangun lah. Sudah saat nya kau kembali, istana sedang memerlukan mu." ucap Han Jiang .
"Ayah." Jhiuzie membuka matanya.
"Mari." Sang ayahanda mengajak nya kembali ke istana mereka.
"Apa yang terjadi Ayah.?" tanya Jhiuzie .
"Seseorang telah mencuri mata panah iblis milik kita. Ayah khawatir ia menggunakan nya untuk memfitnah kita." ucap Raja iblis.
"Aku akan menyelidikinya." sahut Jhiuzie.
"Saya akan menemui mu putri.!" ucap Lu Dong , ia adalah salah satu anak buah Raja iblis yang telah di angkat anak oleh nya.
"Kakak Lu, bagaimana kabar mu.?" tanya Jhiuzie saat melihatnya.
"Kabar baik Putri." jawab nya.
"Baik lah, kalau begitu mari kita selidiki, siapa yang sudah mencuri mata panah Kita.!" ucap Jhiuzie.
Lu dong mengangguk dan menyusul langkah Jhiuzie.
"Kakak Lu, saat aku tidak di istana kau kemana saja.?" tanya Jiuzhie sambil melangkah menuju ke lembah Kematian.
"Aku tidak kemana mana, sesekali aku menengok mu di pertapaan mu. Lalu kembali lagi di sisi Ayah angkat." jawab Lu.
"Benar kah. ? Apa kau tau kalau aku sangat merindukan mu.?" Jhiuzie tiba tiba memeluk Lu.
"Putri.. jaga sikap mu, jika ada yang melihat kita ." Ucap Lu, mundur selangkah.
"Aku tidak peduli, aku merindukan mu."
Lu hanya terdiam dan menarik tangan Jhiuzie untuk mengajak nya duduk di sebuah batu besar di tepi telaga hijau milik lembah Kematian.
Sementara di dunia langit .
Sang Permaisuri langit sangat murka dengan mata mata yang di percaya nya bisa menghabisi Run Yu, tetapi malah pulang dengan membawa kegagalan.
"Kau tau apa hukuman yang akan kau terima karena kegagalan mu."
"Ampun yang Mulia Permaisuri. Peri Daun itu yang telah menggagalkan rencana ku . Ia memiliki kekuatan yang dahsyat membuat seluruh anak buah ku tidak tersisa satupun hanya dengan sekali hempasan ." sahut sang mata mata itu.
"Peri itu lagi., kurang ajar.!! Siapa sebenarnya dia."
__ADS_1