Legenda Dewi Api

Legenda Dewi Api
Pengaruh Sang Permaisuri Langit.


__ADS_3

Xing er masih berdiri menatap sekeliling di mana para Dewa dan Dewi penghuni Dunia Atas Awan menunduk hormat pada nya, begitu juga Pangeran Pertama sang dewa malam yang masih berdiri di samping Xing er.


"Sebenar nya aku tidak mengingat apapun tentang dunia atas awan. Tapi kenapa kalian memperlakukan aku seperti ini." ucap Xing er.


"Karena Dewi Xing er adalah titisan Dewi kedamaian, pemimpi kami dunia atas awan. Jadi kami akan memperlakukan sama seperti yang kami lakukan dulu pada Dewi kedamaian." jawab Sang Tetua istana.


"Aku belum menjalani reinkarnasi dan belum bisa dipastikan jika aku pantas berada di sini." ucap Xing er.


"Itu tidak masalah. Karena sekarang atau pun nanti, Dewi Xing er akan tetap tinggal di sini." jawab Tetua istana itu kembali.


"Baik lah, aku akan mempertimbangkan dahulu." ucap Xing er menoleh pada Run Yu.


"Karena Dewi Xing er sudah berkunjung kemari , bisakah kalian mengijinkan nya untuk kembali dulu ke istana Langit?" tanya Run Yu.


"Itu tidak masalah, tapi maukah Dewi Xing er untuk sekedar melihat lihat dulu istana ini? Atau melihat kamar Sang Dewi." jawab Tetua istana.


Xing er hanya tersenyum sambil mengangguk dan melangkah bersama Run Yu mengikuti seorang Dewi yang mempersilahkan mereka untuk mengikuti nya.


Seorang Dewi itu membawa Xing er dan Run Yu ke sebuah kamar yang di sebut nya sebagai kamar Sang Dewi Kedamaian dahulu.


Xing er tersenyum menatap ruangan yang begitu indah dan megah itu, lalu menatap Run Yu yang masih berdiri di sana.


"Apa kau akan tinggal di sini?" tanya Run Yu setelah sepeninggal seorang Dewi yang mengantar mereka tadi.


"Seperti nya aku tertarik dengan keindahan dunia atas awan ini. Tapi , aku juga tidak mau jauh dari mu." jawab Xing er membuat Jantung Run Yu berdetak lebih cepat dengan ucapan Xing er.


Run Yu segera menundukkan pandangan nya sengaja menghindari tatapan mata Xing er yang kini melangkah menghampiri nya.


"Run Yu."


"Ya." Run Yu sedikit tersentak mendengar Xing er yang memanggil nya dan mengangkat wajahnya.


"Kita pulang saja." ucap Xing er.

__ADS_1


"Kenapa? Bukan kah kau tertarik dengan dunia ini?"


"Aku lebih tertarik dengan mu." kembali ucapan Xing er membuat jantung Run Yu kembali berdetak.


Run Yu hanya tersenyum getir menanggapi Xing er.


Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Istana Langit setelah berpamitan dengan tetua istana atas awan dan Xing er berjanji akan sering mengunjungi dunia atas awan.


***


Sementara di kediaman Sang Permaisuri Langit, wanita itu terlihat jengah memikirkan Xing er. Ia masih tak habis pikir, jika peri kecil itu adalah titisan Dewi kedamaian. Rasa benci ketika mengingat wanita yang sudah melahirkan Xing er, tapi saat ini ia tidak bisa berbuat apa apa lagi untuk menyingkirkan Xing er. Ia tidak mungkin berani melakukan itu mengingat siapa Xing er yang sebenarnya. Bukan hanya akan berhadapan dengan dunia Bunga lagi melainkan Dunia atas awan dan tentu nya dunia Langit pun akan melindungi Xing er. Ia nampak berpikir keras untuk itu hingga sebuah ide gila kembali ia temukan.


Permaisuri Langit melangkah meninggalkan kamarnya menuju sebuah ruangan di mana Pangeran Kedua Yan Xun berada.


"Yan Xun , apa kau sedang sibuk?"


Melihat ibunda nya menemuinya, Yan Xun yang sedang berlatih menghentikan latihan nya dan menghampiri Sang ibunda.


Permaisuri Langit hanya tersenyum dan memilih duduk.


"Apa kau sudah mendengar kabar tentang peri kecil yang berasal dari dunia Bunga itu?" tanya permaisuri Langit pada putra nya.


Yan Xun mengangguk, siapa yang tidak mendengar kabar heboh itu pikirnya.


"Apa selama ini kau menyukai gadis itu?" kembali Permaisuri Langit bertanya.


"Kenapa Ibunda tiba tiba bertanya seperti itu. Jika iya, kurasa ibunda tidak akan menyetujui nya bukan?"


"Kau salah. Ibunda akan mendukung apapun yang membuat mu bahagia. Apa kau tau itu?" Sang Permaisuri Langit menatap Putra nya.


"Benarkah? Jadi ibunda mau membantu ku untuk mendapatkan gadis itu?"


"Tentu saja, asal kau mau berusaha mendekatinya." jawab Permaisuri Langit.

__ADS_1


"Tapi sepertinya dia menyukai Pangeran Pertama dan tampak begitu dekat dengan nya." ucap Yan Xun.


"Kau takut bersaing dengan naga buruk rupa itu? Kau tidak sebanding dengan nya Yan Xun. Kau pewaris tahta Kaisar Langit yang sesungguhnya. Dan juga jika Xing er sudah mengetahui wujud asli dari Pangeran Pertama, pasti dia akan menjauhi nya." jelas Permaisuri Langit begitu sangat menggebu dalam mempengaruhi putranya.


Yan Xun seperti terpancing dengan ucapan Ibunda nya dan mengangguk setuju.


"Tapi , kenapa tiba tiba Ibunda berpikiran seperti itu?" tanya Yan Xun.


"Apa kau tidak memikirkan , pengaruh Xing er di seluruh penjuru dunia. Dia adalah titisan Dewi kedamaian. Siapa yang tidak ingin bersanding dengan nya. Seluruh penjuru dunia akan menyanjung mu jika kau bisa bersanding dengan Dewi agung sepertinya. Kekuasaan dan kekuatan sepenuhnya akan berpihak padamu Pangeran Kedua." jelas sang Permaisuri Langit meyakinkan Yan Xun.


"Sebenarnya bukan itu tujuan ku, aku memang sudah menyukai peri itu sejak pertama kali melihat nya. Dan aku sakit hati ketika melihat nya begitu dekat dengan Dewa Malam. Aku memang punya niat untuk mendekatinya." ucap Yan Xun begitu bersemangat.


"Kau tenang saja, ibunda yang akan mencari jalan agar kau bisa dekat dengan nya." ucap sang permaisuri Langit melangkah.


"Ibunda!" seru Yan Xun pada Permaisuri Langit yang sudah melangkah.


Permaisuri Langit pun menoleh.


"Apapun rencana yang kau buat, bisakah kau tidak menyakiti Run Yu?"


Permaisuri Langit terhenyak mendengar ucapan Putra nya.


"Tujuan ku memang itu. Aku sangat membenci nya dan sampai kapan pun akan tetap berusaha untuk menyingkir kan nya dan Istana ini. Kau putra ku, kenapa kau masih saja membela nya yang jelas jelas merupakan saingan mu!" jawab Sang Permaisuri Langit.


"Aku memang tidak menyukainya, tapi bukan berarti aku membenci nya. Karena walau bagaimana pun juga Run Yu adalah saudara ku. Jika harus bersaing aku ingin bersaing sehat dengan nya. Tanpa kecurangan." ucap Yan Xun.


"Diam lah, itu urusan ku. Dan kau hanya perlu menjalani saja." jawab Sang Permaisuri Langit melangkah meninggalkan Pangeran Kedua.


Entah apa yang di rencana Ibunda nya kali ini, tapi Yan Xun yang sangat tau bagaimana sifat Ibunda nya merasa sedikit khawatir. Selama ini Yan Xun sadar, semenjak beranjak dewasa hubungan nya dengan Run Yu memang semakin menjauh. Tidak seperti dulu sewaktu kecil ,mereka sering terlihat berdua dan saling dekat.


Ketika semakin dewasa ,Run Yu selalu menjaga jarak dengan Pangeran Kedua dan semakin menjauh tanpa sebab yang jelas.


_____________________________

__ADS_1


__ADS_2