
Run Yu dan Xing er masih berada di dunia Iblis untuk membantu Jiuzhie dan Lu dong dalam menyelidiki siapa pencuri Mata Panah iblis milik kerajaan mereka.
Selama berada di sana Run Yu dan Xing er tinggal di dalam istana Kerjaan Iblis. Dan malam itu mereka sedang berbincang serius.
"Pangeran, apa yang akan kita lakukan pertama Tama kali nya.?" Lu dong bertanya.
"Tidak ada pilihan lain. Aku akan meminta bantuan teman ku ." ucap Run Yu.
Pangeran Pertama terlihat fokus memanggil seseorang dengan suara batin nya. Tak lama kemudian seseorang muncul di hadapan.
"Yang Mulia Pangeran Pertama, apa yang bisa saya bantu.?" tanya Kongze sang cermin Ajaib milik Run Yu.
"Kongze, bisakah kau tunjuk kan padaku siapa yang telah mencuri panah iblis milik istana ini. " ucap Run Yu.
"Baik yang Mulia." sahut Kongze , ia membuka kedua tangan nya , dan terlihat kepulan asap putih yang kemudian menjelma sebuah cermin besar.
Kongze mulai berkonsentrasi.
Tak lama bayangan abu abu muncul di sana , namun bayangan itu semakin memudar tertutup kabut hitam.
"Apa yang terjadi,? Kenapa bayangan nya tidak jelas.?" Run Yu merasa ada yang tidak beres pada cermin ajaib nya.
"Saya akan mencoba mengulangi nya." sahut Kongze kembali berkonsentrasi.
Namun lagi lagi cermin ajaib tidak mampu menjelaskan bayangan itu.
"Mereka menggunakan sihir pelindung raga Yang Mulia. Cermin ajaib tidak mampu menembusnya." sahut Kongze.
"Sihir pelindung raga,? Tidak mungkin.!" Run Yu mendengus kesal dan terduduk di kursi dengan mengepal kan tangan nya.
"Run Yu, apa yang terjadi.? Apa kau baik baik saja.?" tanya Xing er mendekati nya.
"Penghuni langit." gumam Run Yu.
"Apa maksud mu..?" tanya Jiuzhie.
"Hanya orang orang tertentu dari dunia langit yang memiliki sihir pelindung jiwa dan bisa lepas dari cermin ajaib ku. Ini pasti ada kaitan nya dengan dunia langit. " jelas Run Yu.
"Jadi menurut mu.?" Jiuzhie mendekati Run Yu.
"Musuh mu ada lah orang dunia langit. Aku tidak bisa memastikan siapa, tapi aku bisa memastikan jika ia berasal dari sana atau sekedar berkerjasama dengan si pencuri asli nya." ucap Run Yun.
"Jika benar begitu, ini sangat menyulitkan. Ada dua kelompok yang bekerjasama untuk kepentingan mereka masing masing. Benar begitu Run Yu.?" kata Jiuzhie.
__ADS_1
"Benar.. Mereka menginginkan Dunia iblis berperang dengan dunia langit, setelah itu mereka mengambil kesempatan dalam situasi itu." sahut Run Yu.
"Lalu apa yang harus kita lakukan.?" Lu dong ikut angkat suara.
"Kami tidak bisa di sini, kami harus menyelidiki dunia langit. Karena sebenar nya musuh yang kita hadapi sama dan bermula dari sana." sahut Run Yu.
"Kau benar, sebaik nya kalian berdua pulang. Dan kami berdua akan melanjutkan penyelidikan disini." ucap Jiuzhie.
"Ya, kita memang harus berpencar. Apapun yang kalian temukan disini, tolong beritahu aku dahulu, jangan mengambil keputusan sendiri." pesan Run Yu di balas anggukan mereka berdua.
"Satu lagi, jangan beritahu siapapun tentang kecurigaan kita ini, termasuk pada Ayah mu Jiuzhie. Itu hanya akan membuat Ayah mu mencurigai Dunia langit. Dan takut nya fitnah yang mereka rencana kan benar benar akan terjadi." ucap Run Yu.
"Kami akan merahasiakan nya Run Yu, sampai kita bisa menemukan siapa dalang di balik semua ini." jawab Jiuzhie.
Akhirnya Run Yu mengajak Xing er kembali ke dunia langitnya dan mengurungkan niat nya untuk menyelidiki kasus hilang nya panah iblis di dunia Iblis.
Karena Run Yu sangat yakin jika ini adalah ulah penghuni langit. Meskipun Run Yu belum bisa memastikan secara yakin siapa dalang nya namun ia sudah menebak siapa orang itu.
Run Yu terlihat menghela nafas berat ketika telah tiba di istana Qing Shan miliknya itu, duduk disebuah ruangan bersama Xing er.
"Apa kau mencurigai seseorang ?" tanya Xing er.
"Ku rasa kau juga mencurigai nya." sahut Run Yu menatap Xing er.
"Kau benar Xing er, aku tidak punya keberanian untuk saat ini. Karena , semua tidak akan cukup hanya dengan kata curiga."
"Kalau begitu kita harus mencari bukti bukti, mengumpulkan nya untuk mengadili nya." ucap Xing er.
"Kau benar. Apa kau mau membantu ku..?" tanya Run Yu.
"Tentu saja." jawab Xing er menatap Run Yu yang juga menatap nya. Kemudia Pria itu mendekati nya dan mengecup singkat kening nya .
"Beristirahatlah Xing er, ini sudah malam." ucap nya.
Xing er hanya bisa mengangguk dan tersenyum getir sambil mengusap kening nya.
Run Yu masih menatap nya hingga Xing er terpaksa beranjak dari duduk nya untuk pergi ke kamarnya. Dan duduk melamun di sana.
"Dada ku selalu saperti ini jika menatap nya. Kenapa sebenarnya.?" batin Xing er.
"Kenapa kau masih belum tidur.?" Suara itu membuat Xing er terkejut dan langsung menoleh.
"Run Yu,? Kenapa kau kesini.?"
__ADS_1
"Memastikan mu untuk beristirahat, tapi terrnyata kau malah melamun." jawab Run Yu menghampiri nya dan duduk di samping nya.
"Tidak, aku hanya.."
"Kau marah padaku karena kecupan itu.?" potong Run Yu. Xing er tak menjawab nya hanya menatap dengan tajam, tatapan mata yang hampir membuat Run Yu takut itu , tiba tiba Xing er meraih tengkuk Run Yu dan mendarat kan bibir nya.
"Selamat malam. " bisik Xing er melepas kan bibir nya. Sementara Run Yu masih terpaku tak percaya dengan apa yang di lakukan Xing er dan terus memegangi bibir nya.
"Xing er. "
"Pergi lah, bagaimana aku bisa beristirahat jika kau berada di sini.?"
"Ah, ya baik lah ." Run Yu melangkah dengan senyuman berkembang di bibirnya.
"Aku mencintai mu." bisik nya sebelum benar benar melangkah.
Xing er hanya tersenyum, mengutuki dirinya karena tingkah agresif nya yang tiba tiba mencium duluan Run Yu.
"Ah... Apa aku benar benar sudah Gila,..!!" jerit nya merebah kan diri.
"Apa aku jatuh cinta padanya..? Lalu bagiamana nasib pangeran naga ku yang setiap saat menghampiri mimpi ku . Aku sudah terlanjur jatuh cinta dengan nya.. Ahh... bagiamana aku ini.!!??" jeritnya kembali.
"Tidak tidak, dia tidak nyata..Pangeran Naga itu hanya khalayalan ku saja." batin nya, kini Xing er berusaha memejam kan matanya.
Namun lagi lagi mimpi tentang Naga putih yang menjelma Seorang pria bertanduk itu kembali menghampiri tidurnya.
"Wajah itu..? Aku seperti tidak asing. Tapi dimana aku melihat nya.?" Xing er mendekati Pria yang terus melempar senyum pada nya.
"Siapa kau sebenarnya.? Kenapa kau selalu menganggu tidur ku dan tidak pernah mau berbicara padaku ?" tanya nya.
"Aku adalah jodohmu yang harus kau pertahan kan." akhirnya pria itu mengeluarkan suara nya yang sangat akrab di telinga Xing er.
"Run Yu. Kau..!!" Xing er terperangah dan terbangun dari tidur nya.
"Naga itu... Suara nya .. Run Yu.. !! Tapi mana mungkin.?" Xing er mengusap wajah nya.
Mimpi nya tentang naga putih itu berkaitan dengan Run Yu, tapi selama ini setahu Xing er Run Yu mengaku sebagai dewa ikan walau pun asli nya Run Yu adalah dewa malam.
Mana mungkin seekor Naga.? Namun suara Pria bertanduk dalam mimpi nya itu jelas jelas di kenali nya sebagia Suara Run Yu . Xing er kembali bingung dengan mimpi nya.
Bersambung...!!!
Mohon maaf jika Karya ini masih beralur sangat lambat. Tapi jika sudah waktu nya nanti Author janji akan mempercepat alur nya dan part demi part nya akan terus di up.
__ADS_1