
Xing er terus meratapi dirinya ketika menyadari bahwa ia dilahirkan oleh seorang Dewi bunga.
"Xing er, kau tidak boleh begitu. Mereka melakukan itu demi kebaikan mu." ucap Run Yu menghampiri nya.
"Kebaikan yang mana.?" sela Xing er.
"Pasti mereka punya alasan yang kuat, dan itu memang sudah jadi permintaan Dewi bunga." ucap Run Yu.
Xing er kini terdiam mencerna ucapan Run Yu.
"Ayo kita kembali ke istana Qing Shan." Run Yu mengajak Xing er kembali dan Xing er setuju setelah Run Yu memberi tahu jika Peri agung sudah kembali ke dunia Bunga.
"Xing er, menurut mu bagaimana tentang keinginan Dewi bunga dan Ibu ku yang ingin mejodohkan kita. Apa kau menyetujui nya.?" Run Yu bertanya di sela langkah mereka menuju istana.
"Aku, kalau menurut mu sendiri bagaimana.?" Xing er berhenti dan balik bertanya.
"Kalau aku , demi ibu ku aku akan lakukan apapun itu. Termasuk menikahi mu."
"Jadi kau mau bukan karena menyukai ku kan.? Mana mungkin kau bisa menikahi wanita yang tidak kamu sukai.?" tanya Xing er.
"Ya. baik lah. Aku pun berpikir untuk membahagiakan ibu ku. Tapi karena berhubung kau tidak menyukai ku, lebih baik aku menolak nya. Kau tenang saja, ibu ku kan sudah tidak ada . Tidak akan ada yang akan menyalahkan mu atau ibu mu." ucap Xing er membuat Run Yu tersentak, ia merasa ucapan nya menjadi sebuah kesalahan untuk dirinya sendiri.
"Xing er, aku,.. Siapa bilang aku tidak.menyukai mu."
"Maksud mu."
"Ya, aku menyukai mu. Sangat.!" ucap Run Yu menarik tangan Xing er hingga membuat tubuh nya tertarik menabrak Run Yu.
"Kau..!" Xing er menatap tajam ke arah mata Pangeran pertama itu. Tiba tiba Xing er memegangi dada nya.
"Xing er, kau kenapa.?" Run Yu terlihat panik.
"Nyeri, sering nyeri." ucap Xing er menggeser kaki nya.
"Apa kau terluka.?"
"Tidak, sebenar nya aku tidak terluka, tapi akhir akhir ini dada ku selalu nyeri. Dan..nyeri itu datang ketika.. ketika aku..?"
"Apa..? Katakan.!" sela Run Yu.
"Menatap mu, ya.. Ketika aku menatapmu , dada ku terasa nyeri, nyeri sekali. Kadang aku tidak tahan dan ingin berlari menjauhi mu. Apa kau membawa aura tidak bagus untuk ku..?" pertanyaan Xing er membuat Run Yu sedikit tergelak.
"Kenapa begitu, apa aku seburuk itu, hingga membuat mu tidak nyaman jika menatap ku.?"
"Ah, sudah lah. Aku hanya bercanda." sahut Xing er tak ingin Run Yu merasa bersalah.
"Kau..!" Run Yu kembali menarik tangan Xing er yang hendak berlalu, hingga tubuh Xing er benar benar menabrak nya kali ini.
Kedua pasang mata itu kembali saling memandang dan tiba tiba Run Yu mengecup bibir Xing er.
"Aku mencintaimu, dan ini murni bukan karena perjodohan itu." bisik nya.
__ADS_1
Dari jauh , seseorang mengepal kan tangan nya melihat mereka berdua.
"Ternyata ini yang membuat mu tidak mau memberikan peri itu padaku.." keluh sang Phonix si dewa Api. Ia membalik kan badan dan segera pergi.
Xing er segera mendorong Run Yu.
"Kenapa kau mencium ku.!" Xing er mengusap bibir nya dengan ujung baju nya.
"Karena aku mencintai mu."
"Kau tidak harus melakukan itu." sahut Xing er segera berlari meninggalkan Run Yu yang merasa menyesal atas perbuatan nya.
Run Yu segera melangkah menyusul langkah kaki Xing er.
"Kau marah padaku.?" tanya Run Yu menghampiri Xing er yang masih duduk di serambi kamarnya.
Xing er tak menjawab melainkan maling kan wajah nya. Dan langsung berdiri melangkah.
"Xing er, maafkan aku." Run Yu segera meraih tangan nya.
"Aku mau istirahat." akhirnya Run Yu melepaskan tangan nya dan membiarkan Xing er berlalu.
________________
Angin berhembus perlahan.
Xing er melangkah kan kaki nya menyusuri jalan di dunia yang tak ia sadari ,bahwa yang di singgahi nya itu adalah dunia Iblis.
Tanpa menyadari sepasang mata mengintai nya.
"Kenapa aku harus marah padanya. Padahal aku menyukai bibir nya. " ia berbicara pada dirinya sendiri sambil terus memegangi bibirnya.
Wussssss....!!!!
"Aaarggh!!!" Jerit Xing er, tanpa sempat dihindari nya sebuah anak panah tertancap di dada nya. Tubuhnya seketika ambruk.
Sedetik kemudian,n Xing er menyadari jika dirinya sudah di kepung puluhan orang berjubah hitam.
"Jangan biarkan peri itu lepas. Bunuh dia." seseorang memerintah kan mereka untuk menyerang Xing er. Serempak mereka menyerang Xing er.
Xing er yang segera menyadari langsung bangkit dan terpaksa mengeluarkan kekuatan angin nya.
Walau hanya setengah tenaga yang bisa di keluarkan Xing er karena separuh dari tenaga nya telah terkuras karena luka nya, namun itu mampu membuat lawan nya terpental jauh .
Tak ada yang mampu menyentuh Xing er yang terus mengeluarkan kekuatan Angin yang tak mampu mereka terobos.
Xing er memilih kabur menyelamat kan dirinya.
Sementara di Istana Qing Shan.
"Pangeran, lihat lah.!" teriak Kongze sang cermin ajaib.
__ADS_1
"Xing er," Desis Run Yu .
Ia melihat Xing er berjalan sempoyongan dengan darah mengalir di dada sebelah kirinya.
Tanpa bertanya ia langsung segera bergegas.
"Kenapa kau bisa sampai di sana. Semarah itu kah kau pada ku. Bertahan lah Xing er."
Sementara Xing er terus berusaha berjalan sambil menahan luka nya.
________
"Kak Lu , lihat ada seseorang yang terluka..!" teriak Jiuzhie yang tak sengaja berada di sana melihat Xing er yang berjalan sempoyongan.
"Kita harus menolong nya." sahut Lu Dong.
Mereka segera menghampiri Xing er.
"Apa yang terjadi padamu.?" tanya Jiuzhie menahan tubuh Xing er.
"Aku.. aku.." Xing er roboh dan tak sadar kan diri.
"Panah Iblis." ucap Lu dong menyabut anak panah yang masih tertancap di dada Xing er.
"Siapa yang menyerang nya..?" tanya Jiuzhie menatap Lu Dong.
"Entah lah, tapi ini pasti ada kaitan nya dengan hilang nya mata panah iblis milik kita." sahut Lu dong.
"Kakak Lu, cepat obati dia . Dia bisa mati."
"Putri benar." sambung Lu dong.
"Xing er.! Apa yang kalian lakukan pada nya.!" tiba tiba Run Yu sudah berada di sana , dan segera meraih tubuh Xing er.
"Run Yu, kau mengenal nya.?" Jiuzhie terkejut melihat pangeran pertama yang termasuk teman baik nya mengenal gadis yang hendak di tolong nya itu.
"Dia calon istri ku. Apa yang terjadi padanya.?" jawab Run Yu.
"Kami menemukan nya sudah dalam keadaan seperti ini. Seperti nya dia baru saja berkelahi." jelas Jiuzhie.
"Xing er.. Xing er..!" Run Yu berusaha menyadarkan nya.
"Pangeran, dia terkena racun panah iblis, kita harus segera mengobati nya jika tidak dia bisa tewas." ucap Lu dong.
"Apa,.. ? Panah iblis.!" Run Yu tersentak.
Beberapa hari yang lalu ,seseorang juga hendak membunuh nya dengan panah iblis dan sekarang Xing er. Siapa orang itu? Dan apa tujuan nya.? Itu lah pemikiran Run Yu.
"Run Yu, sebaik nya kita bawa dia pergi dari sini. Kami akan ikut, karena hanya kakak Lu yang bisa menawar racun itu. " usul Jiuzhie.
Run Yu mengangguk, mereka akhirnya membawa Xing er kembali ke istana Qing Shan.
__ADS_1
________________