Little Sister

Little Sister
episode 15


__ADS_3

"emmm" aku ketiduran ternyata, ku lihat alex yang juga sedang tertidur di sofa sebelah kasur


baguslah semua kaka-kaka tampannya sudah mulai menuruti larangan ku untuk tidak boleh tidur se kasur lagi,


karena sejak kecil aku sudah tidur dengan kaka-kaka ku, alex yang melihat itu masi berusia 9 tahun juga memintaku untuk tidur dengannya, yang saat itu usiaku masih berumur 2 tahun


tapi sekarang umur Anna sudah 15 tahun, tentu sangat tidak nyaman untuk nya, baguslah mereka semua mengerti


walau begitu, sampai sekarang hanya sifat mereka yang benar-benar tidak berubah, sangat kekanak-kanakan.


Aku keluar dari kamar dengan berjalan perlahan, agar tidak membangunkan Alex yang sedang tertidur,


merasakan tenggorokan ku yang terasa kering segera mengambil segelas air putih di dapur.


"Sudah sore ternyata" gumam ku pelan


untungnya sebelum tidur aku sudah berganti baju dengan celana panjang dan baju kebesaran milik alex, tidak nyaman terus memakai baju sekolah itu pastinya.


segera kuraih ponsel di sofa depan tv, melihat banyak sekali pesan dari gravin dan gerald yang menanyakan keberadaan ku.


gravin


anna


sayang kau dimana?


anna


hei sayang


jangan membuat ku khawatir

__ADS_1


bryanna stefani anderson


aku meringis pelan kala membaca pesan dari kak Gravin, jika sudah memanggil nama lengkapnya, sudah dipastikan dia benar-benar marah.


gerald


sweetie dimana kamuu?


kenapa disekolah tidak ada?


apa ada yang mengganggumu?


anna cepat angkat telfon ku!


hai kau mau aku dimarahi gravin karna tidak menemukan mu di sekolah sweetie?


cepatlah balas, kaka mu itu sungguh menyeramkan jika marah!


"Aku ada di apartemen milik ka Alex"


segera ku balas pesan mereka berdua, sudah pasti tak lama lagi mereka akan sampai kesini


lebih baik aku mengisi perut dulu sebelum mendengar ceramah an dari kedua kaka tampan nya itu


membuka snack yang di beli alex, memakannya sambil menonton kartun kesukaan nya


🌼🌼🌼🌼🌼


"Kenapa kau meninggalkan ku sendiri Anna!" suara serak alex, dengan mata yang masih setengah tertutup, da rambut yang berantakan, ia duduk disofa dan menyandarkan kepalanya di bahu anna


" Alex kau sudah besar, kita tidak boleh tidur dalam satu ruangan" jawabku dengan wajah yang tetap fokus ke arah televisi

__ADS_1


" ck " alex langsung duduk dan memalingkan muka kesal, sepertinya dia kurang suka dengan perkataan ku tadi.


ting


tong


suara bel terdengar, oh itu pasti ka gerald atau ka gravin, aku langsung menuju pintu dan membukanya,


" Anna kau membuatku khawatir!"


terlihat raut muka kesal dan khawatir lelaki di depannya itu.


"kau ingin aku di marahi Daddy, Mommy dan Gravin karna tidak menemukan mu disekolah?" kesal gerald


"kau juga Alex, berani-beraninya menculik adik ku! teriak Gerald kepada Alex yang dibalas dengan tatapan datar nya


'ya benar ini semua juga salah alex yang tidak mengabari orang rumah' batin ku kesal


" Maaf ka, aku ketiduran lupa mengabari mu" jawab ku pelan tidak berani melihat wajah gerald yang sedang marah. sungguh dia sangat menyeramkan jika sudah marah


" ck sudahlah ayo kita pulang" Gerald menarik tangan ku keluar apartemen, meninggalkan Alex yang melihatnya kesal.


oke saat ini aku harus bersiap mengahadapi manusia es yang pasti menunggu ku dirumah, selama perjalanan aku menyusun rencana untuk membujuknya.


namun saat masuk kedalam rumah, aku dapat merasakan hawa dingin yang sangat menyengat, aku juga langsung disuguhkan muka dingin dan datar, se datar tembok dari kaka tampan nya yang satu ini.


membuat mental ku langsung terjatuh!


buyar sudah semua rencana yang telah ku susun tadi.


RIP

__ADS_1


__ADS_2