
Tidak terasa aku sudah tiga minggu bersekolah disini, sudah mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan bisa mendapatkan teman-teman yang baik.
sayangnya hari ini teman baik ku Trisha, izin tidak masuk sekolah karena sedang sakit, akhirnya sisa jam istirahat ini aku pakai waktu untuk berjalan-jalan keliling sekolah
menyelusuri taman belakang, melihat-lihat perpustakaan, dan berakhir disini,
Tangga menuju rooftop sekolah
Aku berjalan menaiki nya dan membuka pintu itu tepat di ujung tangga, hal yang pertama aku rasakan adalah ketenangan,
terus berjalan ke pinggir rooftop dan melihat pemandangan dari atas sini.
Sungguh indah dan sangat menenangkan berada disini, semilir angin yang menerpa kulit wajahku, dan menerbangkan beberapa rambut.
aku rasa ini akan menjadi tempat favorit ku,
tapi sepertinya, keinginan itu harus ditunda terlebih dulu, ketika aku memalingkan wajah kesamping aku melihat seseorang yang sedang menatap ke arahku intens
tunggu, seperti nya aku kenal orang itu
bukan kah itu Elliot?
sedang apa dia disini?
"apa yang kau lakukan?" tanya elliot dengan suara serak, seperti baru bangun tidur, dengan beberapa luka diwajahnya, ia berjalan ke arah ku, dengan tangan yang dimasukan ke kantong celana.
"aku hanya sedang berjalan-jalan"
oh tidak dia berkali-kali lipat lebih tampan dengan penampilan yang berantakannya itu,
__ADS_1
"kau mengganggu"
aku refleks menggeleng kan kepala, sungguh bertolak belakang dengan sifatnya yang menyebalkan,
lagi pula apa yang aku lakukan padanya? aku hanya diam menatap pemandangan disini, tanpa mengeluarkan suara pula, apa itu bisa di anggap mengganggu?
aku mendelik kesal melihat muka nya itu
" aku tidak menyentuh dan mengeluarkan suara sedikit pun, kenapa kau malah merasa aku mengganggu mu!?"
dengan nafas membara aku menatapnya sinis
" sepatu mu" jawab ia singkat
hah? apa aku bisa mengerti dengan jawabannya yang singkat itu? sejak kapan makhluk spesies ka gravin dan ka alex bertambah banyak?
"suara sepatu mu yang mengganggu ku"
yang benar saja!
"tunggu!" tersadar dari lamunan ku, berteriak memanggil Elliot yang sudah berjalan menjauh ingin membuka kenop pintu, dia berhenti dan menoleh ke arah ku
aku berlari menyusulnya,
"ini untuk mu, tidak baik di biarkan begitu saja, jangan lupa diobati, sampai jumpa dikelas!"
aku memberinya plaster bergambar hello Kitty untuk muka nya yang terluka, dan berjalan pergi meninggalkannya yang masih diam di tempat.
🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1
Bel pulang sekolah berbunyi, aku segera me rapih kan barang-barang dan memasuki nya ke dalam tas, menunggu semua orang keluar terlebih dulu agar tidak berdesak-desakan.
saat kurasa sudah sepi aku berdiri dan berjalan keluar kelas, namun langkahku berhenti saat merasa leher ku tercekat, ternyata ada yang menarik kerah baju yang ku dari belakang, sungguh tidak sopan!
"ish apa yang kau lakukan!?" kesal ku menoleh ke belakang dengan tatapan menahan marah, sedangkan si tersangka hanya berusaha menahan senyum nya ketika melihat wajah Anna dengan muka datar.
" kau boleh menggunakan nya"
ck, kebiasaan sekali kalo ngomong setengah-setengah, semoga saja otaknya tidak hanya setengah.
"apaan si lio? ngomong yang jelas!" suruhku gemas, ya dia yang menarik ku tadi elliot si manusia irit ngomong, padahal mengeluarkan suara tidak harus membayar
"rooftop, kau boleh kesana jika ingin"
oh benarkah? dia memberi ku izin? apa-apaan ini? kenapa dia menjadi baik? banyak rumor yang bilang dia paling tidak suka berbagi?
ayolah anna, itu hanya rumor, bukankah dia orang yang baik hati?
kalo begini jadi aku tidak harus mendekati nya dulu dan terkena omelan alex, keuntungan untukku xixi
aku melihat elliot dengan mata berbinar, menutup mulutku terharu, eh?—aku juga melihat elliot memakai plaster hello Kitty di pelipis nya, itu ada plaster yang tadi ia beri saat di rooftop
wah tenyata dia juga sudah mulai menerima ku sebagai teman nya
"oh lio kau benar-benar orang yang baik! baiklah aku akan kesana sesering mungkin! jadi sekarang aku pulang dulu, sampai jumpa nanti!" kataku sambil melambaikan tangan kearah elliot
"Anna" panggil Elliot sedikit keras agar Anna bisa mendengar nya
"ya?" aku yang sudah berjalan, menoleh ke arah elliot sambil menaikan kedua alis ku
__ADS_1
"Thanks" ucap elliot menunjukan plaster yang ada di pelipis, menggunakan jari telunjuk, dengan senyum tulus yang terpatri dari bibirnya.
Membuat ku membeku sejenak melihat senyum itu