Little Sister

Little Sister
episode 9


__ADS_3

Didalam sebuah ruangan, alex sedang fokus menatap layar komputernya, dia sedang memantau gadis kecilnya melewati cctv yang di pasang di kelas gadisnya.


sesekali raut muka nya menjadi dingin dan datar saat para anak laki-laki itu mencoba mendekati gadisnya


namun anna tak menjauh saat ada seorang pria duduk disamping kursinya, menyebalkan!


dengan cepat alex mengambil ponsel nya dan mengetik sesuatu untuk dikirimkan anna.


namun bukannya pindah gadisnya itu malah kebingungan dengan muka polosnya, yang membuatnya menjadi lebih cantik,


ck


sebenarnya ia tak mau memanggil anna dengan sebutan adiknya, namun ia tak punya pilihan lain, ayah dan kaka-kaka anna sangat protektif


mereka bahkan melarang nya untuk masuk kedalam rumah mereka karena keberadaan anna, hingga ia berjanji akan menjadi kaka angkat yang baik untuk anna tanpa pikir panjang, karena usia nya yang masih berumur 10 tahun


sejak itulah ia menjadi dekat dengan keluarga dareen termasuk Anna, lagipula cepat atau lambat pasti Anna akan menjadi miliknya


Alex menghubungi anak buah nya, untuk menyuruh wali kelas ruangan tersebut mengganti susunan tempat duduk, wanita dengan wanita dan pria dengan pria, tentunya agar adik kecilnya tidak terkontaminasi oleh para pria berhidung belang.

__ADS_1


—-


"trisha ayo kita ke kantin" ajak ku pada teman sebangku ku yang baru, memiliki kulit sawo matang, mata bulat, rambut sebahu dengan poni membuatnya terlihat manis.


saat guru masuk kelas tidak tau kenapa mereka melarang semua murid untuk duduk dengan lawan jenis.


apa itu merupakan peraturan ketika masuk sekolah?


sudahlah lupakan saja


"tapi aku sudah bawa bekal anna, lebih baik makan disini saja, kantin pasti dipenuhi orang-orang" tolak trisha


"ayolah trisha ini pertama kali aku mencoba bersekolah, aku ingin melihat seperti apa kantin itu" bujuk ku, dengan tatapan memohon sambil menggoyang kan lengan trisha pelan


"OKE! LETS GO!" teriak anna sambil menggandeng tangan trisha menuju kantin.


—-


oke, kali ini anna menyesal karna menyuruh trisha makan ke kantin, tempat ini sangat penuh dengan siswa-siswi yang mengantri dan membeli makanan, sampai tak terlihat sisa bangku yang kosong.

__ADS_1


selesai memesan nasi goreng, aku dan trisha harus berusaha mencari bangku yang kosong.


"anna ayo pergi ke pojok sana" tunjuk trisha pada bangku paling pojok yang bisa diduduki 2 orang lagi, namun disekitar banyak sekali para lelaki yang terlihat nakal termaksud anak lelaki yang sempat duduk di samping ku.


"baiklah ayo kita duduk disana" aku berjalan deluan sambil berpegangan erat kepada trisha, seperti anak ayam yang takut kehilangan induknya.


srek


ah akhirnya lega juga mendapatkan tempat duduk,


" wah ada cewe cantik" ucap laki-laki berbadan berisi dengan mata sipit dan kulit putih, seperti koko koko cina xixi


" hai cantik apa kau sudah punya kekasih? timpal satu orang lelaki disebelahnya.


" ck, berisik sekali " kesal seorang pemuda yang sedang bermain ponselnya, oh itu dia!


dia duduk di sebrang kursi ku, aku bisa melihat dengan jelas wajahnya yang tampan, hanya saja lebih tampan an daddy, dan kaka-kaka ku apalagi duit nyaa.


memiliki kulit putih, alis yang tegas, mata berwarna brown, hidung mancung dengan bibir yang tipis, dan rambutnya yang seperti opa opa korea.

__ADS_1


tak lama tatapan kami bertemu, aku tersenyum kikuk sambil melambaikan tangan


"hai namaku anna" sapa ku pelan sambil mencoba tersenyum manis, tapi justru terlihat seperti dipaksakan mungkin?


__ADS_2