
"Kenapa kau tersenyum seperti itu?"
ucap alex saat anna yang baru masuk kedalam mobilnya, hari ini Anna dijemput oleh Alex
mommy nya itu membuatkan jadwal bergantian untuk Daddy, Gravin, Gerald dan Alex karena mereka sering beradu mulut menentukan siapa yang akan mengantar dan menjemput Anna, membuat mommy nya yang melihat itu jengah
back to topik, alex melihat wajah anna yang tak berhenti tersenyum itu dengan kesal, membuat anna terlihat lebih cantik dan membuat para siswa laki-laki di sekolah itu menatap nya.
membuat Alex ingin mencongkel mata mereka
"aku merasa sangat senang, sepertinya ini hari keberuntungan ku" jawab anna sambil memakai sabuk pengaman, membuat Alex menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Hihi aku hanya senang mendapatkan teman baru ka, jangan menatap ku seperti itu" jelas anna merasa risih dengan tatapan yang di berikan alex
"baiklah, lagi pula bisa aku cari tau sendiri" ucap Alex sambil menancapkan gas mobil nya.
ck, matilah kau anna
🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1
Selama tiga puluh menit akhirnya anna sudah sampai rumah, disambut mommy nya yang sedang mengobrol dengan wanita seumurannya di halaman rumah,
sedangkan Alex langsung berpamitan karena ada panggilan mendesak dari papanya mungkin masalah pekerjaan
"Hai Mommy, Tan" sapa anna sambil mencium tangan kedua wanita itu.
"Hai Anna, perkenalkan ini teman baru mommy, Tante Hera namanya, oh iyaa anaknya seumuran dan satu sekolahan dengan mu" jelas Bella pada Anna
sedangkan Anna hanya mangut-mangut, sambil ber-oh ria, dia tidak terlalu tertarik untuk mendapatkan teman baru, selain trisha dan elliot mungkin?
"Anak mu sangat cantik bella! mirip seperti mu" puji tante Hera kepada Anna
"baiklah Mommy, Tante Hera, Anna pergi ke kamar dulu yaa" pamit anna sambil tersenyum lebar, agar terkesan ramah kepada orang yang lebih tua
sungguh anak yang berbakti sekali kau Anna
🌼🌼🌼🌼🌼
saat anna membuka kamarnya, ia dikejutkan oleh Gerald yang sedang bermain PS dan dengan sampah snack yang berserakan, jangan lupakan remahan nya yang berceceran,
__ADS_1
menjijikan sekali!
Hei ayolah, kenapa dia harus punya abang seperti gerald ini? memasuki dan memakai kamar wanita sesuka nya? dia kan juga punya kamar sendiri, lagipula sekarang aku butuh privasi, aku bukan seorang gadis kecilnya lagi.
"Ka gerald! kenapa berantakan sekali!?, kau bisa main dikamar mu bukan? kenapa harus main ps disini?!"
Tanya Anna kesal, namun tak luput dia membersihkan kantong snack kosong yang berserakan dan memasukannya ke dalam plastik sampah
"Aku tidak nyaman dikamar ku anna, aku lebih suka disini, kamar mu sangat nyaman" puji Gerald pada pertanyaan Anna, namun matanya tetap fokus menjalankan game permainan ps,
Gerald tidak menyukai kamar dia yang sangat besar itu, katanya dia sering mendengar suara-suara yang menyeramkan dari kamarnya.
Selain wajah yang tampan tidak ada lagi yang bisa di sombong kan pada diri gerald , dia hanyalah seorang lelaki penakut.
"Aku ingin mandi, cepat bersihkan remahan mu itu, jika aku selesai belum rapih, jangan harap kau bisa memasuki kamar ku lagi!" perintah Anna pada Gerald
"Baiklah princess" jawab gerald lesu, padahal sebentar lagi dia akan menang, hanya gara-gara perkataan Anna dia menjadi gagal fokus dan kalah dari game itu.
Sudahlah dia harus merapihkan nya dulu, bisa gawat kalau dia tidak bisa ke kamar Anna lagi.
__ADS_1