
setelah acara suap-suapan selesai, Gravin menelfon Alex menanyai keberadaan Anna, Alex menjawab dengan jujur, namun dengan nada kesal dan decakan yang keluar dari mulutnya,
baru saja ia ingin menghabiskan waktunya lagi dengan gadis kecilnya itu.
ting tong
suara bel berbunyi, Anna datang dengan cepat ke arah pintu,
namun berbalik dengan harapannya yang ingin melihat wajah ramah kakaknya, keinginan nya itu harus sirna, digantikan dengan wajah dingin yang mencekam, dengan mata yang mengintimidasi.
"h-hai ka" ia menyapa dengan senyum yang canggung, entahlah Anna merasa sedikit takut berhadapan dengan pria di hadapannya ini, ia seperti orang yang berbeda
kenapa dia terlihat sangat marah?
apa aku membuat kesalahan?
batin Anna bingung
Gravin yang melihat adiknya itu ketakutan sedikit melembutkan pandangannya,
"tunggu di mobil" perintah Gravin dengan nada yang sengaja dilembutkan, namun masih terlihat sangat dingin dan menyeramkan, ia memberi kunci mobil ke tangan Anna
Anna yang mendengar itu langsung ke luar apartemen dan pergi ke basement, ia tak mau di marahi kakak pertamanya itu, memikirkan nya saja sudah sungguh menakutkan.
sedangkan Alex dari tadi hanya berdiri memandang sepasang adik kakak itu,
berani sekali gravin membuat gadis kecilnya ketakutan batin pria itu kesal
selagi Alex masih terpaku menatap Anna yang keluar pergi dari apartemen, gravin datang dengan cepat kearahnya
bugh
"kenapa kau membiarkan Anna meminum alkohol sial*n!" geram Gravin memegang kerah baju yang dikenakan Alex
tadi pagi saat gravin mengetahui Anna yang belum pulang dari pesta pernikahan, menanyakan keberadaannya kepada bodyguard, yang ia tugas kan untuk mengikuti kemanapun adik kecilnya itu pergi.
__ADS_1
Ia sangat menggeram keras ketika mendengar penjelasan bahwa Anna diberi minuman keras oleh salah satu tamu pria disana, namun ketika ia menyuruh membawakan pria yang memberi alkohol kepada Anna, bodyguard nya menjawab bahwa pria itu sudah ditangani oleh Alex membuat ia tidak bisa mengajar nya!
sedangkan Alex yang menerima pukulan itu, hanya diam menatap datar, dengan darah segar yang keluar dari sudut bibirnya, luka yang kemarin ia dapatkan belum sembuh, sudah menambah lagi
apakah Anna akan mengobatinya lagi? ah aku sudah merindukan nya
batin Alex tersenyum tipis
Gravin yang melihat pria di hadapannya itu tersenyum, membuat ia semakin kesal, saat ingin menonjok muka pria itu lagi, namun berhasil ditepis oleh Alex
"ck, tenang lah" jawab Alex singkat
"kau tidak bisa menjaga nya brengs*k!" jangan berharap bisa membawa Anna lagi!"
kesal Gravin kepada temannya itu, dan berjalan pergi menyusul adiknya
dasar bod*h, kau tak akan pernah bisa menghalangi ku, gravin sial*n!
gerutu Alex
🌼🌼🌼🌼🌼
kakak nya itu sama sekali tidak mengeluarkan suara nya, membuatnya sungguh jengkel
"kau kenapa ka?
apa aku berbuat salah?
hei!
bicaralah!"
mencoba merayu sambil menggoyangkan tangan Gravin, sama sekali tak membuat pria itu berbicara
ia menyumpahi pria es ini akan mendapatkan wanita, yang mempunyai sifat berbanding terbalik dengan Gravin, agar ia repot sendiri mengurusinya
__ADS_1
saat Anna melihat kesamping, ia sudah berada di sebuah rumah sakit di pusat kota, buat apa kaka nya itu membawa nya kemari?
"kita mau apa kesini ka?
apa ada yang sakit?
siapa?
daddy?
mommy?
gerald?
kakaaaa?
ck jawablah
jangan membuat ku takut!'
tanya Anna bertubi-tubi
"kau" jawab Gravin singkat sambil keluar dari mobilnya, dan membuka pintu untuk Anna
"kau sudah meminum alkohol sweetie" jelas Gravin sedikit merengek
eh?
"cepatlah dokter sudah menunggu"
perintah nya lagi tidak sabaran
hah?
Anna yang mendengar itu, hanya menggeleng kan kepalanya tak percaya
__ADS_1
heh, apa dia sudah gila!?
dia hanya tidak sengaja meminum alkohol, bukan minum baygon! Batin Anna menggerutu kesal