
Disebuah kamar dengan wangi mint yang menenangkan, terdapat gadis kecil yang sedang tertidur pulas, membuat seorang pria tampan tersenyum sendiri melihatnya
"kenapa kau sangat cantik Anna?" monolog pria itu
"sungguh merepotkan ku, kau tahu huh? tersenyum kecut ketika mengingat kejadian tadi
"berapa banyak lagi pria yang harus ku singkirkan?" kali ini dengan nada lirih dari sang empunya, sambil mengelus pelan pipi gadis kecilnya sayang,
ya, pria yang sedang bersama Anna adalah Alex, ia sedang bertopang dagu melihat wajah cantik Anna tanpa rasa bosan yang menghinggap, ia ingin seperti ini terus setiap pagi
"kau hanya akan menjadi milik ku Anna" sekarang nada nya berubah dingin,
suara yang terdengar dari kamar yang sunyi itu, membuat siapa saja yang mendengarnya pasti bergidik ngeri dan tak berani membantah perintah nya
sayang nya Anna masih tertidur pulas, dengan dengkuran halus yang keluar dari bibir kecilnya, tidak mendengar peringatan yang disampaikan oleh Alex.
menghela nafas panjang, lelaki itu berusaha mengendalikan emosinya yang ingin membludak, lebih baik ia pergi ke ruangan the blood,
tempat dimana musuh-musuhnya di eksekusi.
Tangannya sudah gatal ingin meninju seseorang dengan kencang,
Tatapan Alex beralih ke wajah Anna, dan melembut seketika
"sleep dream sweetie" ucap Alex pelan sambil mengecup kening Anna lembut
berjalan keluar dari sana, tak lupa mematikan saklar lampu di kamar itu dan menutup pintu dengan pelan agar tak menganggu tidur gadisnya
🌼🌼🌼🌼🌼
Anna membuka mata perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam mata nya, meringis pelan kala merasakan sakit di kepala,
__ADS_1
"aw sakit sekali"
eh?
dimana aku?
kenapa aku ada di kamar apartemen alex?
batin Anna bingung
Anna pun bangkit tidurnya dan menyenderkan tubuh nya di sisi kasur,
apa yang terjadi tadi malam?
aku meminum minuman yang sangat pahit?
apakah itu alkohol?
tunggu, klau itu alkohol?
berarti...
Anna yang panik dengan pikiran negatif, langsung menyibakkan selimut,
huh, syukurlah lah pakaian nya masih sama seperti semalam.
Anna yang merasakan badannya sangat lengket, berjalan pelan ke arah lemari, mengambil hoodie hitam dan celana pendek milik Alex dan masuk kedalam kamar mandi untuk memanjakan tubuhnya ini.
🌼🌼🌼🌼🌼
"Alex" panggil Anna dengan suara sedikit dikencangkan, pasalnya selesai mandi ia belum menemukan batang hidung milik alex
__ADS_1
dimana dia ?
Anna memutuskan untuk duduk di sofa depan tv, sambil menyantap snack yang berada di meja
bahkan dia juga belum menemukan ponselnya, ck sangat membosankan
setelah setengah jam berlalu
srek..
suara pintu terbuka membuat Anna menolehkan pandangannya, membelalak an matanya kaget dengan kondisi Alex
bagaimana tidak?
rambut berantakan, memar-memar di area wajahnya, serta darah segar disudut bibirnya?
apakah ayahnya yang melakukannya lagi? batin Anna
ia langsung berjalan cepat menghampiri Alex, memapah jalannya untuk duduk di sofa
"ya ampun ka! apa yang kau lakukan? kenapa wajah tampan an mu itu berubah menjadi jelek? kau ingin aku mencari kaka tam—
"Anna"
peringat Alex dengan nada dingin nya, ia sudah tau apa kata yang akan di lanjutkan oleh gadis nakal nya itu
"hihi maaf, baiklah ka Alex, tunggu lah disini sebentar, aku akan membawakan obat" perintah Anna selayaknya seorang dokter yang menangani pasiennya,
ia berjalan ke arah kamar untuk mengambil obat sambil sambil terkekeh geli,
menjahili Alex seru juga rupanya!
__ADS_1