Little Sister

Little Sister
episode 25


__ADS_3

pria yang sedang tertidur di sofa dengan selimut abu-abu tebal yang membalut tubuhnya itu, perlahan-lahan menggerakkan badannya,


kemudian ia mencoba membuka mata yang masih berat itu, selagi mengumpulkan nyawanya, ia mendengar suara berisik dari arah kitchen set di apartemennya.


berusaha bangkit untuk duduk, dan merenggangkan otot-otot nya, kemudian berjalan pelan ke arah kitchen set, untuk melihat apa yang sedang terjadi


disana ia melihat Anna dari arah samping, gadis kecilnya itu menggunakan celemek, seperti nya ia sedang serius mengupas bawang merah membuat keningnya mengkerut, dan membuat mata cantik itu mengeluarkan air.


Alex yang melihatnya itu tersenyum tipis


walaupun ia sungguh senang melihat Anna yang sedang menyiapkan makanan, ia juga bisa menepis rasa khawatir, takut kalau tangan gadis itu akan terluka, memegang benda tajam di dapur


perlahan Alex berjalan ke arah Anna, namun aksinya ingin memeluk Anna dari belakang itu harus kandas, padahal satu langkah lagi ia dapat merengkuh badan gadis itu, namun gadis itu malah berbalik dengan pisau yang ada di tangannya


membuat alex bergidik ngeri melihat itu


hampir saja batin alex sambil mengelus dadanya


"hiks hiks k-ka alex hiks tolong hiks ambilkan hiks tisuuuuu" pinta Anna


tanpa ba bi bu Alex langsung mengambilkan tisu, dan anna yang langsung merampas, dan mengelap ingus nakal nya


"terimakasih kaa huftt"

__ADS_1


"apa yang kau lakukan Anna?


"aku ingin membuatkan mu makanan, kau terlihat agak kurus"


Anna tidak bohong kalau Alex memang kurusan, terlihat dari pipinya yang semakin tirus, walau malah terlihat semakin tampan, juga tidak menghilangkan otot-otot berbentuk kotak di badan nya


Alex pun mengakui, beberapa hari belakangan tugas yang diemban nya semakin banyak, belum juga tuntutan ayahnya yang mengharuskannya melakukan ini dan itu


membuat ia kesal harus menghabiskan waktunya dengan pekerjaan sial*n itu, ia jadi susah untuk bertemu dengan Anna setiap hari


"kau tidak perlu melakukan itu sweetie" kata Alex lembut dengan suara seraknya, membuat jiwa Anna salting sendiri


heh, bagaimana bocah ini bisa terlihat sangat seksi batin Anna meronta-ronta


mengambil pisau dari gadis itu dan berjalan ke arah kitchen set


" biar aku saja yang lanjutkan, kau duduk tenang disana" perintah Alex


"baiklah" Anna menurut patuh, langsung duduk di meja makan, menopang dagunya melihat pria itu yang sedang serius memasak


menggunakan kaos hitam dan celana pendek selutut berwarna senada dengan kaosnya, membuat wanita manapun yang menatapnya, pasti berlomba mendapatkan pria sesempurna Alex, sudah jago masak, pintar, kaya raya, hebat bela diri, wajahnya pun tidak diragukan lagi, belum pernah Anna menemukan pria dengan wajah setampan Alex, bahkan di kehidupannya dulu!


namun Anna tak tahu kenapa tidak bisa mendeskripsikan rasa yang ia miliki pada Alex, ia hanya menganggap bahwa alex adalah seorang bocah tampan yang kurang kasih sayang, saat mereka bertemu pertama kali.

__ADS_1


Alex yang melihat gadis kecilnya itu sedang melamun, menaruh masakan yang sudah selesai ia masak di hadapan Anna dengan sedikit kencang,


brak


"ya ampun!" Anna yang kaget langsung melihat sekitarnya


"woaaa apa ini ka? terlihat sangat menggiurkan!"


"makanlah yang banyak" Alex mengambil kursi disamping Anna dan duduk disebelahnya, menopang dagu sambil merapihkan rambut Anna yang menghalangi wajah cantik, kesukaan nya itu


ia yang mendengar itu langsung memasukan makanan yang dibuat Alex kedalam mulut, membuat mulut kecilnya itu kepenuhan menampung makanan


"ini sangat enak! e-eh tunggu kenapa ka alex tidak makan? apa hanya ada satu porsi nasi goreng saja?"


Alex menjawab dengan anggukan pelan, sambil tersenyum tipis melihat wajah Anna, dengan pipi membulat


"tidak boleh seperti ini!-


ayu makan bersama ka!"


"suapin" bisik Alex pelan sambil memajukan mulutnya


benarkan dia masih bocah! batin Anna kesal

__ADS_1


__ADS_2