
Selamat pagi negaraku, selamat pagi kota kelahiran ku, selamat pagi rumahku dan selamat pagi kamarku dan juga tempat tidurku.
Mihika memeluk bonekanya dengan erat dan menggoyang goyangkan nya di dalam pelukan.
"Aku merindukanmu cuby, emuaah emuah" mencium boneka kesayangannya yang sudah lama dia tinggalkan.
Cekrek
Mihika menoleh, Aldan langsung masuk dan membuka tirai jendela lalu duduk di kursi yang letaknya tepat di dekat jendela.
"Maaf, kamarmu tidak dikunci jadi aku langsung masuk saja"
"Lain kali jangan lakukan lagi, kak Al harus mengetuk dan meminta izin dulu jika ingin masuk ke kamar seorang gadis"
"Ya aku tau, tapi aku begitu merindukanmu jadi aku langsung masuk saja dan juga lain kali kunci kamarmu jika tidak ingin di masuki oleh pria lain"
"haa? maksud kak Al ada pria lain di rumah ini selain kakak?"
"Hem"
Mihika melepas bonekanya mendekati Aldan karena penasaran.
"Siapa?"
"Bisa saja temanku atau teman kak Hana"
"Benarkah? apa teman kak Al dan teman Kak Hana sering bermalam di rumah ini?"
"Hem"
"Wah" Pikiran Mihika traveling. Dia membayangkan jika mereka semua adalah pria pria tampan terlebih lagi membayangkan seorang yg sangat ia sukai di masa lalu.
"Kak Al Kak Al, apakah Kak Danur juga sering kesini?"
"Hem" Bahkan Aldan sudah menduga jika membahas pria maka Mihika akan menanyakan nama itu.
"Wah" Mihika memegang pipinya girang.
"Apanya yang Wah, Kak Danur sudah menua jadi jangan berfikir untuk tetap menyukainya. Cepat mandi sana aku akan mengajakmu jalan jalan hari ini"
"Jalan jalan?, wah baiklah aku mau."
Mihika menarik lengan Aldan dan menyeretnya keluar.
"Aku mau mandi kakak tunggu di luar saja"
Mihika kembali menutup pintu kamarnya setelah mengeluarkan Aldan.
Aldan duduk di sofa menunggu Mihika bersiap. Dia membuka layar hp dan menyentuh folder galeri lalu menggeser beberapa kali.
Haruskah aku menghapus semua gamabar ini?, Percuma aku menyimpannya jika dia tak ingin bersamaku lagi. Jika aku terus menyimpannya ini akan menjadi proses move on yang lambat bagiku.
Aldan memasukan beberapa foto mantan pacarnya di kotak sampah dan berniat menghapus tapi jemarinya terasa berat untuk menekan hapus di layar hp nya itu. Aldan berfikir sebentar dan memejamkan mata, hapus tidak hapus tidak hapus atau tidak?
__ADS_1
"Aku Siap ayo kita pergi!".
Suara Mihika mengejutkan Aldan yang sedang memejamkan mata dan tanpa dia sadari dia telah menekan hapus.
"Hah sudah hilang?" Aldan menggeser layar hpnya dan mencari foto foto tadi.
"Aish yang benar saja mengapa bisa aku bisa melakukanya"
"Ada apa kak? apa yang hilang?"
"Oh bukan apa apa. kau sudah bersiap ya ayo kita pergi!"
Aldan berdiri lalu berjalan menuju pintu keluar dan Mihika mengejarnya sambil menyambar lengan lengan Aldan dan memeluknya.
Mereka terlihat romantis jika orang orang tidak tau mereka bersaudara pasti mereka menganggap Aldan dan Mihika adalah sepasang kekasih. Sikap Mihika yang manja terhadap Aldan dan Aldan pun juga memanjakan Mihika membuat mereka benar benar terlihat seperti sepasang kekasih.
"Kita akan kemana?" Mihika bertanya karena sejak mereka melaju membelah keramaian jalan Aldan belum memberi tahu arah yang akan mereka tuju.
"Bagaimana jika belanja?" Aldan menawarkan.
"Aku belum memiliki banyak uang bagaimana bisa belanja? atau kak Al akan mentraktirku!" Mihika memasang senyuman terbaiknya dengan tingkah Maja berharap Aldan mengiyakan keinginannya.
"Baiklah, aku akan mentratirmu. Belanjalah apa saja semua yang kamu inginkan"
"Semua yang ku mau?" Mihika tidak percaya.
"Kenapa kaget begitu? kamu pikir aku tidak punya banyak uang?" Aldan tertawa. Reaksi Mihika membuatnya gemes.
"Em baiklah, maaf kan aku. Aku tidak bermaksud menyepelekan gaji kak Al tapi hanya karena aku tidak tau jika tentara juga bisa memiliki banyak uang. Hehe" Mihika sedikit menggoda kakaknya karena dia merasa sedikit canggung.
"cute banget"
Mihika mengangkat sebuah rok yang di pajang.
"Apa ini? ini rok anak anak" Aldan memegang rok yang tadi di pegang Mihika dan meletaknya kembali.
Mihika mengambil lagi, "Ini ukuran dewasa, aku pasti akan terlihat cantik jika memakainya"
"Apa apaan. ini ukuran anak anak, lihatlah ukuranya hanya sejengkal lebih sedikit dari tanganku." Aldan mengukurnya dengan telapak tangan membuat Mihika tertawa menekan perut.
"Kak Al di sini semua pakaian khusus dewasa jika untuk anak anak di sebelah sana" Mihika menunjuk di seberang.
"Mungkin saja karyawan penjaga salah menyimpannya. Sudah ayo ke sebelah sana saja sepertinya di sebelah sana model dan warnanya lebih bagus." Aldan menyeret Mihika untuk berpindah tempat.
"Adik, kamu tunggu di sini sebentar ya sepertinya aku perlu ke toilet. Pilih saja yang mana kamu suka" Setelah mengatakan itu Aldan bergegas pergi.
"emh baiklah aku akan memilih"
Mihika mulai memilih dan sudah mendapatkan beberapa pakaian yang sesuai dengan seleranya.
"Hai, boleh kah aku ikut memilih bersamamu?" Setelah kepergian Aldan tak lama datang seorang gadis dengan gaya modis mendekati Mihika.
Mihika tidak menjawab karena merasa tidak mengenali gadis itu.
__ADS_1
"Seleramu rendah sekali, kenapa memilih pakaian seperti ini. Lihat baju yang kamu gunakan model dan warnanya juga tidak menarik sama sekali."
Mihika melihat baju yang dia kenakan. Mihika merasa tidak nyaman dengan perkataan gadis itu entah sedang memotivasi atau sedang menghinanya tapi Mihika tidak terlalu menanggapi dan segera bergeser lebih jauh dari gadis itu.
Gadis itu mengikuti Mihika sepertinya dia sengaja.
"Hei, mau kemana? Kita belum berkenalan" Gadis itu mengulurkan tangan dan menyebutkan namanya. "Selin".
Mihika tidak menyambutnya dia lebih tertarik memperhatikan tangan itu saja.
"Hei, siapa namamu?" Gadis itu mengalihkan pandangan Mihika karena Mihika tak kunjung menyambutnya.
"Namanya Mihika"
Mihika dan Selin menoleh. Aldan baru saja datang dan menjadi penengah di antara perkenalan dua gadis itu atau lebih tepatnya Selin yang menginginkan perkenalan dengan cara nya.
Selin menarik tangannya yang sudah lama menggantung tapi tak kunjung di sambut oleh Mihika. "Ow namanya Mihika, nama yang cantik seperti orangnya".
Cih tadi menghina penampilanku dan sekarang memuji namaku. Wanita apa apaan ini.
Setelah sedikit memberikan pujian, Selin lalu berbalik dan berencana meninggalkan pasangan yang di anggapnya sejoli itu. Sepertinya Selin hanya ingin tau nama seseorang yang menggantikan pisisinya saja karena sudah tau jadi dia berniat untuk pergi.
"Selin"
Aldan menarik lengan Selin sehingga gadis itu menjadi berbalik menghadap kearahnya.
Selin tersenyum kecut, "Begitu mudah untukmu mencari penggantiku"
"Ini salah paham. Semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan" Aldan mencoba menjelaskan.
"Oh benarkah?, Lihat ! kamu membelanjakannya begitu banyak Bahakan dari awal kalian masuk aku sudah memperhatikan betapa mesranya kalian." Arkh. kenapa aku menjadi marah bukankah kita sudah berakhir. Maaf aku terbawa perasaan tidak seharusnya aku seperti ini." Selin mencoba mengontrol perasananya.
Aldan tertawa kecil mendengar perkataan Selin.
"Kenapa tertawa? apa ada yang Lucu?"
"Sudah lah sayang turunkan sedikit saja egomu. maafkan aku. Mari kita perbaiki hubungan kita lagi. lagipula pernyataan mu tadi menjelaskan jika masih ada cinta di hatimu untukku. Benarkan?" Aldan masih berusaha agar Selin mau berbalikkan denganya.
Selin menadahkan tangan
"Apa?" Aldan bertanya karena tidak mengerti apa yang Selin inginkan.
Apa yang dia lakukan. Apa dia sedang meminta uang pada kakak?.
Mihika hendak melangkah untuk mendekat tapi dia urungkan karena gadis bernama Selin itu menjawab jika dia meminta hp Aldan.
Tanpa berpikir panjang Aldan memberikan Hpnya kepada Selin. Aldan tidak menyadari jika dia memberikan Hpnya maka malapetaka yang akan dia dapati.
Selin membuka folder galeri dan mengecek apakah gamabar dirinya masih berada di sana.
Seperti yang dia duga. Folder foto di hp Aldan sudah kosong tandanya Aldan sudah siap untuk melupakan dirinya.
Selin sebenarnya panik karena sudah tidak ada fotonya di sana. Dia lalu menunjukan pada Aldan "Ini buktinya jika kamu tidak bersungguh sungguh untuk kembali kepadaku. Pasti kau sudah berencana mengisi folder ini dengan gambar wanita lain bukan?. Ini ambil hp mu dan jangan pernah bertemu lagi" Selin bergegas pergi setelah mengembalikan hp Aldan.
__ADS_1
Aldan tidak menjelaskan apa apa lagi karena percuma menjelaskannya karena Selin tidak akan mau mendengarkannya lagi. Benar benar sudah berakhir pikir Aldan.
"Sabar sabar" Mihika mengelus pundak Aldan. Tenang dan jangan Panik jika berjodoh pasti bertemu lagi"