Little Sister

Little Sister
Tiga bersaudara


__ADS_3

Tuuuuttt.....tuut..tuut..tuuuuutttt.


Mobil Aldan mengeluarkan suara klakson berkali kali sehingga memaksa seseorang yang berada di dalam rumah berjalan setengah berlari menghampiri mobil yang sedang parkir sembari memegang teflon di tangannya.


Hana yang sedang memegang teflon tengah bersiap memukul jendela mobil.


"Eiitzz, jangan lakukan itu" Aldan buru buru keluar dari mobil sebelum kakaknya benar benar menghancurkan kendaraannya.


"Kenapa berisik sekali apa kau ingin semua tetangga datang kemari untuk melempar mobil kesayangan mu ini?"


"Aish, bukan aku yang melakukanya tapi dia" tunjuk Aldan kepada seseorang yg sedang menyeringai di jendela mobil.


"Emm ternyata gadis kecil ini belum berubah ya?" Hana menghampiri Mihika yang belum turun dari mobil.


"Hei gadis nakal keluarlah apa kau tidak ingin memelukku setelah sekian lama?"


"Aaa..tentu saja aku mau" Mihika membuka pintu mobil dan menghambur ke pelukan Hana yang sudah siap membentang kedua tangannya.


"Apa kalian melupakanku?" Aldan juga ikut memeluk kedua saudara perempuannya.


Momen ini terasa haru karena tiga saudara itu bisa melepas rindu satu sama lain setelah sembilan tahun terpisah.


"Kak Hana wajahmu sekarang terlihat menua"


"Plaak"

__ADS_1


"Aaww, itu sakit" Mihika menggosok keningnya akibat sebuah jitakkan mendarat di keningnya.


"Kak Al aku tadi sudah bilang jika tanganmu sekarang sudah berotot. Ah rasanya keningku seperti retak"


Aldan mengusap kening Mihika sambil tertawa. Dia merasa lucu dengan ketidak sopan an Mihika terhadap Hana yang merupakan saudara tertuanya bahkan Aldan sendiri tidak berani mengatakan hal seperti itu walaupun itu sebuah kebenaran. Tapi kalimat Mihika mewakilkan perasaannya agar sang kakak sulung sadar usia dan segera menikah.


"Ahh benarkah? Apa aku memiliki banyak kerutan di wajahku?" Hana meraba raba wajahnya. "Usia ku baru 42 tahun apakah tanda tanda penuaan di wajahku sudah terlihat jelas?"


"Aku akan memeriksanya, Ayo kita masuk" Hana berjalan lebih dulu meninggalkan kedua adiknya yang juga turut melangkah di belakangnya.


"Apa kata kataku tadi ada yang salah?" Mihika menjadi khawatir karena Hana meninggalkan mereka dengan tiba tiba.


"Tidak, jangan khawatir" Aldan mencoba menenangkan.


Tak lama kemudian Hana menghampiri mereka tapi penampilannya sudah berbeda dari penampilan yang tadi. "Aku akan keluar sebentar karena ada urusan pekerjaan. Aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian berdua. Pergilah ke dapur dan tolong habiskan semua makannya maka aku akan senang. Dah aku pergi".


"Aku baru saja datang tapi Hana pergi begitu saja?" Mihika tampak kecewa.


"Jangan begitu, masih ada aku di sini" Aldan menenangkan.


"Jika kau tinggal di sini aku yakin kau akan mengerti dan terbiasa dengan kakak. Dia pekerja keras dan bertanggung jawab atas pekerjaannya jadi jangan berfikir buruk tentangnya. Buktinya kita bisa seperti sekarang ini karena siapa jika bukan karena usaha dan kerja kerasnya."


Mihika mengangguk walaupun bibirnya sedikit maju.


Setelah selesai makan Aldan mengantar Mihika ke sebuah kamar.

__ADS_1


"Ini kamarmu! Istirahat lah pasti kau sangat lelah"


Mihika mengangguk dan masuk ke kamarnya sambil menyeret koper yang dari tadi menunggu pemiliknya di depan pintu kamar tersebut.


Setelah memastikan Mihika sudah masuk ke kamarnya Aldan melihat jam tangan yang sudah menunjukan pukul 19:30. Aldan menelfon seseorang lalu dia keluar rumah.


Aldan melajukan mobilnya membelah keheningan jalan yang tapak jarang di lalui kendaraan.


Alexa cafe


"Ada apa? kenapa meminta bertemu di sini?"


Aldan tidak langsung menjawab tapi dia lebih menatap gadis itu dengan tatapan yang dalam.


"Aku minta maaf, bisakah kita perbaiki kembali hubungan ini?" Aldan menggenggam tangan mantan pacarnya.


Gadis itu menarik kedua tangannya tapi Aldan menahannya.


"Tolong beri aku kesempatan satu kali lagi aku berjanji akan menjadi lebih baik lagi" Aldan masih memohon.


Gadis itu menggeleng lalu menunduk kemudian menarik tangannya berlahan.


Kali ini Aldan tidak menahannya.


"Maaf"

__ADS_1


Setelah mengatakan kata maaf, gadis itu mengambil tas miliknya di atas meja lalu pergi tanpa menoleh.


__ADS_2