
"Ayo sayang, daddy akan mengantarkan mu ke sekolah" ajak Daddy yang sedang memakai dasi sambil menuruni tangga, Bella yang melihat itu langsung menghampiri Thomas dan membantu memakaikan nya.
"Sebentar daddy" jawab ku yang masih mencari buku-buku untuk dibawa ke sekolah.
"Anna makan dulu makanan mu" peringat Mommy
"baik mom" jawab Anna
"Baby sepertinya badan ku demam" ucap gerald merangkul ku dari belakang, seperti tak rela aku pergi.
" dirumah nanti ada Mommy yang bisa menjagamu ka, aku harus bersiap sekarang, menyingkir lah" jawab ku kesal.
mengerucutkan bibir kesal Gerald pun melepaskan tangannya itu sambil berjalan dan membaringkan tubuhnya di sofa memejamkan matanya yang masih mengantuk.
"Dad biar Gravin saja yang mengantar anna, dad akan telat jika menunggunya" kata gravin yang sedang menuruni tangga dengan kaos oblong hitam dan celana cream jangan lupakan topi hitam nya, yang membuat ia terlihat berkali lipat lebih tampan.
Tumben sekali dia sudah rapih, biasanya masih tidur pulas di kamar ku
Gravin dan Gerald memang sering sekali menyusup kedalam kamar ku dan tidur di sofa sebelah kasur, mereka bilang tidur dikamar Anna dapat menangkal semua mimpi buruk
Alasan aneh apa itu?!
jika saja mereka tertangkap basah oleh Daddy pasti mereka sudah di cincang menjadi beberapa bagian, walau tidak tidur se kasur dengan ku
"baiklah son, aku titipkan Anna kepadamu, jangan mengebut dan berhati - hatilah" sesal Daddy yang harus pergi deluan karna ada meeting jam 7 pagi, jadi ia mau tak mau harus merelakan anak perempuan nya diantar bocah itu.
cup
__ADS_1
tak lupa Daddy mencium kening ku lembut
"jaga diri baik-baik sayang" ujar Daddy berjalan pergi menjauh.
🌼🌼🌼🌼🌼
selesai sarapan anna menyusul gravin kedalam mobil sportnya berwarna hitam.
"MOMMY ANNA BERANGKAT" teriak ku
"IYAA HATI-HATI DIJALAN SAYANG" jawab mommy yang sedang melakukan perawatan kuku di dalam rumah.
" ayo ka kita berangkat, sebentar lagi telat"
"ya, ayo naik" jawab gravin
TIN
TIN
Membuat Gravin mendengus malas, ia sudah tahu siapa yang datang, si pengganggu
"naik" ucap pengemudi itu singkat padat jelas—tidak itu sangat tidak jelas
dia adalah alex , si pria kutub yang hobi sekali memerintah, bahkan di usianya yang sudah 22 tahun, sikap nya saat bersama ku seperti saat aku bertemu dengannya pertama kali, sangat manja.
kecuali jika ada orang lain, maka yang di perlihatkan adalah sifat sok cool nya seperti ini.
__ADS_1
"tidak, dia berangkat dengan ku" geram Gravin, temannya ini suka sekali merebut perhatian adik kecil nya
"tidak, kau sibuk"
hah? apa maksudnya beruang kutub ini? tidak bisakah bicara jangan setengah-setengah?
batin Anna
tak lama telfon gravin berdering, ia di telfon sekertaris nya untuk ke kantor, karena ada masalah darurat yang dilakukan oleh salah satu bawahannya, sungguh merepotkan.
Gravin menghela nafas kasar, ia sudah tau pasti ini semua ulah lelaki itu,
"maaf Anna, sepertinya aku tidak mengantar mu hari ini" tampang memelas gravin membuat anna luluh melihatnya, kapan lagi kaka muka tembok itu menampilkan muka imut nya.
"baik lah ka, tidak apa, aku bisa bareng ka alex" jawab ku menenangkannya
cup
tak lupa ia mencium pipi adiknya itu
"hati hati dijalan sayang!"
"kau, jaga adik ku jangan sampai lecet sedikit pun!" peringat gravin langsung menaiki mobilnya dan melenggang pergi.
setelah mobil gravin tak terlihat, alex memperlihatkan senyum lembut nya yang jarang terlihat.
membukakan pintu mobil untuk ku, uh sangat romantis, tapi maaf kau tidak lebih dari sekedar bocah bagiku.
__ADS_1