
"Sial*n! dasar tidak becus!" maki Alex kepada lima orang karyawan di hadapannya, seminggu ini perusahaan nya selalu ada saja masalah, baik masalah sepele sampai masalah serius,
"pergi" usir nya dengan nada dingin yang menusuk, membuat kelima nya berjalan cepat ke arah pintu keluar, memijat kepalanya yang terasa pusing dan berat, ia merindukan gadis kecilnya yang menjadi obat setiap ia memiliki masalah, semua yang ada dalam gadis itu adalah obat baginya.
ya Tuhan sudah berapa lama ia tidak bertemu Anna? seminggu? dua minggu? satu bulan? kenapa seperti setahun! semua ini gara-gara dokumen si*lan!
semua ini pasti ulah pria tua bangka itu, siapa lagi selain Thomas yang sayang nya adalah orang tua Anna, berani sekali ia membuat masalah dengan nya, pasti pria itu sedang menghukumnya gara-gara minuman anna kemarin, sungguh pria tua kekanak-kanakan!
Alex bertekad setelah menyelesaikan ini, ia akan langsung pergi menemui Anna nya, tak peduli jika thomas menghalanginya, ia akan menyusup diam-diam lewat jendela kamar Anna, hingga tak terasa matahari mulai tenggelam, sudah hampir enam jam dia duduk di depan komputer.
semua pekerjaan sudah ia selesaikan, sekarang waktunya dia pergi menemui Anna, sudah cukup pria tua itu mempermainkan nya.
namun
tok
__ADS_1
tok
tok
seseorang mengetuk pintu dari luar
"masuk" teriak alex dengan kencang dan nada datar nya, ia sedang membereskan dokumen di atas meja ingin bersiap untuk pergi tanpa melihat orang yang ada di depan pintu.
"ahhh sepertinya aku salah ruangan" ujar orang itu dengan wajah memelas
Alex yang mendengarnya, langsung menegakkan kepalanya ke depan, bibirnya tak bisa menahan senyum senangnya tak kala melihat gadis yang ia rindukan berdiri dengan baju sekolah di depan pintu ruangannya,
Alex langsung bangkit dari tempat duduk dan membawa Anna kedalam pelukannya, menaruh kepalanya di ceruk leher anna mencari aroma yang ia rindukan
"Aku merindukan mu Anna" bisik Alex
__ADS_1
Anna mengelus lembut punggung pria dewasa itu selagi menahan geli karna merasakan nafas alex yang berada di sekitar lehernya, melepaskan pelukan dengan perlahan melihat wajah Alex yang berantakan dan jangan lupakan kantung mata yang terlihat jelas itu, walau tak menurunkan kadar ketampanan nya.
"ada apa dengan wajah mu yang tampan ka? kenapa terlihat sangat menyedihkan?," Anna menangkup pipi Alex dengan kedua tangannya, memberikan ekspresi sedih yang dibuat-buat dengan melengkungkan bibirnya kebawah.
"tak apa hanya masalah kecil" ia tersenyum tipis mendengar seseorang mengkhawatirkannya, dengan gemas ia cubit pipi berisi milik perempuan didepannya.
"awww sakiittt kaaa ish!, ah yaa kenalkan ka Alex dia Elliot teman sekolah ku" Anna menunjuk seseorang yang berdiri di depan pintu, ia hampir saja lupa dengan keberadaan teman tampan nya ini, sedangkan Alex menolehkan wajah dinginnya ke arah seseorang di depan pintu, mengepalkan tangannya tak suka, mencoba mengatur emosinya agar tidak meledak.
"cepat masuk Lio, duduklah istirahat sebentar " ucap Anna, yang sudah duduk di sofa dengan Alex disampingnya dan mengeluarkan permen lollipop dari kantung seragamnya.
sedangkan Elliot masuk tanpa menghiraukan kan tatapan tajam dari om om itu, mengambil tempat duduk di sebelah Anna, jadi posisi Anna diapit oleh Alex dan Elliot.
" Jadi kenapa kamu bisa berangkat dengan bicah ini hm?" tanya Alex beralih menatap lembut Anna yang sedang asyik memakan permen lollipop nya, mencoba untuk sabar, sambil melilitkan satu tangan kekarnya nya ke pinggang Anna, mencoba menjauhkan gadisnya dari bocah ingusan itu dan lebih dekat padanya.
sedangkan seseorang mengepalkan tangannya, menahan diri agar tidak menonjok muka sok tampan itu.
__ADS_1