Little Sister

Little Sister
episode 8


__ADS_3

"bagaimana kabarmu sayang?" tanya alex, melajukan mobilnya dengan satu tangan, tangan yang lainnya sibuk mengusap rambut Anna


"ayolah ka, baru kita bertemu kemarin, apa tidak ada pertanyaan yang lebih penting?" tanya anna heran


"aku merindukan mu anna, apa kau tidak merindukan kaka tampan mu ini?" kesal alex sambil menjauhkan satu tangannya dari anna


aku hanya mendesah pelan sambil membuang muka ke jendela mobil, dia sungguh kekanakan sekali


"Anna" panggil Alex


"hm?"


"kau hanya boleh berteman dengan para wanita oke?"


"baiklah"


"tidak boleh dekat dengan pria"


"iyaa"


" tidak boleh berdandan "


"iyaa kaaa"


"tidak boleh—


"ISH DIAMLAH KA!, tadi malam kau sudah menceramahi ku lewat telfon selama dua jam, aku sudah hafal diluar kepala" kesal ku


"good girl" sedangkan dia malah tersenyum lebar


aku hanya bisa mendengus sebal


aku sebenarnya terpaksa menuruti semua peraturan itu, jika tidak, alex akan menyuruh semua sekolah untuk tidak menerimaku sebagai siswa nya, terutama sekolah ku sekarang, yang merupakan sekolahan milik alex.


menyebalkan bukan?


sangat!


🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


setelah sampai di depan gerbang sekolah alex memberikan ku sebuah kartu.


"untuk apa ini ka?" tanya ku heran


"ambil saja untuk mu jajan" kata alex menyodorkan kartu atm nya


yang benar saja, itu adalah black card!! aku merasa tidak enak mengambilnya, tapi sayang sekali menolaknya rezeki tidak datang dua kali cok, sksksk


"baik lah terimakasih kaka ku yang tampan" ucap ku segera mengambil kartu itu sebelum alex berbuah pikiran, dan berlari keluar mobil sambil melambaikan tangan dengan tersenyum lebar


alex hanya tersenyum melihat tingkah anna, namun tak lama muka nya berubah kusut, seperti kesal mendengar perkataan anna tadi


"aku bukan kaka mu" gumam Alex pelan


——


anna berjalan menelusuri koridor untuk mencari kelasnya, yang ternyata terletak di lantai dua, sekolah ini sangat luas membuatnya pusing


"akhirnya ketemu juga" batin anna


membuka pintu dengan perlahan, membuat orang-orang yang didalam kelas itu terdiam,


eh?


berjalan dengan tenang, tanpa mempedulikan tatapan memuja dari siswa-siswi yang berada di kelas


'wah siapa dia? cantik sekali'


'apa kau punya pacar?'


'kenapa ada bidadari dikelas kita?'


oke kata terakhir itu benar-benar membuat perutku mual, sungguh sangat lebay!


aku berjalan kebelakang mengambil bangku di pojok kelas sebelah kanan, bukannya ia malas hanya saja bangku belakang saja yang tersisa


melihat jendela di samping ku yang memperlihatkan taman belakang sekolah yang indah,


disana terdapat rumput sintetis yang diatas nya terdapat tempat duduk bulat yang empuk, agar siswa merasa nyaman berada disana, dipinggir nya juga dihiasi dengan berbagai macam bunga yang berwarna-warni dan tanaman lainnya, membuatnya menjadi lebih indah

__ADS_1


sepertinya akan menjadi tempat duduk favorit ku.


srek


eh?


siapa bocah laki-laki itu?


main asal duduk saja!


"hei apa yang kau lakukan! jangan duduk disebelah ku! aku hanya menerima teman sebangku perem—


"ck, diam lah"


belum juga menyelesaikan pertanyaan ku, dia memotongnya lalu menyuruh ku untuk diam, dan sekarang dia sudah menenggelamkan kepalanya ke lipatan tangan yang ada di atas meja.


mungkin sedang tertidur?


dasar bocah tidak sopan!


kenapa juga dia duduk disini, bisa gawat kalau kaka-kaka tampannya tau dia duduk dengan seorang laki-laki.


aku hanya bisa mengomel di dalam hati, aku tidak berani melawannya, melihat penampilan lelaki itu yang seperti preman, baju dikeluarkan, kancing dilepas, dasi pun cuma jadi pajangan saja,


sama sekali tidak mencerminkan siswa yang baik


sudahlah biarkan saja,


namun tak lama,, sebuah pesan singkat masuk dari alex


ka alex


"kenapa kau berdekatan dengan pria anna"


"tunggu hukuman mu adik!"


heh? apa dia tau?


bagaimana bisa melihatnya?

__ADS_1


apa dia mempunyai mata-mata?


__ADS_2