
Anna keluar kamar mandi dengan handuk di kepala dan kimono yang berada di badannya, segar sekali membuatnya merasa nyaman, apalagi melihat kamarnya yang sudah dibersihkan oleh gerald, membuat mood anna makin meningkat.
sedangkan Gerald sudah tertidur pulas di kasur empuk milik Anna sambil membuat pulau pribadinya alias iler.
Anna mengambil ponsel miliknya dengan pelan-pelan di sebelah gerald takut kakak nya itu terbangun dan duduk di meja rias, ia mengeringkan terlebih dulu rambutnya dengan hair dryer
setelah itu tidak lupa memakai perawatan untuk kulit wajah, seperti pelembab, sun screen dan pelembab bibir, karena wajah cantik adalah pemberian Tuhan, jadi harus kita jaga dengan baik hihi.
oke, cantik
Setelah selesai, ia melihat ponsel dan melihat ada dua pesan masuk dari alex dan satu pesan tanpa nama—dia tidak tau itu nomor siapa.
karena penasaran ia membuka terlebih dulu pesan dari orang asing itu
+62******
ini aku, elliot
heh apa ini?!
aku tidak percaya!
Elliot mengirim pesan pada ku?
oh ini sungguh hari yang keberuntungan ku!
__ADS_1
Namun, itu sebelum ia membuka pesan dari Alex
ka alex
kau sudah berani berdua-duaan dengan seorang pria anna?
oke, dia menyesal membuka pesan itu, membuat mood nya yang naik ini menjadi turun drastis!
entahlah Alex si pria paling pencemburu, padahal aku hanya adik angkatnya saja, bahkan dibanding Gerald dan Gravin Alex yang paling parah!
flashback on
Saat berumur lima tahun pernah ada seorang anak laki-laki yang sepantaran dengan ku, ia menghampiri ku dan memberi sebuah lolipop, tempatnya di sebuah taman bermain di halaman kota, sedangkan daddy dan mommy sedang mengobrol dengan orang tua anak kecil itu.
tak kusangka ternyata anak kecil itu mencium pipi ku,
namun sayang nya Gerald, Gravin, dan Alex yang habis bermain basket di taman melihat nya
membuat mereka berjalan cepat ke arah ku, dan menjauhi ku anak laki-laki itu
"kau jangan coba-coba menyentuh nya lagi!"
kesal alex dengan nada dingin, sambil mendorong bahu anak laki-laki itu
"sudahlah Alex, dia masih kecil" tenang Gravin sambil memegang tangan ku
__ADS_1
"tetap saja ka, dia mencium adik kecil kita!" sinis Gerald
sedangkan mata anak laki-laki itu sudah mulai berkaca-kaca ketakutan, mungkin sebentar lagi akan menangis.
aku yang tidak tega melihat wajah anak kecil tampan itu, dengan muka merah menahan tangis, langsung berlari memeluk nya.
oh salahkan jiwa wanita dewasa di dalam tubuhnya ini, kelemahan nya hanyalah anak kecil!
"its okey, jangan menangis ya, nanti mukamu akan jelek, bial aku yang hukum meleka"
(biar aku yang hukum mereka)
kata Anna sambil mengelus punggungnya
Alex yang sudah sangat kesal itu melepas pelukan keduanya, mambawa anna menjauh dari anak laki-laki itu
"Anna, mulai sekarang kau tidak boleh berdekatan dengan laki-laki, kecuali keluarga mu dan aku! mengerti?"
perintah Alex dengan wajah dinginnya diusia nya yang masih 12 tahun itu.
Sejak itulah Alex meminta Mommy dan Daddy ku untuk menyekolahkan ku secara homeschooling ,dengan berbagai alasan yang di buat nya, membuat semua keluarga ku menyetujui permintaan itu!
dan jika aku ketahuan berdekatan dengan laki-laki lagi, ia akan melarang ku pergi dari rumah dan menyita ponsel ku!
dasar laki-laki menyebalkan!
__ADS_1
flashback off