Love At School (Love Yourself)

Love At School (Love Yourself)
Begining


__ADS_3

"Jangan tanyakan lagi siapa namaku." Ucapku pada ketiga orang perempuan berpakaian formal.


"Karena kalian hafal sangat dengan namaku." Mereka kompak manggut manggut.


"Aku, Elsa Leandra Altarendra."


"Hey, katamu tidak usah menyebutkan namamu? Ini apa?" Ucap salah satu dari mereka dengan kesal. Aku hanya menyengir kuda.


"Oke oke. Sekarang darimana dulu?" Tanyaku pada mereka hingga membuat mereka melongo.


"Astagaaaa." Ucap mereka bersamaan.


Aku tercengang. "Kompak sekali kalian semua." Ucapku tersenyum.


"Lagian, ini yang ketiga kalinya anda bertanya seperti itu Nyonya." Seloroh salah satu dari mereka.


Aku terkekeh. "Oke. Gak lagi. Hmm, kalian bertanya tentang arti hidup buatku, kan?" Mereka menganggukkan kepalanya sebagai tanda membenarkan.


"Bagiku, hidup itu panjang, tak ada ujungnya. Ada suka, duka, tangis dan bahagia. Bahkan benci dan kecewa menjadi bagian pelengkap dalam kehidupan manusia."


"Kalau romansa?"


"Hey hal seperti itu tidak usah ditanyakan lagi. Perkara Cinta? Di setiap belahan dunia, seluruh manusia, pasti akan melalui masa masa romansa. Entah romansa yang seperti apa. Jalan ceritanya pun berbeda beda setiap manusia."


"Aku?"

__ADS_1


"Hmm.. Entahlah, ketika saat itu aku belum melihat tanda tanda pada diriku akan signa signal cinta. Hihihii"


"Tapi hal itu bukan priotas untukku. Karena ada suatu hal lain yang lebih aku prioritaskan. Yap, sebuah tujuan."


"Kalian memiliki tujuan? Pasti punya kan? Sama. Aku pun memiliki tujuan dalam kehidupan yang aku jalani ini."


"Misi?"


"Hihii katakanlah seperti itu."


"Misiku hanya satu. Iyah hanya satu. Aku ingin membuat orang orang yang berada di sekelilingku, bahagia dengan kehadiranku."


*Muna?*


"Aku mengerti jika setiap orang memiliki pandangan yang berbeda. Jika mereka menganggapku CaPer, cari perhatian. SKSD? Sok Kenal Sok Deket? Dan munafik? Karena mereka menilaiku memiliki muka dua? Apalagi katanya aku seperti itu hanya untuk menggaet lelaki tampan di sekolah?"


"Astagaa aku hanya menggelengkan kepalaku pelan. Aku tak ingin marah. Dan tak akan marah. Karena kodrat manusia memang seperti itu kan? Memiliki pandangan dan pendapat berbeda beda. Tugasku hanyalah ikhlas menerima setiap pandangan orang orang terhadapku. Tapi entahlah kalau aku terlanjur sakit. Huhu tapi aku usahakan agar tak marah." Peace


"Lemah?"


"Hey, jangan katakan aku lemah. Aku gak lemah. Ingat aku gak lemah. Meski aku gak ikut club taekwondo seperti sahabatku. Aku ini kuat."


"Bukan kuat berkelahi yaah hihihii aku bukan gadis yang suka berkelahi atau melakukan kekerasan fisik. Buatku itu hanya buang buang tenaga."


"Heey, memiliki kekuatan fisik bukan hanya untuk berkelahi yah. Beda judulnya jika untuk melindungi diri, kalau tiba tiba kita di ganggu preman, gimana? Kalian mau jadi compang camping, bisanya teriak teriak, kalau di tempat sepi, ma.."

__ADS_1


"Stop stop. Ini aku lagi cerita loh. Kok main salip aja, macam ibu ibu motoran yang paling benar dalam segala hal lalu lintas."


"Duuh, udah udah, kenapa kalian malah berdebat coba. Ini kita lagi nampung kisah sahabat kita loh."


"Bukan nampung, tepatnya di saring."


"Ish, emangnya apaan, di tampung kay air, di saring kaya minyak!" Ucapku cemberut.


"Naaah, ituh, kisah pertama kamu, bagai air dan minyak. Apalagi, ekhm ekhm kisah romansa kamu." Cicit sahabatku di kalimat terakhir.


Aku melotot mendengar ucapan sahabatku dan tawa ketiga sahabatku yang sepertinya tanpa beban jika sudah mengejekku.


"Stop stop. Udah ah kalian, gimana siih ini lanjut gak nih?"


"Oh iya, tadi kamu bilang kekuatan yang bukan kekerasan tapi kamu bilang tidak tahu jika kamu terlanjur sakit. Memang apa yang akan kamu lakukan?"


"Hmm, kalian paling tahu gimana aku di sekolah."


Semua sahabatku menganggukkan kepalanya dan mulai menerawang ke hamparan luas di depan kami.


"Sayang!" Mereka ber empat terkejut dengan sebuah suara maskulin di belekang mereka.


"STOP!!" Seru kami ber empat.


"Flashback On!"

__ADS_1


__ADS_2