
Hari hari berlalu hingga minggu terlewati entah sudah berapa kali. Bagi kalangan siswa siswi, tak sedikit dari mereka yang merasa tak sabar ingin melalui hari hari dan bulan untuk segera naik tingkat. Ada pula yang merasa was was ketika hari sudah mendekati masa masa ujian.
Namun bagi seorang gadis cantik jelita dan periang. Hari hari yang ia lewati justru untuk menunggu seseorang yang spesial. Seseorang yang sudah ia simpan namanya dalam hati sedari kecil dulu.
Rindu dan Kecewa. Dua hal itu yang beberapa waktu ini mengisi ruang di hatinya yang terukir nama 'Dia'.
"Fokus El, fokus, bentar lagi ujian kenaikan kelas."
"Sayang, kamu ini kenapa, gak biasanya nilai ujian kamu turun. Apa kamu masih memikirkan.."
"Ssst Mam, sudahlah jangan terlalu memaksakan El."
"Dek, lo harus fokus. Lo gak lupakan, tugas utama kita? Membanggakan Papih dan Mamih. Lo harus kejar prestasi Lo. Kalo dia jodoh lo, dia pasti balik. Sekarang, mending Lo perbaiki diri lo dulu dan prestasi Lo."
Dalam diamnya, tiba tiba kalimat itu terngiang lagi dalam benaknya. Senyum manisnya terbit begitu saja di iringi sinar mentari pagi yang menerpa wajahnya.
"Oke. Gue harus semangat. Fokus pelajaran dan prestasi gue. Fighting El. Fighting!" Dirinya berseru dengan kepalan dua tangannya yang di angkat mengudara.
"Hayoooo, ngapain loo..."
El terlonjak kaget dengan kedatangan dua sahabatnya.
"Oneng, kalo gue jantungan gimana curutt." Kesal El seraya mengelus dadanya yang berdebar karena terkejut.
Yang menjadi pelaku hanya nyengir kuda dengan watados.
Wajah Tanpa Dosa
Emang dasar sahabat luckn*.
"Piss ah gak usah marah. Lagian kita dateng, lo ngomong sendiri. Kek orgil." Ucap salah satu sahabat El dengan cicitannya di akhir kalimat.
El menatap tajam sahabatnya yang duduk di samping kirinya.
"Apa Mira cantik, coba sekali lagi." Pinta El dengan suara dimanis-maniskan dan senyum yang dipaksakan.
"Elo kek orgil.. e-eh canda elah Eeeel piiiissss." Ucap sahabatnya yang ternyata adalah Mira.
__ADS_1
Gitu tuh kalo udah di circle sahabat. Mulutnya lemeessss. Minta di oyekkkk.
Belum sempat tangan El sampai di atas kepala Mira. Mau di orek tu rambut yang baru di potong. Namun tangan kanannya sudah ada yang tarik tarik.
Ternyata si pelaku adalah sahabat oneng satunya.
"Apaan si Diiirrr. Mau gue orek juga tuh rambut ikal buatan lo hah." Seru El kesal namun tak dihiraukan oleh si pelaku yang ternyata, Dira.
WOOOOOO
UHUK
UHUK
GANDENGAN BARU UUUYYY
Belum sempat tangan El sampai di atas kepala sahabatnya, Dira. Indera pendengarannya sudah menangkap teriakan teriakan alay dari kelasnya dan kelas jurusan sebelah yang sedang duduk duduk di tribun lapangan outdoor. Dan yang sedang di tengah lapangan pun tak kalah heboh.
Elsa dan Mira yang pensaran dengan apa yang membuat teman temannya lebay pun mengalihkan pandangan ke arah pintu besi, pintu masuk lapangan outdoor.
El tersenyum menatap seseorang yang di tunggunya selama ini. El belum sadar dengan satu hal yang membuat sahanatnya. Mira dan Dira yang sudah memasang muka seperti singa betina yang tengah mendapatkan mangsa.
Luntur sudah senyuman manis di wajah El saat seseorang yang ia tunggu merangkul pundak gadis yang berjalan di sampingnya mesra. Tak ada senyuman untuk El. Senyuma yang El tunggu sudah berganti pemilik.
"El." Seru Mira dan Dira bersamaan saat Elsa berdiri tiba tiba.
Seketika, suasana lapangan hening. Semua mata tertuju pada dua sisi.
"Eliott. Lo yakin rencana Lo?" Ucap seorang gadis pelan yang sedang di rangkul oleh orang yang dimaksudkan Elsa.
Yap. Yang menjadi sorotan dan bikin semua orang di lapangan heboh adalah, Eliott.
"El, sebelum lo terlambat. Jangan gegabah." Ucap seorang lelaki di sisi lain Eliott.
"Ini yang gue harapakan." Jawab singkat Eliott namun matanya tertuju pada satu orang.
Sedangkan mata orang orang di sana menatap heran saat melihat kondisi yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Parah sih, maksud si Eliott apa coba?" Ucap salah seorang lelaki yang duduk di barisan pertama tribun yang tak lain adalah kelas x mm 1.
"Tau, kalo ujungnya gini, mending El buat gue." Komentar lelaki lain di kelas x mm 1.
"Hust, lo ngomong apa pada. Di gibeg ama bodyguardnya El baru nyaho lo." Sahut salah seorang gadis di kelas tersebut.
Sedangkan di barisan satunya, yang tak lain ialah kelas x mb 1.
"El lo gak apa apa?" Tanya salah seorang gadis di kelas tersebut.
"Hahaa potek deh hatinya. Keciaan." Cibir salah seorang gadis pada El yang langsung di buat kicep dengan tatapan tajam dari siapa lagi jika bukan Dira dan Mira.
Dua sahabat El itu seperti pelindung bagi El, tanpa El minta. Mereka akan berdiri di garda depan jika sahabatnya itu di sakiti.
"El lo mau kemana?" Tanya Dira dan Mira saat mereka melihat Elsa berjalan menuruni tangga tribun.
Tempat duduk favorit mereka di tribun ialah samping tangga. Alasannya ialah memudahkan mereka jika akan ke toilet atau keluar dari tribun.
Elsa tak menggubri pertanyaan kedua sahabatnya. Dirinya terus berjalan pelan, sampai kaki jenjangnga menapaki tanah berpumput lapangan sekolah outdoor itu.
...(Anggap aja seperti ini yak lapangannya)...
...Biar gak tenggang guys kasih gambar dulu. hihihi...
Elsa berhenti tepat di depan rombongan Eliott. Elsa tersenyum di sana. Entah senyuman itu tertuju untuk siapa, namun mata biru Elsa hanya tertuju pada satu titik.
"Thanks and happy to see you." Setelah mengucapkan kalimat itu, El berjalan melewati rombongan Eliott.
Dua sahabatnya tentu saja mengekori El kemana gadis itu pergi.
Sedangkan Eliott setia dengan air muka datarnya. Namun tidak bagi kedua orang yang berada di sisinya. Mereka menghela nafasnya berat.
"Mau sampai kapan..."
...Bersambung...
__ADS_1
Thanks guyyysss yang sudah mampir. Yok di share ke temen temennyaa, di ramein ceritanyaaa 😁
See u guuyysss. Tunggu lanjutannya yaaah