
Ms. Andin sudah terlebih dahulu keluar dari kelas X MB 1. Seketika keadaan kelas ricuh. Terutama oleh teriakan yang katanya banyak kakel tampan dan cantik yang bakalan promosiin club ekskul masing masing.
"Ishh gak jelas banget siih. Kaya gak pernah liat cecan ma cogan." Cibir Dira di angguki Mira.
"He'em. Bener tuh. Gue aja yang tiap hari ketemu cogan biasa aja, gak lebay malahan mah bosen." Cibir Mira ikut ikutan kesal.
Dira mengalihkan pandangannya pada Mira. "Emang yang lo liatin cogan mana?" Tanya Dira malah penasaran membuat Mira mendengus sebal sedangkan Elsa terkikik geli mendengar perdebatan un-faedah tersebut.
"Ada laaah, tar juga tahu." Ucap Mira malah membuat Dira kesal.
"Gak usah sok misterius. Muka lo udah kebangetan misterius soalnya." Ledek Dira membuat Mira mengerucutkan bibirnya 5 centi.
"Hahaha ada ada ajaa heran aku sama kalian. Un-faedah banget tau gak siih ngomongin gituan. Mendingan kita ngomingin masalah ekskul. Kalian mau ikut ekskul ma ... " Belum selesai Elsa berucap sudah terpotong oleh teriakan seseorang di depan kelas.
"STOOPP." Semua anak anak berhenti saat itu juga. Mereka mengalihkan pandangannya ke arah dua remaja lelaki yang berdiri tegap di depan kelas.
"Oke. Thanks karena udah mau dengerin gue. Sekali lagi, kenalin gue Adit. Gue yang di tunjuk sebagai ketua kelas ini. Dan ini Boy." Ucap Adit memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Hai." Sapa Boy singkat dingin, cuek, kek bebek.
"Manusia es balok nambah lagi." Ucap Dira dan Mira tanpa sengaja bersamaan. Membuat Elsa menyenggol keduanya lalu Dira dan Mira mendapatkan tatapan tajam dari Boy. Namun tentu saja itu tak berpengaruh apa apa pada mereka.
KEBAL
"Gue absen sekali lagi. Yang namanya disebutkan, bisa langsung keluar dan langsung aja ke lapangan indoor. Gak ada yang boleh mencar, karena ntar di absen lagi di sana." Ucap Adit.
"Salah salah. Bentar. Tadi yang di tunjuk sekretaris sama Ms. Andin, siapa?" Ralat Adit seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas. Padahal tu anak ada di depannya. Hahaha
Elsa mengacungkan tangannya. "Oke, lo maju sini. Karena tugas lo sekretaris, lo pegang absen yang ini. Ketika gue sebutin namanya dan mereka keluar lo ceklis satu satu ya!" Jelas Adit di angguki Elsa.
Merekapun satu persatu keluar setelah namanya disebutkan. Ada yang langsung menuju lapangan indoor, ada yang memilih menunggu teman yang dikenalnya.
"El. Tu bukannya si nyebelin si peot peot yang kata lo itu." Ucap Dira setelah mereka, Elsa, dirinya tentunya dan Mira berada di luar.
"Siapa sih?" Tanya Mira penasaran. Dia pun mengalihkan pandangan ke arah yang menjadi fokus dua sahabatnya.
__ADS_1
Mira tergelak. "Itu kan cogan El Dir." Ucapnya heboh seraya berjalan bersisian dengan sahabatnya.
"Masih kalah jauh laah sama Kak Eugene." Ucap Dira tak mau kalah.
"Gantengan abang gue kemana mana. Ya kan Bang." Ucap Elsa seraya menggenitkan suaranya di akhir kalimat dengan mengedipkan matanya pada seorang remaja lelaki yang berdiri di lorong menuju lapangan indoor.
Namun tak di tanggapi oleh lelaki tersebut. Hanya memberikan tatapan yang hanya di mengerti olehnya dan Elsa.
Elsa terkikik mendapati ekspresi wajah lelaki tadi. "Ngapa si abang, El?" Tanya Dira setelah melewati pintu lapangan indoor.
"Kebelet kali." Jawabnya asal.
"Eh, yang tadi itu abang kamu El?" Tanya Mira di jawab anggukkan kepala oleh Elsa.
"Ohmegaaaaat coogan Eeeel coogaaan." Heboh Mira yang untungnya suaranya kelelep suara suara berisik di dalam lapangan indoor.
"Astagaaa lo hipercogan keknya. Harus di obat ini mah." Ucap Dira kesal.
__ADS_1
"Perhatian perhatian." Seru sebuah suara mengalihkan fokus mereka semua.
Bersambung ...