Love At School (Love Yourself)

Love At School (Love Yourself)
Rebutan


__ADS_3

Di SMK PeHa atau di kenal khalayak luas, SMK Pelita Harapan.


(Gak tau ada apa enggak yah, smk swasta peha. Aku terinspirasi dari sma peha bekasi. hihihiii namanyaaa)


Sedang sibuk sibuknya mempersiapkan acara hut sekolahan ke 20 th.


Terlihat dari seluruh anggota organisasi siswa yang hilir mudik membawa barang barang menuju lapangan outdoor.


Baru kali ini acara hut sekolah di lakukan di lapangan outdoor. Biasanya tahun tahun lalu, acara hut atau acar lainnya, di lakukan di aula sekolah. Alasannya supaya terhindar dari hujan.


Namun bagi anak anak osis angkatan sekarang, lain lagi.


Kata si ketua. Karena acaranya besar besaran, dan akan mengundang sekolah lainnya, terlebih sekolah sekolah yang terlibat dalam lomba persahabatan awal tahun kemarin.


"EEEL." Beberapa orang yang berada di sekitar lapangan upacara mengalihkan pandangannya pada si empu sura teriakan itu.


Masih ada ya yang mau berurusan sama dia.


Hm, gak takut apa ntar di tumbalin. hiii


Udah lah gak usah urusin dia, ntar kena tumbal juga lagi


Samar samar terdengar kalimat yang membuat seseorang yang menjadi topik perbincangan membeku di tempatnya.


Sudah seminggu ini, atau mungkin hampir sebulan? Entahlah, El bahkan tak pernah melihat kalender di rumahnya.


Iyah, yang menjadi perbincangan hangat dan panas di sekolah adalah Elsa. Masih dengan topik yang sama.


Donor Jantung Eliott untuk Elsa.


"Hei, bengong terus, kesambet baru tahu rasa deh." Ucap seseorang membuyarkan lamunan Elsa.


"Eh, Vian ada apa?" Tanya Elsa spontan sebab terkejut dengan kedatangan Bian.


"Mau ngajak ke kantin. Gak nerima penolakan, gue traktir." Elsa tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Elsa dan Vian pun akan beranjak ke kantin, namun berhenti karena suara teriakan seseorang saat mengalihkan pandangannya ke belakang, seseorang tengah berlari.


Grep


"My Queen Elsa ke kantin bareng gue. Ada rotbak rasa baru, lo pasti suka. Yuk!" Tiba tiba saja, kaki Elsa sudah tertarik melangkah sebab seseorang yang tiba tiba datang dan merangkulnya, mengajak pergi ke kantin.


"STOOOOP!!" Baru 5 langkah, kaki Elsa terhenti kembali.


Hah


Hah


Hah


Elsa menatap geli pada seseorang yang baru saja tiba.


"Tarik nafas dulu, inhale, exhale." Titah Elsa di ikuti lelaki di depannya.


"Ngeden!!" Ucap dua lelaki di sisi kiri dan kanan Elsa bersamaan.


"'Eeeee." Bodohnya, di lakuin lagi. Membuat dua lelaki tadi terbahak bahak di buatnya. Sedangkan Elsa menahan mulutnya agar tak terbuka seraya mengalihkan pandangannya ke segala arah.


"Iya emang kenapa, huh? Gak sudi? Sono pergi lo!" Bukannya takut, lelaki yang bernama Vian justru malah nyolot pada lelaki yang baru saja datang menyusul mereka.


"Stupid banget elaaah." Cibir lelaki satunya membuat wajah putih bersih di depannya berubah menjadi merah padam.


Mateng, kek udang rebus. hahaha


"Udah udah! jadi gak nih ke kantin? El udah laper niiih.." Rengek Elsa menarik narik baju seragam putih si lelaki yang baru datang itu.


Lenyap sudah kekesalannya pada dua curut di depannya, tergantikan senyum sumringah yang tercetak jelas di wajah lelaki yang bertubuh tinggi, berisi dan atletis. Penampilan yang masih berantakan karena terburu buru.


Seragam atas belum terkancing dan keluar sepenuhnya, menampilkan kaos hitam polos yang mencetak badannya. ransel hitam yang disampirkan di bahu kiri, dan sneakers putih. Rambut acak acakan, jangan lupa.


"Ih Queen mah gituu, katanya kemarin suka laki yang rapih, ini udah bela belain loh di rapihin gini, tetep aja ujung ujungnya aku cuekiiin." Ucap salah satu lelak yang tadi berdiri di samping El dengan lebay.

__ADS_1


"LEBAY LO..." Ucap kedua lelaki lainnya. Sedangkan Elsa hanya menampilkan senyuman gelinya.


Akhirnya, setelah perdebatan sepuluh purnama yang memperebutkan Elsa berjalan di samping siapa. Segera saja, mereka beranjak karena perut sudah keroncongan.


"Beeeeuuuh trio wek weeeeeek, dah lah bosen gue nontonin drama lo pada." Terdengar suara seorang gadis jutek di telinga mereka berempat.


"Eh, Elsa itu sahabat kita. Kenapa lo pada yang nempel2 ke prangko sekarang, heran gue." Ucap salah satu gadis lain dengan nada lebih jutek dan mata yang melotot.


"Serem amat ti ati tu mata gelinding." Gadis tadi langsung saja menatap lelaki di sisi kiri Elsa.


"Apa huh, bacot mulu. Lama lama tu mulut gue tumbalin wewe gombel baru tahu rasa, huh. Mau apa lo, huh nantangin gue. Sini ayok, ke arena. Gue, Dira gak bakalan bisa dikalahin dengan mudah, termasuk sama lo. Cowok cemen, Tian si Titi cemen." Oceh gadia jutek tadi yang ternyata adalah Dira. Sahabat sejati Elsa.


"Lo juga, apa lo liat liat. Mau gue smash huh. Heran deh, kenapa lo berdua kebalik 180° ama si Bian. Enggak lo, Vian, Tian. Beuh." Ucap Mira jengkel seraya menunjuk dua muka menyebalkan di hadapannya.


Tanpa mereka sadari, dua pasang manusia lawan jenis yang tadi ada di antara mereka sudah memisahkan dirinya.


"OOOY, DULUAN YAAAKKK." Teriak seorang lelaki yang berjalan beriringan dengan Elsa, seraya merangkul pundak Elsa.


Mereka berempat yang di teriaki mengalihkan pandangannya serentak dengan wajah kesal bin sebal.


"Iisshhh gara gara lo pada sih, Elsa ninggalin kita kaan." Sebal Mira seraya menarik tangan Dira menjauh.


"Lah, perasan lo lo pada yang sibuk ngomel." Protes salah satu lelaki, bernama Tian.


"Udah lah, pusing gue. Cewek dimana mana emang selalu ngerasa paling bener." Cibir lelaki satunya, bernama Vian.


Tak ingin ambil pusing lagi, mereka berjalan masing masing dengan kekesalan masing masing yang masih terpendam.


Dan saat empat pasang kaki menapaki lantai kantin. Mereka tercengang dengan kejadian di tempat tersebut.


...💜💜💜...


...To be continued...


Hai hai haaaaaaai, i'm baaaaaack. Duh puyeng ternyata yaaah bikin cerita padahal tinggal ngehalu ajaaah hahahaa

__ADS_1


Gak bakat emang akuuh, apalagi akuh anak ekonomi bukan satraaaa hahaha


Dahlah cut dulu yaaah, lanjut besok yaaaah byeeeeee


__ADS_2