
Tik Tik Tik
Detik jam memenuhi rungan seorang gadis yang sedang bersiap siap dengan tote bagnya. Masih setia dengan purple colour. Hihihiii namanya juga ciwi. Lanjut!
"Huft untunglah sekarang masa perkenalan sekolah gak ada ospek dan semacamnya. Kalo ada, bisa dipastikan aku akan menyepi di uks. Okeh, skg sarapan. Meski gak ada yang aneh aneh tetep gak boleh telat." Seorang gadis keluar dari kamar pribadinya. Dengan stelan seragam putih dan rok remple biru di atas lutut sedikit dan sepatu sneakers hitam dipasangkan dengan kaus kaki hitam polos yang pas dengan tinggi sepatuny.
"Pagi Pap, Mam, Bang." Ucap si gadis menyapa anggota keluarga yang sudah berkumpul di meja makan. Tepat pukul 6 am.
"Pagi sayang."
"Pagi dek."
Sapa mereka bersamaan saat si gadis sampai di meja makan. Peluk dan morning kiss rutinitas yang selalu mereka lakukan agar semua anggota keluarga semakin erat tali kekeluargaannya. Itu keyakinan mereka.
"Mau sarapan apa sayang?" Tanya seorang wanita yang berkepala 3.
"Nasi sama omlet boleh mam." Jawab si gadis pada wanita tadi yang di panggilnya mam.
"Habisin yah!" Titahnya lembut pada anak bungsunya.
"Siap Mamih." Ucap si gadis semangat. Sebelun memakan nasi dari sang mamih, terlebih dahulu dirinya meminum air mineral yang sudah disiapkan di samping piringnya.
__ADS_1
"Dek, berangkat sama siapa?" Tanya suara barithone yang duduk di samping kanan si gadis.
Si gadis yang di panggil dek mengalihkan pandangannya setelah menghabiskan susu cokelat kesukaanya.
"Sama abang gak boleh?" Tanya si gadis pada lelaki yang tadi bertanya yang di panggilnya abang.
Baru saja sang abang akan menjawab namun sudah di salip duluang oleh sang mamih.
"Ini bekalnya. Mamih siapin sandwich buat kalian berdua. Ingat jangan jajajn yang aneh aneh. Ok!" Ucap si mamih yang terdengar seperti sebuah titah yang tak dapat di bantah oleh mereka.
Dan saat seorang pria yang usianya baru saja menginjak 40 akan mengucapkan sepatah kata pada anak anaknya, sudah di salip juga oleh sang ratu hatinya.
"Ini juga bekal papah, sama. Sandwich tuna. Di makan tidak boleh bersisa, kalau semuanya mamih cek ada sisanya, awas saja." Ancam sang mamih terdengar menyeramkan di telinga mereka meski dengan nada yang halus. Saaaangat halus.
"Ya sudah, kita berangkat ya, Mam." Sang mamih menganggukkan kepalanya lalu di ciumnya punggung telapak tangan sang suami dengan khidmat.
"Kita juga berangkat ya, Mam." Sang mamih menerima uluran tangan dari kedua anaknya yang berbeda gender itu.
"Hati hati kalian di jalan. Abang bawa motornya jangan kebut kebutan, tetep patuhi aturan lalu lintas yah. Oh iyaaah, mamih lupa sebentar." Sang mamih terburu buru kembali ke dalam, tepatnya menuju meja makan karena ada paper bag yang tertinggal.
"Ini, kamu kasih ini ke om. Bilang, jangan sampai maghnya kumat gegara gak sarapn. Yah!" Ucap sang mamih.
__ADS_1
"Oke, Mam." Jawab sang sulung seraya mengambil paper bag dari tangan sang mamih.
"Pak Jooo, hati hati yah bawa mobil nyaa, jangan kebut kebutaaan kasiha El nanti pingsan." Yang diberikan titah hanya menganggukkan kepalanya patuh pada titah sang nyonya besar.
Sedangkan si gadis yang menjadi topik utamanya hanya memasang wajah cemberut. "Isshh El udah gede maaam, bukan bayi lagi." Ucap si gadis yang diberikan usapan tangan lembut di atas puncuk kepalanya.
"Bagi, mamih sampai kapanpun kamu bayinya mamih. Pokonya hati hati, minum air mineral yang banyak, atau minta teh manis hangat kalau kamu pusing, oke!" Si gadis yang di panggil El menganggukkan kepalanya patuh.
"Byeeeeee, Maaaaam." Ucap mereka bertiga bersamaan di dalam kendaraan yang berbeda.
***
35 menit kemudian, sebuah motor cbr merah memasuki gerbang sekolah tinggi yang terbuka lebar di susul mobil bmw hitam dan berhenti tepat di depan loby yang pintu kacanya di buka lebar lebar.
Seorang lelaki remaja usia 16 tahun membuka helmet merahnya lalu turun dari motornya dan keluar area parkiran khusus siswa. Dia pun berjalan ke arah loby dan terlihat seorang gadis baru turun dari mobil.
Seorang gadis berseragam biru dengan tatanan rambut hitam lurus tergerai indah dengan poni di bawah mata yang menjuntai di sisi wajahnya.
"Baik baik ya, dek." Ucap seseorang seraya mengusap puncuk kepalanya si gadis. Tepatnga mengaca acak.
Dan hal itu membuat siswi siswi yang sepertinya kating di sekolah tersebut histeris melihat kejadian barusan. Namun tak ditanggapi oleh dua remaja beda gender.
__ADS_1
"MOHON PERHATIANNYA, BAGI SELURUH CALON SISWA SISWI BARU ERLANGGA SENIOR HIGH SCHOOL SILAKAN MEMASUKI AULA YANG SUDAH DI SIAPKAN OSIS. TERIMA KASIH."
Bersambung ....