Love At School (Love Yourself)

Love At School (Love Yourself)
Lebay


__ADS_3

Dua remaha beda gendre akhirnya bisa bernafas dengan lega. Apalagi yang bikin mereka lega saat ini kalau bukan hukuman selesa.


"Akhirnyaaa, pegel banget ni kaki." Keluh El saat menduduki bangkunya membuat kedua sahabatnya terkekeh melihat sahabat satu ini.


"Lagian, nyoba nyoba sih loo kena hukuman." Ledek Dira di angguki Mira.


"Hooh, lagian juga ngapain si lo Dit pake acara lempar lempar kertas segala?" Cibir Mira pada Adit yang duduk di meja ketiga barisan dekat pintu.


Belum sempat Adit menjawab karena masih meregangkan otot otot kakinya. Sohibnya atu udah nyerocos aja.


"Weeeeh kalian gah tahu..." Belum sempat si Boy menyelesaikan ucapannya, namun kedua gadis yang sedang diajaknya berbicara sudah menyela duluan.


"Enggak." Jawab Dira dan Mira bersamaan membuat si Boy kesal.


"Belum selai ayam. Babang Adit itu lagi kesemsem sama si E..." Boy menghentikan ucapannya karena sebuah tangan yang besarnya sama dengan tangannya membekap mulutnya.


"Emmmpppp bwooyy Dwittt mpasss." Ucap si Boy gak jelas yang malah ditertawakan oleh El dkk juga kawan kawannya sendiri.


"Issshhh kelian gelay deeeh." Ledek Dira dengan suara yang digemulaykan.


"Najis tra la la. Hust hust hempas sana jauh jauh." Cibir Mira menambah kekehan dari yang lainnya.


"Bwahhh... etdaaaaah bau kecut tangan lo. Bis megang apaan si?" Kesal Boy karena pengap di bekap oleh sohib lucknutnya ini. Siapa lagi kalo bukan si Adit.. hm hm hm

__ADS_1


"Berantem lo pada. Tar ada benih cinta aja tau rasa lo." Cibir Andre yang duduk sejajar dengan Adit dan Boy di barisan kedua.


Boy dan Adit brigidik ngeri. "Iiih njjjiissss." Ucap dua sohib berbarengan.


"Ck. Kompak mamat lo pada." Cibir Dira namun tak dipedulikan oleh dua sohib itu.


Jam pelajaran kedua pun di mulai. Mapel bahasa inggris, yang tak lain pengajarnya wali kelas mereka sendiri. Ms. Andin.


Setelah jam mapel kedua habis, Ms. Andin meminta ketua dab sekretaris di kelas yang di ampunya. Mana lagi kalo bukan x mb 1. Memang baru saja keluar daru kelas itu.


"Adit, El. Ms minta tolong bawakan buku paket sama buku tugas ini yah." Ucap Ms pada Adit dan El.


Adit dan El menganggukkan kepalanya lalu berdiri dari bangkunya dan berjalan menuju meja guru untuk mengambilkan buku yang di maksud.


"Baik Ms Andiiiin." Jawab anak anak x mb 1 serempak.


Ms. Andin pun keluar dari kelas anak didiknya di ikuti Adit dan El di belakangnya. Adit yang membawa buku paket untuk di taruh di perpus. Sedangkan El membawa buku tugas untuk di taruh di meja Ms. Andin, di ruang guru tentunya.


"Kamu taruh aja di meja Pak Sastra, penjaga perpus. Makasih ya Dit." Ucap Ms. Andin di angguki Adit.


"Oke Ms. Selow sama saya mah." Jawab Adit bergurau.


Ms. Andin melanjutkan perjalanannya yang tertunda akibat berhenti di depan perpus. Mereka. Ms. Andin dan El berjalan ke arah ruang guru yang tak jauh sebenarnya dari perpus. Hanya terhalang 3 ruangan.

__ADS_1


Namun karena tiap ruangannya lebbaaaar naudzubillah. Tentunyab perjalanan pun sedikit terlambat.


"Eh eh itu pada ngapain sih ngumpul ngumpul gitu di luar, terus pada liatin ke dalam kelas lagi." Ucap salah satu gadis yang berada di barisan ke tiga. Bangku ke tiga dari El tepatnya.


"Lebay banget sih." Cibir salah seorang gadis yang duduk di barisan ke dua.


Gadis itu dan ketiga temannya sungguh kesal. Mereka tahu pasti alasan mengapa beberapa siswa berkerumun di belakang kelasnya. Enggak, tepatnya di sisi kiri mereka yang memang terdapat jendela sepanjang sisinya.


Memang tak sampai bawah jendelanya. 1 meter dari lantai. Namun meski jendela di atas, orang orang dari luar bisa mengintip ke dalam, terlebih di sisi kiri kelas x mb 1 terdapat ruang kaca khusus tanaman dan posisinya lebih tinggi sedikit dari ruang kelas x mb 1.


"Oy oy, itu yang namanya Elsa?" Tanya salah seorang siswa kelas x, terlihat dari bet seragamnya. Dan sepertinya dari kelas mm. Karena sedang memakai almet jurusan mm juga. Dan siswa dari jurusan akuntansi dan perhotelan pun terlihat beberapa sedang berdiri.


El dkk tak menghiraukannya. Namun bagi beberapa siswi yang tak suka dengan keadaan sekarang semakin mencibir sosok yang menjadi pusat perhatian.


"Lebay." Cibir seorang gadis yang berhenti tepat di depan meja El beserta ketiga antek anteknya.


El mendongakkan kepalanya menatap gadis tadi yang ternyata, Sely. Sepertinya dari awal Sely memang tak menyukai keberadaan dirinya.


...Bersambung ...


Nanti kalo udah banyak yang baca ai kasih ucapan ucapan okkeeh!


Byeeeee

__ADS_1


__ADS_2