Love At School (Love Yourself)

Love At School (Love Yourself)
Vebian Lewis Xhavier


__ADS_3

Elsa dan Bian berjalan terlebih dahulu ke kantin meninggalkan dua pasang manusi yang masih sibuk debat kusir


Selama perjalanan Bian dan Elsa mengobrol dengan sesekali canda tawa keluar sari bibir mereka.


Tak ayal cibiran pedas dari siswa siswi yang mereka lewati terdengar jelas di telinga mereka. Membuat Bian geram dan mengepalkan tangannya. Namun tak bisa berbuat apa apa ketika lengannya di genggam Elsa.


"Tapi, El. Mereka udah keterlaluan." Ucap Bian yang tetap di balas gelengan kepala Elsa.


"Biarin aja, Bi. Lama kelamaan juga mereka capek sendiri, dan lupa." Ucap Elsa dengan senyum manisnya membuat emosi Bian mereda seketika.


Bian mengangguk seraya mengusak puncuk kepala Elsa gemas.


Mereka melanjutkan langkah kaki mereka, tak sabar untuk segera sampai di area kantin dan memesan makanan favorit mereka sebagai amunisi di pagi hari.


Saat sampai di kantin, keadaan sudah riuh oleh banyaknya siswa siswi yang nongkrong, atau sarapan juga seperti yang akan mereka berdua lakukan.


Masih berdiri di tengah tengah area kantin seraya melihat ke sekeliling stand makanan minuman disana.


"Mau pesan apa? Biar aku yang pesanin, kamu cari tempat duduk." Ucap Bian menatap Elsa setelah mengedarkan pandangannya.


"Mm, cilok aja deh sama te.." Belum sempat Elsa selesai berucap, lelaki di hadapannya sudah menyela begitu saja.


"Gak, harus nasi atau bubur. Titik." Elsa mempoutkan bibirnya ketika mendengar titah lelaki di hadapannya.


"Tau gitu, ngapain kamu masih nanya. Issssh. Yaudah, bubur ayam g..." Dan lagi, lelaki di hadapannya menyela kembali.


"Bubur ayam gak pake kacang banykin ayamnya, minum teh manis hangat, hm?" Tanya Bian memastikan apakah benar pesanan gadis di depannya itu.


Elsa mengangguk seraya tersenyum cerah. "Hehe iya, masih hafal aja" Ucap Elsa terkikik.

__ADS_1


Bian menguyel nguyel kedua pipi Elsa. "Hafal laah, apa sih yang enggak Bian tau tentang Queen Elsa, hm?" Elsa terkikik geli mendengarnya namun tangannya memberi kode untuk segera lelaki di hadapannya memesan makanan.


Elsa masih berdiri mengedarkan pandangan mencari meja yang kosong untuknya dan sahabatnya. Dan lagi, telinganya menangkap cibiran pedas untuknya.


Tanganny terkepal kuat saat mendengar kata kata yang keluar dari beberapa mulut di kantin itu.


Belum sempat kakinya melangkah untuk menuju meja yang kosong di pojok kantin. Kakinya di paksa berhenti sebab


BYUURRR


Elsa memejamkan matanya kuat dengan kedua telapak tangab yang terkepal.


'Tahan El, tahan. Sabar, sabar, sabar'


Elsa berucap dalam hati menahan diri agar tak terbawa emosi.


"Kenapa, mau marah? Atau mau ngadu sama mmm apa namanya guys?" Tanya salah satu siswi pada teman temannya.


"Ah iya, pelanggan. Pelanggannya banyak ya sekarang, sehari di bayar berapa sih?" Tanya siswi tadi pedas.


"Gak di bayar juga rela kali dia, pelanggannya cakep cakep. Buat gandengan ke mall ya." Ucap siswi lainnya.


Hahahaha


"***** always like a *****." Ucap siswi pertama tadi semakin pedas.


Kejadian tersebut membuat suasana di kantin ricuh seketika. Dira dkk yang baru sampai di pintu kantin tercengang mendengar kalimat terakhir itu keluar dan keadaan Elsa yang sudah basah di sekujur tubuhnya.


"EELL.." Teriak dua suara lelaki dari arah pintu kantin.

__ADS_1


Dira, Mira, Tian dan Vian mengalihkan pandangannya ke arah dua lelaki itu.


Grep


Hampir saja tubuh El jatuh ke lantai kantin, jika saja seorang lelaki tak sigap menangkap tubuhnya.


Seketika, semua yang berada di kantin dan tengah memperhatikan apa yang terjadi, diam membisu seketika saat melihat tatapan tajam memerah dari lelaki yang tengah membopong tubuh Elsa.


"Jika mulut kalian hanya digunakan untuk mencaci maki orang lain, akan lebih baik jika saya potong mulut tidak berguna itu dan akan saya lempar ke kandang singa."


Tak ada nada membentak ataupun suara menggema di kantin tersebut. Yang ada hanya suara rendah dan tenang, namun aura yang dikeluarkan dari lelaki tersebut serta tatapan dan kalimat yang keluar dari mulutnya yang membuat semua yang ada disana kicep, diam mematung.


Terlebih bagi ketiga siswi yang berdiri di hadapannya. Diam membeku di tempatnya dengan perasaan was was seketika membuat tubuh. mereka bergetar hebat.


WUSSSHHH


Lelaki itu bergegas berlari keluar area kantin. Saat melihat keempat sahabatnya berdiri di pintu kantin, lelaki itu berhenti sebentar.


"Bawain pesanan gue." Titahnya kemudian kembali berlari.


'Vebian Lewis Xavier?'


"Neng, kasep, ini pesanan Den Bian." Keempat manusia itu tersadar seketika saat mang ujang memberikan pesanan Bian.


"Iya, mang. Makasih ya." Ucap Dira lalu bergegas menarik sahabatnya menyusul Elsa yang di bawa Bian entah mau kemana.


"Eh, kok." Ucap Dira terpotong saat melihat dirinya salah menarik orang.


...🚥...

__ADS_1


Bersambung dulu yah, maaf nih kalo gak nyambung dan gak seru hihihiii


peaacceeee


__ADS_2