Love At School (Love Yourself)

Love At School (Love Yourself)
Permintaan Konyol


__ADS_3

Setelah menempuh waktu 25 menit dalam perjalanan, yang biasanya hanya membutuhkan waktu 15 menit namun karena macet jadilah lumayan bulukan di jalan.


Jamur bulukan hahahaha


"Sudah sampai Nona." Ucap seorang pria yang usianya tak jauh dari sang papih pada anak majikannya.


"Ah ya. Makasih Pak Jo. El sekolah dulu ya, Pak." Ucap El pada sang supir pribadi, Pak Jo.


Sang supir tersenyum seraya menganggukkan kepalanya pada nona mudanya. Elsa pun turun dengan membukakan pintu belakang mobil sendiri.


Kenapa kok bukan supirnya yang bukain?


Hihi atas permintaan Elsa sendiri pada Pak Jo yang tak ingin diperlakukan seperti itu. Alasannya? Nanti aja yaaah alasannyaaa. Yang pasti itu karrna uthor juga hahahaha


"Nona muda sangat baik, ramah dan sopan padahal saya hanya supir. Memang benar yah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya." Ucap Pak Jo.


Kokas kookaas inginku kesana


Kokas kookaas pergi menyusulnya


Seruan nyanyian dari gerombolan remaja lelaki yang duduk di teras depan lab media. Beberapa diantaranya megang gitar dan galon sebagai drum. Mereka sangat heboh.


"Woooooyyyy di lirik meeeeen."


Teriak mereka makin heboh saat Elsa mengalihkan pandangannya pada segerombolan remaja lelaki yang tengah bernyanyi itu dengan senyum ramahnya dan kepala yang di tundukkan sedikit tanda sopan lalu pergi berlalu ke kelasnya.


Padahal bukan cuman Elsa yang lewat depan lab tersebut. Ada banyak. Bahkam angkatan 11 dan 12 juga ada.


"Aduuuhhh deek hati abang melting di senyumin gituuuh."


Teriak salah satu remaja lelaki yang duduk dengan kaki menggantung dan seragam yang di keluarkan. Urakan memang. Dan di susul teriakan teman temannya membuat salah seorang remaja lelaki yang sedari tadi diam dan hanya memperhatikan Elsa menatap tajam ke arah temannya.


"Eh eh kalem broooo, kidding doang gue maaah." Ucap remaja lelaki tadi setelah menetralkan air muka binarnya.


"Rapihin tuh baju. Mau gue hukum?" Tanyanya yang justru terdengar seperti perintah membuat temannya tadi mengangguk patuh. Ciut meeeen


"Lo lo pada juga. Rapihin baju kalian. Bentar lagi upacara!" Titah si remaja lelaki dingin cuek namun terdengar berkharisma itu pada semua teman lelakinya yang masih anteng di teras depan lab media. Kemudian beranjak pergi menuju lapangan upacara.


"Rasain lo pada." Ejek salah seorang remaja lelaki lalu beranjak berdiri dan menyusul salah satu sahabatnya yang pergi terlebih dahulu.


"Elaaaaaah Paw tungguin gue Paw!" Teriak remaja lelaki yang kena semprot tadi mengejar dua sahabatnya seraya memasukkan kemeja putihnya kedalam celana setelah mengancingkan kemejanya yang dibiarkan terbuka tadi. Biasalaah gaya cool buat gaet dedek gemesh. Hahahahaa


"Paw paw paw paw. Gue bukan bakpaw yahh. Nama gue Fawwaz pete." Gerutu remaja lelaki yang mengejek tadi yang ternyata adalah Fawwaz.


Si lelaki yang berjalan di samping Fawwaz hanya menyengir kuda. "Ah elaaaah becanda doang Paw.... Fawwaz. Oooy baris oooy." Ucapnya di akhiri teriakan dan larian untuk menghindari singa ngamuk yang tatapannya siap menerkamnya.


Hahahahaaa


"Panggilan lo udah berubah?" Tanya David yang menyusul berjalan di samping Fawwaz.


"Kikikikkk..." Terdengar suara kikikkan di belakang mereka. David dan Fawwaz mengalihkan pandangannya ke arah belakang.


"Ehhheee peace. Woooyyy rapihkan!" Teriak lelaki tadi yang ternyata Leo. Hahahhaaa segklek semua emang temennya si Fawwaz


Mereka sudah berada di lapangan. Sebagai anggota osis mereka bertanggung jawab untuk menertibkan anggota upacara.


"Si Eugene dimana?" Tanya David yang bertugas bersama Fawwaz di belakang anggota upacara.


"Pikun lo. Noh." Tunjuk Fawwaz dengan dagunya namun seraya menyindir temannya juga. Wkwkwk


"Pms lo? Ngambek ae daritadi. Lah laah itu ngapain die megang kamera?" Tanya David pelan karena upacara baru saja di mulai.


"Dia tugas dokumentasi. Di minta sama kepala jurusan." David manggut manggut mendengar jawaban Fawwaz. Namun ada yang aneh melihat gelagat dari temannya yang sedang bertugas jadi photografer itu.


"Paw paw, itu si Eugene moto siape sih? Penasaran gue ampe senyam senyum gitu, mesem lagi diee. Baru kali ini gue liat die mesem mesem." Fawwaz penasaran dan melangkah dari barisan jaga belakang.


"Mo kemane lo?" Tanya fawwaz memegang pundak Fawwaz.

__ADS_1


"Mau keliling." Jawabnya singkat.


"Elaah gini emang kalo temenan ama es balok." Gerutu David namun kembali siaga berjaga di belakang barisan laki laki angkatan 10.


Sedangkan Fawwaz sedang berjalan pelan ke ssi dimana Eugene berada namun juga tak meinggalkan tugasnya mengawasi peserta upacara. Lain dengan Fawwaz.


Babas. Masih tau Babang Babas?


Basuki maksudnya.


Hahahahaa


Gak usah di perjelas thooorrr.


Sorry.


Lanjut.


Babas berada di belakang barisan angkatannya. Angkatan 11 tentunya. Hahaha. Barisan mana lagi kalo bukan barisan yayank mbeb.


"Yank. Kalo pusing bilang yak!" Ucapnya pelan namun masih terdengar oleh seorang gadis.


Si gadis mengalihkan pandangannya ke arah belakang. "Diem gak, berisik lagi. Awas yak!" Ancamnya namun membuat Babas langsung ciut mingkem. Membuat beberapa gadis di dekat gadis tadi terkekeh.


"Ya, lo beneran pacaran ma si Suki?" Tanya salah satu gadis di samping gadis yang di sapa Babas tadi.


"Ish.. Babas Ta Babasss bukan Suki." Ralat gadis yang di panggil Yaya tadi oleh si gadis yang di panggil Ta.


"Di belain dong. Hihihi. Btw, lo deket sama si Babas kan. Bantuin gue deket sama si Dav dong." Ucap salah satu gadis di belakangnya.


Btw mereka ngobrolnya pelan pelan yeeee lagi upacar kaaan gak bisa totalitas hahahahaa


"Emang gue dukun. Deket ya deket aja lagi. Sapa ke. Gue aja deket ma si Babas gegara buku tugas gue yang suka di paok." Jawab si gadis tadi seraya mempoutkan bibirnya membuat kedua temannya terkikik.


"Oh iya. Apa kabar tuh si Ayu yang ngejar ngejar Eugene." Ucap si gadis di belakang tadi seraya mengalihkan pandangannya ke kelas sebelah, yang tak lain kelas angkatan 12.


"Tapi kok yah, gue rasa Kak Eugene beda banget. Roman roman yee kek lagi jatuh cinta tau gak." Ucap si gadis pertama tadi.


"Masa sih. Seyakin apa lu? Katanya seorang Soraya bukan dukun." Cibir gadis di belakang. Namun tak dihiraukan oleh gadis pertama yang ternyata Soraya.


"100% gue yakin. Gue udah hafal banget lah sama gengnya Kak Eugene. Noh liat deh, lo pada liat. Kak Eugene lebih sering motoin ke arah mana?" Soraya memberi petunjuk pada kedua temannya.


Kedua temannya pun memperhatikan Eugene dan kameranya kira kira bidikannya lebih sering ke arah mana. Setelah bidikannya ke arah kepala sekolah sebagai pemimpin upacara sebagai sambutan bagi kelas 10 juga. Terus ke kelas 12 lalu bidikannya mengarah ke kelas 10. Namun mereka lihat, fokusnya sudah beberapa kali ke arah 10 MB 1.


"Oh God. Pantes aja, dedeknya gemeshhh." Ucap si gadis yang di panggil Ta.


"Heem Ta, cakep juga itu mah. Kalah si Ayu sama barisan cewek pemuja Kak Eugene mah." Komentar gadis satunya.


"Oke sahabatku Duo Ri. Rista dan Rima. Hehehe sekarang fokus kalo gak mau ke tangkep sama Kak Leo." Bisik Soraya pada kedua sahabatnya, Rista dan Rima.


Mereka pun kembali fokus. Karena Leo kedapetan sedang mengawasi arah kelas mereka.


Dan bukan hanya mereka yang memperhatikan Eugene. Namun gadis yang mereka bicarakan tadi pun tak kalah memperhatikan arah kamera Eugene. Dan dua sahabatnya pun sama.


"Saingan lo berat kali ini, Yu. Iya gak Sin?" Ucap salah satu gadis di belakang gadis yang ternyata Ayu. Angkatan 12 MB 2 yang tadi digosipkan oleh Soraya dan sahabatnya Duo Ri.


"Hm. Baru kali ini Eugene keliatan tertarik sama cewek." Komentar gadis satunya.


Ayu tersenyum sinis. "Gini ya, Sindi dan Vani yang terhormat. Gue tau Eugene gimana. Mungkin tu anak cuma bakalan di jadiin mainan. Selama ini. Karena gue seorang pacarnya Eugene. Karena cuma gue yang bisa deket sama dia." Ucap Ayu dengan PD nya.


Kedua temannya hanya manggut manggut karena upacara hampir selesai. Sementara di sisi lain.


"Hai, aku Amira, masih inget?" Sapa seorang gadis yang bernama Amira pada dua gadis di depannya.


"Oh haay, iya iya gue inget. Gue Dira. Adira, takut lo lupa. Hehehe." Sapa balik gadis di depan samping kiri yang tak lain adalah Adira.


"Iya aku juga inget. Elsa, takut kamu lupa hehehe." Ucap Elsa juga sama dengan Dira. Dua gadis lainnya terkekeh pelan.

__ADS_1


"Oiyah, kita sekelas yah? Senengnyaaaa. Aku boleh temenan sama kalian kan?" Tanya Amira diangguki semangat oleh Elsa dan Dira.


"Oh iyah. Kayanya kakak yang pegang kamera itu motret ke sini terus sih El, Dir." Ucap Amira membuat fokus Elsa teralihkan. Sedangkan Dira sebelumnya sudah tau, namun kali ini ia tak tertarik untuk melihatnya.


Dan di saat yang sama,


Cekrek


Kamera yang jadi fokus mereka pun membidik mereka, namun fokus pada satu gadis di depan samping kanan.


"Mungkin emang lagi foto kelas kita." Komentarnya. Namun tidak dengan El.


Elsa tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya satu kali tanda menyapa. Karena ingin memberikan sapaan tangan, namun kedua tangannya sedang berada di belakang karena sedang posisi istirahat.


Yang memegang kamera justru menegang. Namun bisa disembunyikan dengan baik dan hanya tersenyum tipis. Lalu dirinya berlalu dari lapangan upacara menuju lab media, karena upacara berakhir 2 menit lagi.


Dan benar saja.


"Balik kanan, bubaaaar jalan." Seru si .... membubarkan barisan upacara. Dan berhamburanlah para siswa siswi dari 3 angkatan. Ada yang langsung ke kelas, kantin atau duduk duduk di taman depan kelas sambil menunggu guru yang akan mengajar. Ada juga yang ke perpus atau loby atau koperasi. Lab. Dan lainnya yang giliran bertugas.


Sementara tiga gadis angkatan 10 sedang berjalan ke arah toilet. Karena kebiasaan. Sebelum masuk kelas harus ke toilet supaya tidak beser di tengah tengah pelajaran. Hahaha


Saat mereka baru saja keluar dari toilet. Ada tiga gadis yang sedang bersidekap dada di depan mereka. Sepertinya angkatan 12. Pikir mereka. Namun air muka tetap tenang.


"Ada apa ya Kak?" Tanya salah seorang gadis yang baru keluar dari toilet dengan kedua sahabatnya.


"Kamu yang namanya Elsa?" Si gadis tadi mengangguk membenarkan akan pertanyaan kakak kelasnya.


"Boleh ikut sebentar." Ucapnya yang terdengar seperti titah.


Dira dengan sigap berdiri di hadapan Elsa. "Maaf, jika ada yang ingin kakak sampaikan, disini saja." Ucapnya tegas namun sebelum ketiga kakak kelas itu berucap, Elsa sudah memegang lengan Dira.


"Mau bicara dimana Kak?" Tanya Elsa masih tenang. Lalu satu orang gadis menarik lengannya. Tidak kencang. Namun terlihat mencurigakan bagi Dira dan Amira.


"Dir, kita ikutim yuk. Takutnya ada apa apa sama El." Ucap Amira.


"Sehati kita. Ayok!" Ajak Dira langsung menarik lengan Amira pelan mengikuti tiga kakak kelas itu kemana membawa Elsa.


"Taman MB Dir." Ucap Amira memberi tahu Dira kemana kiranya tiga kakak kelas itu membawa Elsa.


Dira dan Amira langsung menuju taman MB yang tak jauh dari mereka. Terlihat disana Elsa tengah duduk di kelilingi tiga kakak kelas tadi. Posisinya, Elsa duduk di samping kakak kelas yang menariknya. Lalu di depannya dua kakak kelas lainnya. Entah apa yang mereka bicarakan, namun samar samar indera pendengaran Dira dan Amira masih bisa menangkap suara itu meski kecil.


"Shittt. Emangnya Elsa ulet dijadiin umpan." Kesal Dira akan ucapan kakak kelas itu.


Amira memegang lengan Dira yang akan melabrak tiga kakak kelas itu. "Sssttt liat itu Elsa mau ngapain." Tunjuk Amira dengan berbisik. Dira pun mengurungkan niatnya dan memilih memperhatikan Elsa.


"Maaf Kak. Aku bukan ulat atau cacing yang bisa kalian jadikan umpan seenaknya. Kalau tidak ada hal lain, Saya permisi." Ucap Elsa santai dan sopan lalu beranjak pergi dari taman tersebut membuat tiga kakak kelas tadi terutama satu di antranya geram dibuatnya.


Sreett


"Astagaaa Dira, Miraa bikin jantungan aja tau gak." Ucap Elsa ngosngosan karena terkejut lengannya di tarik dua orang.


"Hehehee sorry." Ucap Dira dan Mira bersamaan.


Kriiiing


Belum sempat Dira atau Mira bertanya lebih lanjut pada Elsa tentang kejadin di taman tadi. Bel masuk sudah berbunyi. Jadilah mereka lanjut melangkah ke kelas mereka.


"Nanti aku ceritain. Oke." Ucap Elsa yang tau akan rasa penasaran dua sahabatnya.


Dira dan Mira langsung mengacungkan jempol tangan masing masing karena mereka mengapit Elsa di tengah tengah.


Bersambung ...


Pegel aaah, laper lagiiihh. Di cut dulu yaaaah. Lanjut nanti. Bye byeeee


Ayoookkk di shariiiing biar rameeeek ni ceritaaaa. Mampir Mampiiirrrrr sini siniiii

__ADS_1


__ADS_2