
Game untuk mengakhiri kegiatan mps pertama mereka ternyata dengan bermain tali.
Namun di sini, mereka bebas memilih pasangan. Hanya saja syaratnya harus berbeda lawan jenis.
Setelah Elsa yang ternyata berpasangan dengan Eliott. Dira, sahabat Elsa mencebikkan bibirnya kesal seraya menggerutu sambil berjalan mencari pasangan. Sebal karena Elsa tak menanggapi ucapannya.
"Lo sama gue aja." Dira merasakan lengannya di tarik seseorang di belakangnya. Ia pun mengalihkan pandangannya ke belakang lalu mengrutkan keningnya menatap orang yang sekarang ada di hadapannya.
Sebelum Dira komplain karena ingin ganti pasangan. Terlebih dahulu suara kakak kelas yang tak lain adalah anggota osis menyerukan aturan permainannya.
Setelah kalian berpasangan – pasangan, lalu masing – masing ujung tali yang satu diikatkan ke tangan sebelah kiri. Sebelum mengikat tali yang satu lagi ke tangan kanan, silangkan tali tersebut ke tali pasangannya, kemudian ikatlah ke tangan masing – masing, ingat, sebaiknya ikatan tidak terlalu kencang.
Setelah itu kalian dapat melepaskan diri dari ikatan tadi tanpa melepaskan ikatan tali.
Jika ada dari kalian yang berhasil melepaskan diri dari ikatan tersebut, kaliam dapat menunjukkan bagaimana cara kalian untuk melepaskan diri kepada teman – teman yang lain.
__ADS_1
Dan katakan apa hikmah dari permainannya.
Seluruh siswa baru menganggukkan kepalanya tanda mengeri dengan penjelasan si kakak osis barusan.
Dan mereka pun memulai permainannya. Ada yang dengan senang hati menerima pasangannya untuk bekerja sama menyelesaikan permainannya. Tak sedikit pula yang berselisih faham atau tidak ikhlas dengan pasangannya. Entah itu mereka mengenal sebelumnya atau tidak cantik atau tidak tampan. Dan lain sebagainya.
Kita berlalu ke pasangan yang sebelah sana. (mana aja lah yah, yang penting, di sana hahaha)
"Astagaaa lo bisa gak sih main ginian?" Gemas seorang lelaki remaja akan tingkah gadis di depanya yang sedari tadi hanya menggoyangkan tangannya ke kiri dan kanan. Membuatnya sedikit menyentak si gadis.
Si gadis cemberut mendengar penuturan lelaki di depannya. Dirinya tak biasa di sentak, namun sebisa mungkin dirinya menahan gelombang pasang di matanya.
"Iya, aku emang gak bisa! Tapi apa hak kamu ngebentak aku? Bisa kan daripada bentak bentak kamu jelasin pelan pelan. Lagian yah, aku juga dulu pernah main ginian, tapi gara gara seorang anak laki laki yang katanya sahabat aku malah pergi gak tau kemana ninggalin aku." Cerocos Elsa meluapkan kekesalannya pada lelaki yang berada di hadapannya.
Namun Elsa tak menyadari jika suaranya membuat dirinya menjadi perhatian terlebih bagi dua pasang mata yang menatapnya dengan tatapan berbeda.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lainnya.
Sama halnya dengan situasi Elsa. Dirinya juga di buat kesal oleh lelaki di hadapannya.
Mukanya aja shoo-ngooonng ternyata gak bisa juga.
"Issshhhh lo kalo gak bisa jangan belagu belagu deeh. Songong amat. Ujung ujungnya ribet gini khaan. Aarghhh." Sama halnya dengan Elsa. Suara gadis tersebut juga menjadi sorotan orang orang sekitarnya. Bahkan orang orang menatap pasangan Elsa dan Dira bergantian.
"Heeehhh taplaak, jangan brisiiikkkk." Teriak Elsa yang tak sadar diri.
"Eh jamblaaaang, kamu juga brisiiikkkkk." Balas si gadis lain meneriaki Elsa.
Gimana enggak kesel, Elsa di buat geram dengan ocehan ocehan tak berfaedah dari pasangannya. Lain halnya dengan Dira. Yang kesal karena ke-shookkk-an lelaki di hadapannya katanya bisa main tapi malah jadi kelilit begini badannya.
Bersambung ...
__ADS_1
Hayooooo siapa tuh kira kira Eliott dan lelaki yang berpasangan dengan Dira? Apa ada hubungannya dengan Elsa?
Stay tune yaaaaah