Love At School (Love Yourself)

Love At School (Love Yourself)
Hampir Saja


__ADS_3

Sekumpulan siswa most wanted berjalan beriringan dari arah lapangan outdoor. Mereka berjalan diiringi obrolan ringan dan candaan. Masih dengan memakai pakaian olahraga dan sepertinya belum handukkan. Hahaha... Karena sangat terlihat peluh yang bercucuran dari dahinya dan itu membuat para siswi yang kedapatan melihat para most wanted berteriak histeris.


"Eugeeeeeen. Gila sih ganteng banget calon future gue.'


"Fawwaaaaaz. Aku tunggu pinanganmuuu."


"Leeeeooooo. Pujaankuuuuuu."


Seperti itulah rata rata para siswi yang haus akan cinta. Hallaaahhhh


"Wah parah sih, gue juga tamvan iniih.. gak ada yang neriakin appah!" Ucap salah satu lelaki dari para most wanted dengan kesal membuat sahabat sahabatnya terkekeh.


"Sabar bro. Bentar lagi juga ada." Ucap David misterius.


"COWOKK PETTEEEEEEE BALIKIN BUKU TUGAS GUUUUEEEEEE." Teriak salah seorang siswi menggema di seluruh lorong dekat lapangan outdoor tersebut.


"Noh, apa gue bilang. Yayank lo tuh." Ucap David seraya menepuk pundak lelaki yang di panggil cowok pete.


"Emang bener yak, kalo jodoh mah gak kemana. Hahaha." Ucap sahabatnya si cowok pete yang lain.


"Ah elah lo mah dav leo, bisanya ngecengin gue. Mending gue ada yang ngejar ngejar meski sebiji ame suka ngajak ribut, dari pada lo berdua, sebijipun kagak ada yang ngejar. Wleekk." Ledek si cowok pete membuat dua sahabatnya yang tak lain David dan Leo memukul pundak si cowok pete kiri dan kanan.


"Mamam tuh." Ucap dua sahabatya yang lain membuat penderitaan si cowok pete menjadi lengkap, komplit.


"Ah elah lu dua kutub, sama aja lu ngecengin gue. Awas ya lu pada." Ucap si cowok pete.


Seakan mendapat ilham, tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Keempat cowok yang ngecengin si cowok pete auto lari 1000 langkah.


"OYY ELAAAAAH CURANG LU PADAAA SINI KAGAAAAK! Teriak si cowok pete kesal karena kali ini ke empat sahabatnya seakan tahu dirinya akan melakukan apa.


"KAGAKK!" Jawab keempat cowok yang sedang berlari kompak.


Sedangkan gadis yang tadi meneriaki si cowok pete auto ikut lari dan jadilah adegan kejar kejaran.


"OOOY COWOK PETEEEEE BUKU TUGAS GUUUEEEEE ONDEEELLLL." Teriak si gadis murka seraya mengambil lari ekstra ekspresss.


Namun naas, tiba tiba saja.


Bugh


Grep


Aaawwwssss


Tiga cowok yang tadi berhenti mendadak gegara sahabat satunya juga berhenti mendadak, mengalihkan pandangan mereka ke belakang dan tak menghiraukan dua manusia di depannya yang sedang..


Ketiga cowok tadi melongo melihat pemandangan di belakangnya.


"Basor, ngapain lo pada?" Ucap David membuat dua manusia yang jatuh terduduk mengenaskan.


Jika di lihat dari belakang tubuh dua manusia yang sedang jatuh terduduk, orang orang akan mengira mereka tengah berc***** .


Ucapan David barusan membuat dua manusia beda klamin langsung menjauhkan diri dan bangun berdiri bersamaan dengan air muka yang sama sama canggung. Sementara suara gaduh dari jatuhnya si cowok pete dan ucapan David yang sedikit lantang tak memengaruhi dua manusia beda klamin lainnya yang tengah terpaku dengan pandangan yang sama sama terkunci. Mereka sepertinya lupa sedang berada dimana.


"Elsa!" Ucap dua lelaki bersamaan dan membuat gadis yang tadinya terdiam ditempatnya langsung saja menjauhkan diri dan melepaskan cengkraman tangannya pada bahu si lelaki yang menangkapnya.


'Aduuuhh El El gak waspada banget siiih, keasikkan liat liat siih sampe jalan gak diliatin' gerutu si gadis dalam hati.


"Elsa!" Ucap kedua lelaki kembali bersamaan namun dengan suara sedikit tinggi membuat si gadis berseragam biru tadi keluar dari keterdiamannya.


"Eh, Abang, Kak Leo." Ucap si gadis berseragam biru yang di panggil Elsa dengan senangnya.


"Aaaaaahhhh kemana aja sih kaaaak, jarang main lagi ke rumaah." Leo tersenyum karena gadis di depannya tak pernah berubah meski dengan bertambahnya umur. Tetap manja.


Sedangkan yang di panggil Abang melongo di buatnya. "Kebiasaan, kalo udah ketemu si lele abang terlupakan." Ucapnya pura pura merajuk membuat dua cowok lainnya dan satu gadis yang tadi terjatuh melongo di buatnya.

__ADS_1


'Si kutub bisa becanda juga' batin mereka bersamaan.


Si gadis berseragam biru menyengir kuda ke arah lelaki yang dipanggilnya abang. "Bosen udah sering ketemu." Ucap si gadis berseragam biru ambigu. Ambigu untuk ketiga orang yang masih melongo. Namun tidak buat lelaki yang di panggil Leo.


"Ehem ehem ehem." Dehem si cowok pete membuat dua lelaki dan satu gadis yang sedang asik sendiri mengalihkan pandangannya ke arah si cowok pete dengan tatapan berbeda beda.


"Saallooooh cacing gue udah meronta ronta inih minta di kasih jatah." Seru si cowok pete seraya mengelus perutnya yang terlihat sixpack karena baju basket yang basah karena keringat.


"Yaudah, jalan ke kantin." Ucap si kutub satu yang tadi bertabrakan dengan gadis berseragam biru.


"Asshheeeekkkkk emang dah pak ketu terbaaaiiikkk. Cuss laaah." Si cowok pete berlalu dari sana berjalan di depan sahabat sahabatnya.


"Iissshhh babaaaas buku tugas gue manaaaaaaa." Kesal si gadis yang meneriaki si cowok pete tadi mengikuti lelaki itu sampai ke kantin.


"Ngapa si sor? Nyantae ae elah, jamkos ini." Si gadis yang di panggil sor itu melotot mendengar penuturan si babas cowok pete.


"Lo yang nyantae, gue kagak. Kelas gue disuruhri kumpulin tugasnya si batak. Aarrgghhh." Kesal yang makin menjadi jika sudah berurusan dengan si babas cowok pete yang masih muda tapi udah pikuuun.


Seketika bola mata si babas melebar. "So.. Sor... " Ucapnya terbata dengan ekspresi terkejut.


"Sosor sosor, belum apa apa udah maen sosor aja lu baaas." Seloroh David yang baru saja mendekati babas dan si sor.


Babas mendelik. "Bukang gitu elaaah. Ntar kao undangan kawinan gue sama sor tersebar baru gue sosor beneran." Timpal babas membuat si sor makin kessaaal.


Plak


Mantaaaaapp


Ucap keempat sahabat babas yang terlihat menikmati kekerasan yang di alaminya.


"Tega lu mah pada, gue lagi ngalamin KDHTS malah di tontoon." Kesal babas mempoutkan bibirnya.


"Gak usah monyong monyong, bagusan bebek daripada lu juga." Kesal si sor yang akhirnya memilih duduk di samping si babas karena sudah lelah dan merasa haus juga lapar setelah mengejar dan meneriaki si cowok pete.


"Oooh, kekerasan dalam hubungan tanpa status." Jeda babas. "Btw kenalan dong adek manis." Ucap babas sedikit menggoda gadis berseragam biru di hadapannya dengan mengulurkan tangannya ke hadapan si gadis.


Si gadis berseraham biru tersenyum manis dan menerima uluran tangan lelaki di depannya yang sepertinya sahabat abangnya.


"Elsa." Ucap si gadis berseragam biru memperkenalkan dirinya.


"Saalloooooh senyumanmu mengalihkan duniaku dek maniiiisss." Ucap babas dengan ekspresi terkagum kagum.


Plakk


"Aawwsssss aelah sooorrr lu mah demen amat geplak pundak gueee, coba kali kali geplak hati gue biat bergetar tiap kali deket lo." Semua yang ada di meja lelaki most wanted brigidik ngeri sedangkan Elsa terkekeh.


"Fawwaz, Leo, Elsa ini siapanya kalian? Kenalin dong elaaaah jangan pelit pelit amat kalian." Seloroh David yang baru ikut nimrung dengan sahabatnya karena baru selesai memesankan makanan dan minuman untuk mereka semua.


"Elsa adek gue. Dek, kenalin yang ada di samping Leo, David. Di depannya Basuki, sam..." Ucapan Fawwaz terjeda karena ucapan Basuki.


"Elaaah jangan Basuki dong, Bang Babas. Turun ntar pamor gueee." Ucap Basuki membuat sahabat sahabatnya menggelengkan kepalanya pelan.


"Yang di sebelah Basuki, Soraya." Elsa menyalami satu persatu kakak kelas yang dikenalkan kakaknya.


"Dan yang terakhir." Elsa mengalihkan pandangannya ke arah lelaki yang sedari tadi terlihat fokus pada ponselnya dengan duduk bersandar di kursi meja kantin.


"Namanya Eugene." Elsa tersenyum lalu mengulurkan tangannya ke hadapan lelaki yang sedari tadi hanya diam. Atau memang selalu seperti itu.


"Elsa." Ucap gadis berseragam biru memperkenalkan namanya dengan senyum yang manis.


Eugene meneima uluran tangan Elsa. "Hmm." Tak ada ucapan lain dan tak ada ekspresi di wajahnya Eugene. Hal it membuat sahabat sahabatnya menggelengkan kepalanya pelan. Karena mereka heran, dekat dengan cewek cantik kok masih datar aja. Mereka brigidik ngeri dengan bayangannya.


Sedangkan Elsa terkekeh. "Ini makanan di traktri kah?" Tanya Elsa riang menengok pada Fawwaz dan Leo.


"Gratisan mulu lu dek." Cibir Fawwaz namun seraya memberikan pangsit dari atas mie ayam miliknya ke atas mie ayam Elsa.

__ADS_1


"Iissh kata Papih, kalo ada rezeki di depan mata harus bersyukur." Ucap Elsa yang langsung mengaduk aduk mie ayamnya.


"Iya, ini di traktir. Sama pak ketu." Ucap Basuki yang sudah menaruh sambal di atas mie ayamnya.


Uhuk uhukk


Belum sempat Elsa bertanya siapa yang di sebut pak ketu, Basuki tersedak oleh makanannya sendiri.


"Makannya kalo nyendok sambel kira kira, 8 sendok lu masukin. Panas kan tuh kerongkongan." Cerocor Soraya seraya menyodorkan botol air mineral ke hadapan Basuki.


"Yaaelaaah romans sekali kalian." Seloro David yang hanya mendapatkan pelototan dari Basuki dan Soraya.


"Oiya kak, pak ketu itu siapa?" Tanya Elsa yang sudah mendapatkan waktu untuk menebus rasa penasarannya.


Basuki menunjuk lelaki dengan dagunya membuat Elsa mengangguk seraya tersenyum. "Makasih ya Kak Eugene traktirannya." Ucap Elsa tulus yang hanya di balas anggukkan kepala dari Eugene yang tengah memakan mie ayamnya.


"Dingin amat lu bro, ke kutub." Eugene acuh tak acuh dengan ucapan David. Sahabat sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya pelan. Sedangkan Elsa tersenyum tipis lalu melanjutkan makannya cepat khawatir sang mamih menunggunya terlalu lama.


"Selesai." Ucap Elsa tiba tiba membuat semua yang ada di meja kantin tersebut langsung menatapnya tak percaya.


"Mmm,, kenapa? Apa ada kecap nempel di pipi aku?" Tanya Elsa panik seraya mengelap elap pipinya dengan punggung tangannya.


Yang lain menahan tawanya karena tingkah lucu Elsa. Sedangkan Eugene tengah menahan senyumnya dengan kepala menunduk.


Leo menggelengkan kepalanya pelan. "Kamu tuh kebiasaan yah, tiap makan buru buru pasti ada yang dikhawatirkan, hm?" Elsa menyengir kuda mendengar ucapan Leo yang sangat betul.


Elsa menganggukkan kepalanya. "Dih, sebenarnya yang abang kandung kamu itu di sini siapa sih?" Tanya Fawwaz ketus setelah mengelap bibirnya dengan tisu.


"Hehehe Abang memang kakak kandungku, tapi Kak Leo, kakakku yang ter-peka." Ucap Elsa dengan tawa kecilnya melihat sang abang cemberut.


Fawwaz mengangkat bahunya acuh, sedangkan Leo tersenyum mengejek ke arah Fawwaz. Sementara Babas dan Soraya tengah sibuk memperdebatkan buku tugas milik Soraya.


Eugene? Jangan tanyakan lelaki itu, lelaki itu kembali acuh dan dingin bahkan lebih dingin dari sebelumnya.


Kriing


Suara dering ponsel terdengar di telinga mereka. Elsa yang merasakan getaran di dalam tote bagnya pun lantas segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.


Elsa tersenyum lebar. "Ya Mam, apa Mam menunggu Elsa terlalu lama?" Tanyanya dengan rasa bersalah karena belum mengabari sang mamihnya.


Gak sayang, dont worry. Gimana school tour dadakannya?


"Hehe seru Mam. Malah Elsa ketemu Abang sama temen temennya Abang. Terus di traktir lagi sama temen Abang di kantin. Kak Eugene namanya Mam. El jadi gak sabar pengen cepet cepet masuk." Seru Elsa menggebu gebu bahkan membuat abang dan sahabat sahabatnya terkekeh. Kecuali Eugene. Cukup dalam hati saja dirinya menertawai tingkah Elsa.


"Mmm Bang, Kak Leo, Kak Eugene, Kak Bas dan Kak Aya, Elsa pamit yah, udah di tunggu sama Mamih." Pamit Elsa dengan senyum manisnya seraya menaruh kembali ponsel di dalam tasnya.


Fawwaz dan lainnya mengangguk. "Bilang sama Mam, maaf Abang gak bisa nemuin Mam, abis ini mau ada rapat osis." Ucap Fawwaz memberi pesan pada sang adik.


Elsa mengangguk seraya memberikan tanda ok menggunakan ibu jari dan telunjuknya. Elsa pun beranjak berdiri lalu berjalan memutari meja kantin yang ia tempati karena meja terletak di pojok sedangkan pintu kantin berada di depan samping kanan dari meja tadi.


Elsa berjalan riang namun baru saja kakinya akan berbelok ke arah pintu kantin, tubuhnya terhuyung ke belakang andai saja tidak ada yang menangkapnya, dipastikan Elsa akan terjatuh ke belakang.


Jantung Elsa berdetak cepat karena terkejut. Bahkan tubuhnya menegang, namun ia segera mengontrol dirinya. Dialihkannya pandangan Elsa ke arah seseorang yang berada di belakangnya tengah menahan tubuh Elsa dengan memeluk bahu Elsa menggunakan kedua tangan kekarnya.


"Kau!" Hanya dengan satu kata, tegas dengan nada suara mencekam dan tatapan tajam membuat siswi yang tadi menabrak Elsa menunduk dengan tubuh bergetar.


"Kak, sudah. El pamit pulang dulu." Ucap Elsa setelah dirinya dapat mengontrol tubuhnya. Lalu dengan gerakan perlahan, Elsa melepaskan lilitan tangan Eugene di sekeliling bahunya.


Semua yang berada di sana menatap kepergian Elsa. Entahlah dengan pikiran seperti apa. Elsa tak ingin memusingkan hal tersebut. Namun tidak dengan ketiga laki laki yang tadi berada di belakangnya. Mereka merasa ada sesuatu namun tak tahu itu apa.


"You're sick, El." Gumam Eugene pelan. Sangat pelan bahkan hampir tak terdengar.


Bersambung ...


_______________________________________

__ADS_1


__ADS_2