Love At School (Love Yourself)

Love At School (Love Yourself)
Why


__ADS_3

El berjalan mengikuti lelaki di depannya yang dengan tiba tiba menarik lengannya saat baru saja El dan sahabatnya keluar dari studio kesenian. Dan itu di lihat oleh banyak siswa siswi yang juga selesai dengan kegiatan ekskulnya.


"Eeeeel, mau kemana loooo?" Teriak Dira masih berjalan cepat mengikuti El di ikuti Mira juga.


Dira dan Mira berjalan cepat mengikuti El. Karena khawatir takut terjadi apa apa dengan sahabatnya itu.


Sedangkan beberapa siswa yang melihat adegan itu, ada yang acuh tak acuh, ada juga yang heran. Dan asa juga yang.... mmm panas?


hihihi


"Adek lo tuh, demen kayanya sama tu cewek." Ucap salah seorang gadis yang berdiri dengan dua sahabatnya di depan studio kesenian.


Yang di ajak bicara malah mengedikkan bahunya acuh. "Bagus lah, berarti peluang gue buat deketin Eugene terbuka lebar dong. Bener kan?" Tanya gadis lain.


"Hm bener tuh. Lagian apa peduli lo kan, dia adek lo juga adek tiri. Iya kan?" Tanya gadis lain yang mendapat anggukkan dari gadis kedua.


Sedangkan. Di belakang ketiga gadis yang sedang mengobrol itu tak sengaja menguping obrolan mereka. Dan dirinya pun sempat melihat adegan dua remaja beda gendre yang terlihat sedang berjalan seraya saling menggenggam.


Bukan, tepatnya. Remaja lelaki yang menarik seorang gadis yang ia sukai dengan menggenggam lengan gadis itu.


"Sabar, Bro. Kalo jodoh gak akan kemana." Ucap salah seorang remaja lelaki yang di ketahui sahabat si lelaki tadi.


Si lelaki tadi tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "I know. Yaudah yuk balik, keburu hujan nih." Ucap lelaki tadi pada sahabatnya.


Mereka berdua pun melanjutkan langkahnya menuju area parkir sekolah untuk bergegas pulang ke rumah masing masing.


Karena sore ini sepertinya akan bumi akan di basahi hujan. Terlihat dari betapa pekatnya gumpalan awan awan di langit yang menutupi sang surya, membuat keadaan agak kelabu.


(Ribet amat elaaah thoooor)


Mendung maksudnyah hahaha


Lain tempat lain keadaan. Di area parkir terlihat dua remaja berbeda gendre terlihat terlibat sedikit debat. Si lelaki memegang helmet. Niat akan memakaikan pada kepala gadis yang di bawanya, namun si gadis agak keras kepala.


😒 : Lunya aja dodoool yang keras kepala. Maen tarik tarik anak gadis oraaang

__ADS_1


🤨 : Sabar thor elaaah ni gue lagi inget sesuatu niiih


🤔 : Inget paan lu? Kagak bilang bilang ma ai


🤪 : Gak usah kepo. BYE


😒 : Sueeee kacang lagi mahal yeeeeeh. Dah lah, BYE juga. Rebahan ae lah!


...°_ skip _°...


Kembali ke parkiran.


"Come on, El. Lo ikut gue bentar aja. Please." Ucap remaja lelaki memelas pada gadis di hadapannya yang tak lain ialah Elsa.


Elsa yang melihat air muka lelaki di depannya yang sudah menekuk dan memelas pun akhirnya mengangguk saja.


Tak tega dia, kesian anak orang huhu


Elsa mengambil helm yang diberikan lelaki di depannya. Dia pun segera memakai helm itu karena melihat langit yang semakin gelap.


Elsa hanya bisa cemberut seraya menggelengkan kepalanya pelan. Dengan gemas, si lelaki yang sudah menduduki motor cbr nya, menarik lengan Elsa agar semakin dekat dengannya. Dan


Klik


Elsa terbengong mendapati perlakuan dari lelaki di hadapannya. Sungguh, ini sangat tiba tiba sekali. Kenapa? Ada apa?


"Naik?" Ucap si lelaki di hadapan El yang terdengar ragu dari ucapannya.


El langsung saja menaiki motor besar itu dengan kedua tangannya memegang pundak si lelaki. Setelah El duduk di atas motor sport itu. Si lelaki pun menancapkan gasnya sedikit kencang, hingga cengkraman si gadis di jaket bagian pinggang si lelaki mengencang.


Saat sudah di jalan raya. Si lelaki yang mengendarai motor sport itu langsung menarik tangan El untuk melingkari perutnya.


"Keburu ujan, gue pengen cepet cepet nyampe tempat tujuan." Ucap si lelaki sedikit keras sebelum El protes dengan tindakkannya.


El menghela nafas pasrah dan mengeratkan pelukan di perut lelaki yang memboncenginya. Diam diam El tersenyum seraya menyenderkan kepala yang di baluti helmet di punggung lebar si lelaki di depannya.

__ADS_1


Dan tanpa sepengetahuan El. Lelaki di depannya pun tersenyum lebar saat merasakan El menyandarkan kepalanya di punggungnya.


...°_ skip _°...


"Waaaaahhhh, kita ke pantai?" Tanya El antusias seraya tersenyum lebar dan melangkahkan kakinya.


Namun tiba tiba lengannya di tahan. Oleh siap lagi kalo bukan lelaki yang membawanya itu.


Deg


Oh jantung, slow down. Jangan buat gue pingsan disini. Batin El seraya mematung di temparnya berdiri.


Bagaimana tidak seperti itu jika wajah lelaki tadi berada sangat dekat di depan wajahnya dan hembusan nafas mint menusuk indera penciumannya.


Klik


Helmet yang di pakai El terangkat dari kepalanya. El tersenyum kikuk.


"Thanks." Ucap El dan langsung berlari kecil menuju jembatan di pesisir pantai ibu kota.


Antara senang bisa ke pantai dan malu pastinya.


Si lelaki menyusul El setelah menaruh helm dan mengunci motornya. Bibirnya mengembang sempurna saat melihat El yang memutar mutar tubuhnya loncat loncat kegirangan seperti anak kecil yang dikabulkan keinginannya oleh orang tuanya.


"Why Eliiiooootttt?" Tanya El kearah si lelaki yang sudah berdiri di hadapannya di sisi jembatan.


...Bersambung...


Ini pantai ibu kota yang di kunjungi El dan lelaki yang ternyaya Eliott.



Parah paraaaah Babang tamvan nyulik El ke pantaaaai.


Di tunggu up next chapt nya yaaaah. Yooooo ramein ini noveeeellll.

__ADS_1


Byeeee


__ADS_2