
Dua wanita beda generasi tadi masih berjalan beriringan menuju ruang tata usaha sekolah. Sekolah yang mereka kunjungi ini sangat luas. Sudah lebih dari 10 menit mereka berjalan dan sudah selama itu pula mereka menjadi pusat perhatian siswa siswi yang sedang jamkos. Khususnya pada seorang gadis berseragan biru. Bahkan dari lantai atas tak sedikit para kakak kelas menyorakinya.
'Hai cantiiiikk'
'Hai kamu yang berseragam biru dekat padaku disiniiiii'
Bahkan ada teriakan dengan nada lagu yang lagi trend saat ini. Namun yang di teriaki hanya memberikan senyuman tipis namun hal tersebut membuat mereka semakin berteriak. Bahkan banyak teriakan konyol.
'Tanteeeee ku tunggu restumu untukku meminang puterimu'
Teriakan tersebut tentunya mengundang sorakan dari siswa siswi yang lainnya yang memang sedang berada di sekitaran kelas atas tempat siswa absurd tadi.
'Huuuuuuuu moduuusss'
'Pepet teroooooosssss'
'Awas ada yang cemburuuuuu'
Seperti itulah sorakan sorakan yang terdengar di telinga gadis berseragam biru itu. Namun tak sedikit ada juga yang mencibirnya.
'Sok cantik'
'Masih bocah juga'
'Belagu amat'
Namun tak di tanggapinya cibiran cibiran tersebut. Si gadis berseragam biru berjalan acuh mengiringi langkah sang mamih. Tak berselang lama, mereka berdua sampai di depan pintu ruangan khusu tata usaha sekolah.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum." Sapa sang mamih seraya melangkahkan kaki selangkah melewati pintu ruangan tata usaha yang memang terbuka.
"Wa'alaikumsalam. Mari Bu silahkan duduk." Sapa seorang perempuan kepala 3 menjawab salam tamu mereka dan mempersilahkannya duduk dengan sopan.
"Terima kasih. Mari sayang." Ucap si tamu seraya menuntun anaknya untuk ikut duduk di sofa tamu.
"Ada keperluan apa Bu?" Tanya perempuan yang sepertinya pegawai tata usaha tersebut.
"Ah begini, saya kesini hanya ingin menyerahkan dokumen untuk pendaftaran ulang anak saya." Ucap si tamu seraya menyerahkan map pada pegawai tata usaha.
"Saya cek dulu ya, Bu." Wanita yang menjadi tamu itu menganggukkan kepala sebagai jawaban. Sedangkan si gadis hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Yang sebenarnya si gadis berseragam biru itu sedang berusaha meredakan rasa gugupnya.
Si pegawa tata usaha manggut manggut. "Baik, semua sudah lengkap ya Bu. Dan ada informasi mengenai masa orientasi siswa (mos) disini, akan dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu. Informasi lengkapnya, akan diadakan pertemuan besok di aula pukul 8 pagi. Adik bisa datang besok, karena kegiatannya khusus untuk siswa baru."
Ibu dan anak tersebut menganggukkan kepalanya mengerti. "Baik, apakah ada hal lainnya Bu?" Si wanita menggelengkan kepalanya seraya tersenyum ramah.
"Tidak ada Bu. Terima kasih atas informasinya, kalau begitu kami permisi." Pegawa tata usaha be menganggukkan kepalanya seraya berdiri dan mengantarkan tamunya sampai ke depan pintu.
"Mam, abis ini Mam mau kemana?" Tanya gadis berseragam biru pada wanita yang sebentar lagi berkepala 4 namun masih cantik awet muda.
"Kayanya ke kantor om kamu dulu deh sayang. Kenapa, mau ikut?" Tanya wanita yang di panggil mam oleh si gadis.
Si gadis menggelengkan kepalanya. "Hmm kalau El keliling liat liat sekolah, boleh gak sih Mam?" Tanyanya seraya menatap sang mamih.
"Boleh sayang. Nanti kabarin Mam yah kalau sudah, kita pulang sama sama." Jawab sang mamih seraya mengelus rambut panjang yang tergerai indah itu.
Si gadis tersenyum lebar seraya memeluk sang mamih erat. "Oke! Nanti aku telfon Mamih. Bye Maam." Ucap si gadis seraya melambaikan tangannya pada sang mamih dengan riang. Sang mamih hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum geli.
__ADS_1
Si gadis berseragam biru masih berjalan dengan riang melihat lihat sekeliling sekolah yang akan menjadi tempatnya mengenyam pendidikan menengah atas. Si gadis memperhatikan setiap kelas yang berada di lantai satu. Termasuk papan tulisan yang digantung di dinding atas samping pintu.
"Aaah, ternyata lantai satu kelas 10 semua." Gumam si gadis seraya manggut manggut.
"Semyanya 4 jurusan. Multimedia, Manajemen, Perhotelan dan Akuntansi. Hmm, kira kira aku keterima di jurusan apa yah." Gumam si gadis seraya berjalan ke arah timur.
Ada jalan bercabang di depannya. Arah utara, yang berarti arah kiri darinya, menuju masjid sekolah sedangkan ke arah kanan itu menuju lapangan upacara, uks, ruang guru dan tata usaha. Ketika berbelok ke arah lapangan, si gadis mengalihkan pandangannya ke arah kiri.
Aah perpustakaan. Batinnya. Di lihatnya bagunan perpustakaa hingga ke atas. Aah, sepertinya setiap lantai ada pintu, hmm memudahkan siswa tiap angkatan jika ingin ke perpus jadi tak usah naik turun tangga. Tapi apa di dalam perpus di pisahkan juga ruangannya?. Tanyanya dalam hati.
Namun sepertinya belum ada minat untuk si gadis melihat lihat isi perpus. Bukan gak minat, tapi waktunya yang takut terbatas. Kakinya melangkah melewati uks dan ruang guru. Samping kanan darinya adalah lapangan upacara yang lumayan luas. Panjangnya setara 6 kelas. Ada jalan bercabang lagi di depannya. Aah, sepertinya lurus ke arah tata usaha. Belok kiri deh. Batin si gadis seraya membelokkan langkahya.
Karena jamkos, jadi banyak siswa siswi yang berseliweran di area sekolah. Ada yang di lapangan upacara yang sepertinya dari club paskibra. Ada yang bercengkrama atau baca baca buku di taman samping kelas, ada juga yang berlalu lalang dengan segala kesibukkannya.
Mata si gadis bebinar saat dirinya melewati kantin yang lumayan luas yang letaknya berseberangan dengan perpus. Dan sudah dipastikan kantin merupakan salah satu dari beberapa areandi sekolah yang ramai akan kunjungan siswa siswi terlebih saat jamkos seperti saat ini.
Kakinya kembali melangkah menyusuri lorong setelah kantin. Aaah ternyata ini lapangan indoor. Batin si gadis manggut manggut. Setelah lapangan indoor ternyata masjid besar sekolah tersebut. Dan masjid tersebut memiliki dua lantai, sepertinya karena warga sekolah yang semakin bertambah banyak. Terlihat beberapa siswa siswi yang berada di depan ruangan samping masjid. Ruangan club irma sepertinya.
Setelah melewati masjid, terdapa beberapa ruangan di 2 lantai namun luas bangunan yang terpisah dari area masjid itu sangat luas. Terdapat beberapa papan gantung di dinding. Aaah gedung khusus club. Yang paling bawah yang paling luas. Karena itu di peruntukkan untuk club seni. Sedangkan di lantai 2 terdapat beberapa ruang club. Saat kaki si gadis membawanya mengitari gedung club tersebut, di lantai satu terdapat satu pintu lagi dengan papan nama lain selain papan milik club seni.
"Ruang OSIS " Gumam si gadis berseragam biru. Saat kakinya akan kembali melangkah dan baru berbelok sesuatu tak terduga terjadi.
Bugh
Grep
Bersambung ...
__ADS_1
_______
Ayok ayok jempolnya jangan mager buat klik like, komen dan vote yaaaaah. Dukung uthoooor please agar kehaluan uthor tetep lancar jaya.